
Bab.51
Persiapan pernikahan begitu cepat, ruang pesta di dalam Istana disulap begitu mewah. Namun keberadaan Pangeran Otis, sang Pengantin lelaki tak terlihat sama sekali, bahkan dikabarkan selama beberapa hari Pangeran Otis terus menerus mabuk dan tak ingin bertemu siapapun.
Alex menemui Safire di ruang kerja wanita itu, yang Kaisar berikan khusus untuk Safire.
Diluar ruangan Albian membuka jalan memperbolehkan Alex masuk.
Tok Tok Tok.
"Ini aku, Alex."
"Masuk."
Alex membuka pintu lalu menutup pintu kembali, menghampiri Safire yang sedang duduk di kursinya seperti sedang menulis sesuatu di buku.
"Ada apa?" tanya Safire tanpa menoleh dan terus menunduk sibuk menulis sesuatu tentang obat-obatan yang akan ia cari dan Daniel dengan berkeliling di abad itu. Ia berniat pergi dari Istana, mungkin butuh beberapa tahun untuk kembali ke Istana. Proses pembangunan rumah sakit pun akan memakan waktu, mungkin saja saat ia kembali pembangunan sudah selesai.
"Aku mau minta obat yang bisa menenangkan Paman, dia terus mabuk dan mengamuk merusak barang-barang." Ujar Alex.
__ADS_1
Tangan Safire yang sedang menulis terhenti, ia berencana akan berangkat pergi dari Istana besok setelah pernikahan Pangeran Otis dan Zabrina.
"Tunggu." Safire lalu membuka kotak obat dan mengambil satu pil obat penenang. "Berikan ini padanya, paksa saja dia meminumnya atau campurkan dengan air minum juga tak jadi masalah."
"Hm," Alex mengambilnya.
"Jika tak ada kepentingan lagi pergilah, jangan ganggu aku." Safire kembali fokus.
"Kamu benar-benar sudah menyerah pada Paman? Aku bisa membantu kalian, kabur lah." Ujar Alex.
Mulut Safire terbuka, tak menyangka akan mendengar saran gila dari Alex. "Kamu ingin Pamanmu mati, kamu ingin menjerumuskan nya!"
Sepeninggal Alex, sepanjang malam Safire terus berada di ruangan kerja bergelut dengan apapun yang bisa mengenyahkan pikirannya dari Pangeran Otis.
Waktu pernikahan tiba, Safire duduk di dekat Kaisar karena permintaan Kaisar sendiri mengatakan Safire harus menjadi pribadi yang kuat.
Pangeran Otis sudah memakai pakaian pengantin dengan jubah kerajaan yang terlampir di punggung, raut wajahnya tenang. Sudut matanya terus tertuju pada Safire, ia mengepalkan kedua tangan untuk tak menarik Safire ke dalam pelukan.
Tiba - tiba seorang pengawal pribadi Kaisar berlari masuk mendekati Kaisar dan berbisik. Lalu, Kaisar bicara sesuatu pada si pengawal. Si pengawal menghampiri Pangeran Otis dan berbisik. "Pangeran, Lady Zabrina menghilang."
__ADS_1
Tak ada respon dari Pangeran Otis, tetap berdiri di depan altar.
Kaisar memerintahkan pada sekretariat untuk membubarkan para tamu undangan Bangsawan dan Menteri-menteri. Tak lama ruangan pesta untuk pernikahan sepi, tertinggal Pangeran Otis dan Safire juga Alex.
Safire menghela nafasnya pelan, mendekati Pangeran Otis yang masih berdiri dengan menyedihkan di depan altar. "Otis..." lirihnya.
"Kamu sudah puas? Kamu senang sekarang, Esmera? Seumur hidupku aku akan dikenal dengan Pangeran yang ditinggalkan oleh calon pengantin wanitanya... aku sudah melakukan keinginanmu." Pangeran Otis berjalan pergi meninggalkan Safire yang berdiri di belakangnya dengan sama kacaunya.
"Maaf, Otis..." gumam Safire.
"Safire..." Alex mendekati Safire.
"Alex, bagaimana ini... aku bersalah padanya. Aku yang menyuruhnya menikah, aku yang mendorongnya... sekarang dia terluka karena aku... hikss..."
Alex merasa kasihan, ia menarik tubuh Safire ke dalam pelukan. Mengelus kepala wanita itu, merasa ikut bertanggung jawab karena tak mencoba lebih keras untuk mempersatukan Paman nya dan Safire.
Pangeran Otis belum pergi jauh, ia membalikkan tubuhnya dan melihat Alex sedang memeluk Safire seketika hatinya yang terluka semakin sakit. Dengan pikiran kalut ia pergi keluar Istana dengan menaiki kudanya.
Tiga hari setelah kejadian itu, Pangeran Otis masih menghilang dan tak ada kabar. Bahkan Safire yang berniat pergi dari Istana untuk berkelana mencari obat-obatan dengan Daniel mengurungkan niatnya untuk menunggu kabar dari Pangeran Otis.
__ADS_1