The Queen Is Doctor Transmigration

The Queen Is Doctor Transmigration
Bab - 82 Mendukung Raja dan Ratu Dalam Kepemimpinan.


__ADS_3

Mansion Earl Wales.


Raja Otis melangkah dengan mata menyipit mendekati Alex, baru saja ia akan menarik tangan sang keponakan namun suara keras Earl Wales yang baru masuk ke dalam kediaman menghentikan tindakan nya.


"Ratu! Yang Mulia Ratu, saya sudah membeli semua barangnya." Teriak Earl Wales.


"Apa itu?" tanya Raja Otis melihat kotak - kotak besar dibawa belasan pelayan.


"Aku meminta bayaran pada Earl Wales," senyum Ratu Safire.


"Bayaran?"


"Yang Mulia Ratu meminta saya membelikan puluhan syal, mantel dan selimut. Saya rela menghabiskan harta saya, Yang Mulia Raja. Saya sudah membeli 200 pcs ketiga ragam barang yang diminta Yang Mulia Ratu." Jawab Earl Wales tersenyum merasa tak keberatan dengan permintaan sang Ratu.


"Apa untuk rakyat diluar sana, sayang?" tanya Raja Otis dengan nada yakin.


"Um, bagikan dari yang antri di dalam sini." Safire mengangguk.


"Ratuku yang bijaksana," Raja Otis mengecup bangga kening istrinya.

__ADS_1


Para pengawal pun sibuk membagikan syal rajut, mantel dan selimut pada setiap rakyat yang mengantri agar saat menunggu mereka tak kedinginan.


"Otis, andai medical center sudah selesai mereka tidak perlu mengantri seperti ini dan bisa duduk dengan nyaman di dalam sebuah ruangan yang nyaman." Ujar Safire seraya memberikan obat untuk pengantri.


"Setelah perang selesai, aku akan memerintahkan pembangunan itu di prioritaskan."


"Perang, Yang Mulia Raja?" tanya salah satu rakyat seorang pria paruh baya.


"Ya, Menteri Pertahanan Duke Amigo mengancam ku untuk turun Tahta."


"Kami tidak akan membiarkan nya, siapa yang berani mengancam Yang Mulia Raja sama saja mengancam Yang Mulia Ratu. Aku akan mengumpulkan semua orang yang sehat untuk ikut berperang! Kalian semua ikut!" teriak pria paruh baya itu menatap ke belakangnya yang mengantri.


Ratu Safire dan Raja Otis saling berpandangan, mereka tersenyum penuh kehangatan terutama Raja yang merasa bersyukur mendapatkan Safire sebagai pasangan hidupnya.


Tak menunggu lama hari itu juga dukungan dari rakyat menggema hingga sampai ke telinga Duke Amigo yang juga sedang dilema karena sang putra tertua serta istrinya juga sedang sakit.


...............


Mansion Duke Amigo, Menteri Pertahanan Perang.

__ADS_1


Duke Amigo sudah mendengar seruan rakyat yang akan ikut berperang melawan nya dan berpihak pada kubu Istana, sang Raja.


Apalagi ia mendengar jika Sang Ratu berhasil mengobati penderita sakit yang sama seperti istri dan putra - putranya serta beberapa prajurit.


"Mungkin karena jamuan di Mansion Viscount Helbet, Tuan. Lima hari lalu diadakan pesta perjamuan ulang tahun Putri Viscount di kediamannya. Istri dan Putra - putra Anda datang ke jamuan itu, mungkin penyakit bersumber dari sana." Ujar kepala pelayan.


"Apa aku harus datang meminta obat pada Ratu?" gumam Duke Amigo.


"Tidak! Jangan Ayah!" Lady Hadley mencegah.


"Kamu tidak perduli pada Ibumu dan saudara - saudaramu! Tapi aku perduli! Jangan menjadi egois!" Duke Amigo menatap kesal pada putrinya yang selalu ia banggakan itu.


"Tapi ini juga menyangkut kehormatan Istana, Ayah lupa dari Kerajaan lain mencemooh Kerajaan kita hanya karena Ratu bodoh yang menikah dengan Paman dari mantan suaminya! Aku lah yang lebih cocok menjadi Ratu!" Lady Hadley dengan segala obsesinya menjadi seorang Ratu. "Namaku sudah terkenal di Kerajaan lain karena otak jenius ku dalam negosiasi dan memberi ide pada Ayah saat peperangan terjadi."


"Kau salah! Semenjak tangan ajaib Ratu berhasil mengobati, jangankan rakyat yang sekarang berbalik memuja Ratu bahkan Kerajaan lain pun sudah membahas tentang kontribusi Ratu di Kerajaan. Tentang pembangunan kesehatan yang akan dibangun juga pembangunan pendidikan untuk siapa saja yang ingin menjadi tabib sudah tersebar luas. Kabar sembuhnya Kaisar, Pangeran Yaron dan Levon serta sembuhnya Alex dari racun mematikan sudah sampai di telinga Kerajaan-Kerajaan lain. Namamu sudah tidak diingat lagi," Duke Amigo mendapat kabar semua itu dua hari lalu dari mata-matanya di setiap Kerajaan. Tak disangka kini nama Ratu sangat terkenal bahkan diagung-agungkan di Kerajaan lain dan mereka akan mendatangkan satu perwakilan untuk membuktikan kehebatan sang Ratu. Kini bukan waktu baginya untuk melakukan K U D E T 4, tapi waktunya turut mendukung Raja dan Ratu dalam kepemimpinan.


"Aku sudah membuat keputusan. Mulai hari ini, aku akan mendedikasikan hidupku pada Raja dan Ratu baru. Kamu juga!" tegas Duke Amigo.


"Ayah...!!!" teriak Lady Hadley tak terima.

__ADS_1


Tekad dalam hatinya untuk membunuh Ratu dan Raja tak bisa Lady Hadley hentikan, bersumpah akan mencabut nyawa Ratu dan Raja dengan tangan nya lalu dipersembahkan pada suaminya, Pangeran Burke.


__ADS_2