
Bab.30
Alex terus memperhatikan gerak - gerik istrinya dan sang Paman, sesekali mereka berdua akan saling menatap dalam diam tanpa terlihat orang atau memberikan anggukan dan gelengan yang tidak Alex mengerti. Ingin rasanya mencekik leher sang Paman membunuhnya dengan kedua tangan nya.
"Pangeran Alex," sapa seorang Lady yang datang mendekatinya.
"Hm, ya? Siapa?"
"Kamu melupakan ku, aku yang pernah memberimu hadiah pelana kuda saat ulang tahun mu yang ke 28 tahun."
"Maaf tapi aku memang pelupa, Lady...?"
"Aku Lady Lilian."
"Ah," Alex mengangguk lalu tatapan nya beralih kembali untuk melihat istrinya. Hilang! Esmera hilang lagi! "Kemana lagi wanita itu!"
Alex pergi meninggalkan Lady Lilian yang masih ingin mendekatinya, menerobos sekumpulan Lady yang sedang berdiri mengobrol.
Langkah Alex terhenti saat melihat istrinya sedang bersama Kaisar dan seorang Lady yang tidak ia kenal.
Pangeran Otis terus melirik ke arah Safire, lelaki itu merasa tak enak saat sang Ayah mengatakan akan mengenalkan satu Lady padanya.
"Otis, aku sudah bicara dengan putri dari Duke Vitto. Namanya Lady Zabrina. Pergilah, bawa Lady Zabrina berkeliling dan menikmati pesta ini," dorong Kaisar dan penuh penekanan.
__ADS_1
"Ayah, aku--"
Safire menggeleng, "Kalau begitu, biarkan Paman kecil bersama Lady Zabrina. Kakek berkeliling bersamaku, ayo."
Safire mengedipkan sebelah matanya pada Pangeran Otis, lalu membawa Kaisar pergi dari sana memberikan Pangeran Otis waktu untuk bicara dengan Lady Zabrina.
Wajah Pangeran Otis memberengut, tapi akhirnya menghela nafas panjang.
"Haha... haha..."
Tawa Lady Zabrina mengagetkan Pangeran Otis, dia menatap wanita itu dengan tatapan aneh. "Apa ada yang lucu?"
"Kamu yang lucu, Pangeran. Kamu harus lebih berusaha menyembunyikan perasaan sukamu untuk Putri Esmera. Dia adalah istri keponakan mu, jangan terlalu terlihat. Apalagi pada orang sepertiku, aku terlalu sensitif dengan keadaan sekitarku. Dan... tenanglah. Aku tidak tertarik padamu, aku sudah mempunyai kekasih," bisik Lady Zabrina dengan senyum ramah.
"Ya, xixixi..."
"Bisakah aku meminta tolong padamu?"
"Wah, kamu ternyata lelaki menjengkelkan Pangeran. Kita baru saja berteman dan kamu sudah meminta tolong."
"Kalau begitu tidak jadi."
"Hei, aku hanya bercanda. Apa yang bisa aku bantu?"
__ADS_1
"Pura-pura dekat denganku, aku tidak ingin dipaksa menikah dengan wanita yang tidak aku suka. Aku akan membalas mu," bisik Pangeran Otis.
"Janji?"
"Aku tidak terbiasa berjanji karena takut tidak bisa menepatinya, katakan dulu keinginan mu baru aku akan berjanji." Ujar Pangeran Otis.
"Aku setuju menjadi pacar pura-pura mu, tapi kamu harus menemani ku saat aku pergi untuk kencan dengan kekasihku."
"Aku? Maksudmu menjadi alibimu untuk keluar rumah?"
Lady Zabrina mengangguk, "Aku juga akan mengajak Lady Esmera sesekali untuk minum teh dan berkuda. Kali itu, aku akan menutup mataku untuk kalian berdua. Saling menguntungkan bukan?"
"Kamu seperti nya sudah berpengalaman?" ujar Pangeran Otis masih dengan berbisik.
"Aku sudah 6 bulan pacaran secara sembunyi-sembunyi dari keluargaku. Kamu tau? Pikiran Ayahku sangat kolot tentang pernikahan. Aku tidak boleh berhubungan dengan putra dari Marquis, setidaknya derajatnya harus setara Duke misalnya seperti kamu yang seorang Pangeran."
"Begitu, lalu apa maksud kamu juga akan membantuku bertemu Esmera diluar?"
"Ini menegangkan, aku suka. Astaga! Cinta gelap antara istri keponakan dan Pamannya. Akan seru! Aku akan membantu kalian bertemu, lagipula aku mendengar tentang penyiksaan Pangeran Alex pada Lady Esmera. Aku mendukung mu, teman."
Keduanya saling bersitatap karena merasa lucu, lalu tertawa tanpa bisa mereka tahan.
Safire menoleh ke arah suara tawa yang ia kenali, wajahnya seketika merah karena cemburu.
__ADS_1
Apa yang Otis tertawakan dengan wanita itu, lihat! Dia terlihat begitu senang?!