
Abab 17, Mansion Duke Vitto.
Safire menoleh pada adik perempuan keduanya, wajah Ziotta sangat murung mungkin karena keadaan Alex yang masih juga belum ada perubahan.
"Kemarilah, duduk di dekatku." Ujar Safire.
Ziotta maju mendekat menarik kursi di samping Safire lalu duduk.
"Kamu memeriksa keadaan Alex?"
"Ya, masih belum ada perubahan," Lady Ziotta menggeleng sedih.
"Aku yakin ramuan obat akan segera ditemukan, aku dan Daniel akan segera meracik obat nya. Alex akan sembuh," Safire menepuk pelan tangan adik perempuan nya.
"Ya."
"Sekarang isi perutmu, kita harus sehat saat mengurus orang sakit."
Semua orang di meja makan pun mulai memakan sarapan nya.
Duke Vitto membawa Safire ke halaman belakang Mansion yang sangat luas, disana berbagai beragam jenis hewan ada. Dari kelinci, ular, kuda dan yang lainnya. Duke Vitto membawa Safire ke sebuah kandang besar yang di dalam nya beberapa bayi serigala putih sedang tiduran. Netra biru salah satu anak serigala menatap tajam ke arah Safire, hidung nya mengendus membaui.
"Mereka masih bayi, apa tidak apa - apa terpisah dari induknya?"
"Tidak apa - apa, mereka sedang masa transisi sudah bisa dipisahkan. Pilih salah satu atau tunggu mereka datang padamu. Biasanya mereka akan membaui aroma tubuh mu dengan cara yang aneh mereka seperti mempunyai insting tajam dan bisa tau niat seseorang pada mereka," jelas Duke Vitto.
Safire mengangguk, dia sendiri sejak tadi tertarik pada serigala bermata biru tajam yang sejak tadi menatapnya juga. Tiba - tiba serigala itu bangun dari rebahan nya dan mulai berjalan ke arah Safire.
__ADS_1
Jantung Safire seketika berdetak kencang, telapak tangan nya berkeringat. Tanpa terduga si serigala merebahkan tubuh nya di kaki Safire menggesek - gesekan kepala nya. Mata yang tadinya tajam kini berubah lembut menatap Safire.
"Kamu mendapatkan satu, luar biasa Safire. Dia yang paling susah diatur diantara semuanya bahkan susah dekat dengan manusia. Kamu... aku tak bisa berkata - kata lagi. Kamu memang ajaib," Duke Vitto bahkan kebingungan mengungkapkan rasa kekaguman nya.
Safire berjongkok mengelus kepala serigala bermanik biru sebiru lautan begitu dalam. "Siapa namanya, Ayah?"
"Kamu bisa menamainya sesukamu, sekarang dia adalah milikmu."
"Hm, apa dia jantan?"
"Ya."
"Apa menamainya Morgan, suamiku akan cemburu?" gumam Safire lalu terkekeh, meskipun Morgan berbuat kasar malam itu Safire bisa memaklumi lelaki itu karena memang dia yang berubah, cintanya berubah.
"Rover..." panggil Safire, si serigala kecil bangun dari baringan nya menengadahkan wajah berbulu putihnya.
Rover mengedipkan sepasang mata nya, bola mata nya berubah menjadi imut.
"Uchhh lucunya, bayiku sini aku peluk." Safire memeluk Rover menggelitik leher serigala kecil itu lalu menciumi wajah Rover.
Duke Vitto tersenyum puas, memang benar naluri hewan selalu tau sifat baik manusia.
"Belajar pedang pada kakak laki - laki mu, setidaknya kamu bisa menggunakan belati karena sering membedah orang. Genggaman tangan mu sudah mempunyai dasar."
"Iya, Ayah. Boleh aku menggendong Rover?"
"Dia sudah menjadi milikmu, bawa sesukamu."
__ADS_1
Safire dengan senang menggendong Rover ke dalam dekapan nya, lalu mengikuti langkah sang Ayah.
...................
Masa Depan, 2030.
Seminggu setelah Esmera kembali memasuki tubuh Safire dan Alex memasuki tubuh Morgan, keduanya keluar dari rumah sakit menuju kediaman Morgan. Mereka berdua sepakat akan mulai hidup bersama, apalagi di dunia yang baru untuk mereka meskipun ingatan - ingatan Safire dan Morgan mengalir ke ingatan mereka berdua tetap saja dunia itu adalah dunia baru dan asing untuk mereka.
"Esmera, aku ingat perkataan Daniel di abad kita. Dia seorang Dokter seperti Safire yang jiwanya terlempar ke masa lalu. Dia mengatakan Safire dan Morgan menikah dan hidup bahagia, menurutmu itu kita?"
Esmera tersenyum menggenggam tangan Alex, "Mungkin."
"Kalau begitu ayo menikah, kali ini menikah dengan benar. Karena perasaan cinta kita berdua," Alex memeluk Esmera dengan erat menciumi pucuk kepala wanita itu dengan perasaan lega.
"Kenapa terburu - buru?"
"Aku pernah satu kali kehilangan mu, aku tak ingin kehilanganmu lagi. Ayo menikah secepatnya," Alex melepaskan pelukan nya, mendekatkan bibir nya mengecup lembut bibir Esmera.
Esmera menutup mata ini pertama kalinya Alex begitu perhatian dan lembut padanya, dia menikmati setiap sesapan bibir Alex.
Alex melepaskan kecupan nya, menyudahi. "Cukup untuk sekarang atau aku tak bisa menahan gairahku padamu."
"Tapi aku belum cukup, lagi!" Esmera menarik leher Alex lalu mencium bibir Alex dengan rakus, menempelkan tubuhnya.
Alex akhirnya tak bisa menahan diri, setelah harapan bertemu Esmera terpenuhi kini tak ada lagi perasaan lain selain ingin mencintai Esmera seutuhnya. Mereka berdua saling melepaskan pakaian pasangan nya tanpa tersisa sehelai kain pun mulai saling memuaskan hasrat yang sudah tak terbendung lagi.
_____
__ADS_1
Note : Jangan ditiru memelihara serigala karena itu bahaya! Dalam cerita ini hanyalah kehaluan othor semata. Apalagi memelihara serigala berbulu domba! Warning ! 😂🙈