The Queen Is Doctor Transmigration

The Queen Is Doctor Transmigration
Bab - 73 Penobatan.


__ADS_3

Istana.


Waktu Penobatan Putra Mahkota Otis.


Segala persiapan telah selesai bahkan beberapa para petinggi Istana beserta keluarga sudah berdatangan, beberapa dari mereka adalah penentang pengangkatan Putra Mahkota Otis menjadi Raja, sudah sejak awal mereka menentang saat Putra Mahkota masih menjadi Pangeran dan menikah dengan mantan istri keponakan. Dalam hal apapun itu adalah hal yang dianggap melanggar norma Kebangsawanan bahkan mencemarkan nama baik Kerajaan dari Kerajaan lain dan menjadi cemoohan rakyat. Namun karena mereka tidak berani pada Paduka Kaisar, akhirnya mereka menahan ketidaksetujuan mereka.


Bukan hanya Pangeran kedelapan Pangeran Burke dan Lady Hadley yang ingin Putra Mahkota Otis turun dari posisi nya, namun ada beberapa Menteri Bangsawan yang sudah bersekongkol menjatuhkan Putra Mahkota Otis. Apalagi Lady Hadley sudah mengetahui siapa saja yang menentang penobatan, ia sudah mendatangi dan menghasut mereka sejak awal dan meminta mereka mendukung Pangeran kedelapan. Bahkan Pangeran delapan dan Lady Hadley tak perlu turun tangan membunuh Raja Gilmer untuk menjebak Putra Mahkota, seseorang yang lebih fanatik lebih dulu bertindak.


Waktu penobatan tiba, semua orang sudah berjajar rapi di ruangan khusus. Pintu ganda besar ruangan terbuka, penjaga bersiap mengumumkan Putra Mahkota dan Putri Mahkota yang akan masuk.

__ADS_1


"PUTRA MAHKOTA OTIS BERSAMA PUTRI MAHKOTA AKAN MEMASUKI RUANGAN...!!" suara petugas mengumumkan dengan suara kencang membahana ke seluruh ruangan yang sangat besar.


Putra Mahkota Otis mengayunkan kakinya masuk dengan memakai pakaian seorang Raja serta jubah Raja sudah terlampir di punggung nya. Putri Mahkota Safire dengan pakaian seorang Ratu dengan segala aksesoris nya, berada di samping Putra Mahkota.


Mereka berdua terus berjalan, serigala putih milih Safire mengekor di belakang menatap sekeliling dengan mata buas dan tajam nya, dengan dikawal pengawal Albian dan yang lainnya. Lady Zabrina dan Lady Ziotta berada di belakang Safire merapikan jubah Safire yang terus menyentuh lantai.


Setiap orang yang berjajar di samping kanan dan kiri menunduk memberi hormat saat keduanya berjalan di tengah - tengah mereka. Safire melirik dua keluarga Bangsawan yang ia curigai, menatap dengan dingin.


Putra Mahkota Otis dan Putri Mahkota Safire membalikkan tubuh, Paduka Kaisar maju mendekat dengan dua orang petugas yang membawa Mahkota Raja dan sang Ratu.

__ADS_1


Paduka Kaisar memasang Mahkota di kepala Putra Mahkota Otis yang kini secara resmi menjadi Raja, lalu Paduka Kaisar juga memasangkan Mahkota di kepala Safire yang juga kini sah menjadi Ratu sang penguasa Istana. Sedangkan Ratu sebelum nya, sudah menjadi Janda Ratu.


"Hormat pada Yang Mulia Raja Otis dan Yang Mulia Ratu Safire," teriak petugas.


"SALAM HORMAT PADA YANG MULIA RAJA DAN RATU...!!! Semoga Yang Mulia Raja dan Ratu sehat selalu!" serempak semua orang yang hadir seraya menundukkan kepala kembali.


Paduka Kaisar menghembuskan nafas puas, ia sudah duduk kembali di singgasana miliknya bersama Ibu Suri.


Ratu Safire berbisik di telinga suaminya, "Aku sudah memasukkan ramuan yang dibuat Daniel yang sudah aku ceritakan semalam padamu, Daniel sangat pintar di era modern percayalah padanya."

__ADS_1


"Kamu tidak memasukkan ke dalam minuman Ayah dan Ibu Suri, bukan?" Raja Otis balas berbisik.


"Tidak," Safire menggeleng, ia lalu memberi kode pada orang - orang yang berada di pihaknya termasuk keluarga barunya, Duke Vitto.


__ADS_2