
Bab.47
Sejak kepulangan nya, Safire terus menghindar dari Pangeran Otis. Membiarkan teriakan-teriakan Otis yang memanggil namanya di bawah jendela kamar nya setiap malam. Bahkan setiap saat Safire meminta pengawal dari Kaisar selalu di dekatnya, juga hampir di setiap kesempatan dia selalu berada dekat dengan Alex.
Sikap menghindar Safire terasa oleh Otis, menunggu dan bersabar selama beberapa hari akhirnya dia tak mampu bertahan lagi.
Malam itu Pangeran Otis menunggu di depan pintu kamar Safire, bersedekap dengan punggung menyandar di dinding. Wajah Pangeran Otis sudah sangat buruk, selama hampir seminggu ini bahkan untuk makan saja dia tak mampu mengunyahnya.
Safire tau semua yang terjadi pada Pangeran Otis, dia selalu makan di dalam kamar ingin sebisa mungkin menghindar dari Pangeran Otis termasuk di meja makan. Safire mendengar Pangeran Otis sudah beberapa hari susah makan, kini terlihat jelas wajah tirus lelaki itu.
"Esmera, ini sudah hampir seminggu. Aku terus menunggu sikapmu berubah seperti dulu padaku, tapi semakin hari kamu malah semakin menghindari ku. Aku tak ingin menunggu lagi." Pangeran Otis maju mendekat.
__ADS_1
Pengawal bernama Albian maju menghadang dengan tangan, "Pangeran, Anda jangan menyusahkan saya. Sebelum Lady Esmera mengijinkan, Anda jangan mendekat."
"Albian, aku akan bicara dengan Pangeran Otis. Jagalah disini," Safire melewati tubuh Pangeran Otis membuka pintu kamar menunggu Pangeran Otis masuk.
Klik! Pintu terkunci, Pangeran Otis menguncinya dari dalam kamar.
Safire membalikkan tubuhnya menatap Pangeran Otis dengan asing seolah sejak awal mereka tak pernah ada hubungan apapun, "Bicaralah."
Pangeran Otis maju ingin merengkuh tubuh Safire memeluk tubuh wanita yang selama seminggu ini tak bisa ia sentuh namun Safire menghindar. "Ada apa? Aku tidak mengerti dengan sikapmu, kenapa kamu selalu bersama Alex tapi menghindari ku? Hatiku sakit... Esmera jangan perlakuan aku seperti ini... aku tau kecemasanmu dengan Ayahku dan orang lain karena hubungan kita. Tapi, kita berjanji akan tetap melanjutkan hubungan ini dengan sembunyi-sembunyi. Esmera... dadaku sesak sakit sekali..." lirih Pangeran Otis suaranya sarat kesakitan.
Dengan marah Pangeran Otis menarik tubuh Safire, mencium brutal wanita itu menghentikan perkataan yang sangat menyakiti hati. Safire memukul-mukul dada Otis, namun bukan dilepaskan rangkulan Otis di pinggang Safire semakin mengerat.
__ADS_1
Pangeran Otis tak berhenti sampai disana, tangannya sibuk membuka gaun Safire sampai gaun teronggok di lantai. Tubuh Safire hanya dilapisi gaun dalaman tipis, memperlihatkan tubuh indahnya. Otis membawa tubuh mereka berdua mendekati ranjang menjatuhkan tubuh mereka di atasnya, tangan Pangeran Otis menerobos masuk mengelus kulit telanjang perut Safire semakin naik mengelus dada sintal wanita itu menggenggam nya dengan tangan besarnya.
Tubuh Safire bergairah tapi akal sehatnya masih menahannya, ia menggigit bibir Otis, ciuman Otis padanya terlepas. "K-kau... apa kau sadar apa yang kau lakukan Otis! Kau ingin memperkosaku...!!!"
"Hhhhhhh... hhhhhh..." nafas Pangeran Otis menderu, dadanya kembang kempis. "Sayang... maaff.... aku... tak sengaja... Esmera maaf..." Pangeran Otis bangkit dari tubuh Safire, mengusap wajahnya kasar menyesali perbuatannya menjatuhkan tubuhnya ke lantai, menunduk lesu.
Safire merasa dadanya sesak melihat keadaan mereka berdua sekarang, ia membungkus tubuh setengah telanjang nya dengan selimut. "Otis, kamu cocok dengan Zabrina. Meskipun dia mempunyai kekasih, tapi kamu yang dijodohkan dengannya. Jangan membuat Kakek Kaisar marah padamu, kalau kamu dibuang oleh Kakek Kaisar karena kamu bersamaku. Aku tak ingin bersamamu yang bukan siapa-siapa... "
Wajah Pangeran Otis terangkat, "Aku tak percaya sedikit pun yang kamu ucapkan Esmera... pasti ada sesuatu bukan.. jangan seperti ini padaku... kamu tau aku hanya mencintaimu."
"Tapi aku tak mencintaimu lagi, aku akan kembali pada Alex. Pembatalan pernikahan kami belum diresmikan, aku ingin bersamanya. Demi rasa yang pernah ada diantara kita, aku mohon menikahlah dengan Zabrina dan biarkan aku bersama Alex kembali." Pinta Safire dengan tegas, tak ada lagi keraguan.
__ADS_1
"Esmera... kamu..." bahkan Pangeran Otis tak mampu lagi menatap wajah Safire, dia bangkit berdiri dari lantai dengan tubuh gemetar berbalik pergi keluar kamar tanpa menoleh lagi ke belakang.
Pintu kamar tertutup, seketika Safire menangis terisak. Menggelungkan tubuhnya seperti janin di atas ranjang, menangis semalaman.