
Istana.
Malam yang sangat sunyi setelah pemakaman Raja Gilmer, seakan semua orang sedang bergelung dengan kesedihan mereka masing - masing.
Di kamar mereka, Safire mengalungkan sebuah jimat pemberian Zabrina katanya untuk mengusir roh jahat dan semacamnya. Jujur, ia tidak terlalu percaya hal - hal mistis seperti itu. Namun jika memikirkan lagi kehidupan nya setelah berada di abab 17, ia tak menampik jika dunia manusia berdampingan dengan dunia lain yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa.
"Apa ini?" Putra Mahkota Otis memegang jimat kalung di lehernya.
"Pemberian Zabrina, saat malam hari aku bermimpi buruk lalu karena curiga dia bergegas menemui Nenek yang tinggal di paviliun belakang. Kata Nenek, memang ada roh jahat yang mendekatiku. Nenek memberikan ini pada Zabrina untuk diberikan padaku. Kamu pakai saja."
__ADS_1
"Apa seseorang menargetkan mu juga? Kalau begitu kenapa memberikan ini padaku, pakai lagi." Putra Mahkota baru saja ingin menarik kalung namun ditahan oleh Safire.
"Kamu calon Raja, bagaimana pun kamu harus tetap menjadi Raja. Ingat apa kata Ayah Kaisar tadi saat aku merawat nya sebelum Ayah tertidur. Keempat Pangeran yang sudah menikah tidak cocok lagi menjadi Raja, kelima Pangeran lainnya masih belum menikah. Ayah hanya percaya padamu, itu artinya kamu paling utama dan terpenting. Aku akan baik - baik saja, percaya padaku."
Putra Mahkota menatap mata sendu Safire, merasa menjadi pria paling beruntung sedunia. "Tetapi bagiku, nyawamu lebih penting daripada nyawaku. Bagaimana aku akan hidup jika kehilanganmu, hm?"
"Jika aku tak bisa lagi ada di sisimu, aku akan selalu hidup di hatimu. Ingat itu," Safire mengangkat tubuh berbaringnya semakin ke atas mensejajarkan dengan tubuh suaminya di atas ranjang lalu mulai mencumbu wajah Otis. "Apa aku berdosa jika ingin tidur bersamamu di hari pemakaman Raja?" bisik lembut Safire dengan suara manja.
"Aku mencintaimu, Safire."
__ADS_1
Bibir Safire tersenyum. Andai diantara kita ada yang harus mati, biarkan aku yang mati. Karena mulai sekarang kamu adalah tombak negeri ini, jadilah Raja yang adil dan bijak nantinya. Seandainya aku tidak bisa bersamamu lagi, lanjutkan hidupmu tanpa aku.
Seminggu berlalu sejak kematian Raja Gilmer, kini posisi kedudukan Raja masih kosong dan belum digantikan oleh Putra Mahkota karena Putra Mahkota Otis belum terlepas dari kecurigaan. Namun, hari ke 10 akhirnya Safire dan Daniel mendapatkan bukti jika itu bukan jejak dari Putra Mahkota dan pedang milik Putra Mahkota Otis telah dicuri. Di depan para pengawas penyelidik dan Menteri pengadilan serta beberapa Bangsawan yang ikut mengawasi penyelidikan dengan semua pembuktian akhirnya Putra Mahkota terlepas menjadi tersangka. Namanya kembali bersih dan penobatan sebagai Raja sudah diputuskan akan diadakan 3 hari lagi karena kedudukan seorang Raja tidak boleh terlalu lama kosong.
"Terima kasih sayang, kamu sudah berusaha membuktikan aku tidak bersalah. Lalu jejak kaki itu milik siapa? Dan... siapa yang mencuri pedangku dari kamar?" tanya Putra Mahkota.
"Masalah siapa pembunuh sebenarnya, aku dan Daniel sebenarnya sudah menyiapkan jebakan saat kamu dinobatkan nanti. Semua Menteri dan Bangsawan serta keluarga mereka akan hadir, bukan?"
"Ya, lalu?" tanya Putra Mahkota kembali bertanya.
__ADS_1
"Aku akan menguji kesetiaan mereka pada Kaisar dan padamu sebagai Raja baru, tunggu saja."
Safire menyipitkan matanya, ia ingin membalas orang - orang yang ingin menjebak suaminya dan membuka kedok mereka di depan umum.