
Bab.28
Masa Depan, Tahun 2030.
"Alex...."
Suara samar tapi terdengar oleh Morgan, dia membuka matanya yang kelelahan karena terus menunggu Safire tersadar.
"Safire, sayang... akhirnya!" teriak Morgan melihat kedua mata sang kekasih akhirnya terbuka dari koma nya.
Morgan memijit nurse call, tak menunggu lama para perawat dan Dokter berdatangan. Memeriksa tubuh pasien dengan teliti, lalu membuka selang bantu pernafasan.
"Nona Safire, Anda bisa mendengar ku?" tanya Dokter.
Esmera yang berada di dalam tubuh Safire terdiam, merasa aneh dengan sekeliling nya. Tunggu! Apa ini tubuh Safire? Wanita yang masuk ke dalam tubuhku?
"Nona?"
"Sa... ya... bisa mendengar." Esmera terbata-bata.
"Pelan-pelan, Anda sudah tak sadarkan diri selama beberapa hari. Bisa dikatakan koma, jadi tidak perlu tergesa-gesa."
Morgan mendekati kekasihnya, "Jangan memaksakan diri, aku selalu di sisimu. Jika ada yang kamu inginkan, katakan padaku."
__ADS_1
Siapa dia? Astaga, aku kira aku akan menghilang setelah bertemu Safire waktu itu, ternyata jiwaku malah terseret ke tubuhnya.
"Baik, kondisi Nona Safire semuanya baik. Kita akan memeriksa kondisi selanjutnya. Kami permisi." Para Dokter pergi dari ruangan rawat.
Morgan segera duduk menarik tangan kekasihnya, "Aku tau kamu akan kembali, aku tau itu..." tangan besarnya mengelus pipi tirus dan pucat sang kekasih dengan lembut.
"Kamu siapa?" Esmera sudah terjebak dalam tubuh Safire, lebih baik dia berpura-pura Amnesia.
"Sayang!" Morgan terhenyak, menatap wajah kekasihnya dengan pandangan tak percaya.
Sekali lagi Morgan memijit nurse call, perawat dan Dokter datang memeriksa.
"Dok, ada apa? Kenapa Safire tak mengenaliku?"
"Apa?!" Morgan menahan tubuhnya agar tak terjatuh, dia melihat ke arah Safire yang sedang menatapnya seperti melihat orang asing.
Dokter selesai memeriksa, "Maaf, sepertinya Nona Safire kehilangan ingatan nya. Kemungkinan Nona Safire mengalami Amnesia retrograde. Penderita amnesia retrograde akan kesulitan dalam mengingat peristiwa yang terjadi sebelumnya. Gejala dari amnesia retrograde biasanya dimulai dari kehilangan ingatan yang baru saja terbentuk dan kemudian berlanjut dengan kehilangan ingatan lainnya. Pengobatan ini akan memakan waktu, harap bersabar."
Morgan mengusap wajahnya kasar, merasa kasihan pada sang kekasih.
Setelah paramedis pergi, Esmera kebingungan dengan lelaki yang berwajah menyedihkan yang berdiri di samping nya.
"Sir, aku siapa dan kamu?"
__ADS_1
Morgan menghembuskan nafas perlahan, berusaha sabar. Dia tersenyum tak ingin terlihat menyedihkan di depan sang kekasih.
"Namaku Morgan, aku kekasihmu."
Ah! Jadi kekasih Safire.
"Aku tak sadar selama berapa hari?"
"Hampir seminggu, bagaimana perasaan mu?"
"Entahlah, ini terasa asing untukku," jawab Esmera matanya merotasi ruangan yang begitu mewah dan asing baginya. Namun, saat memikirkan kehidupan nya di masa-nya, perasaan nya untuk Alex juga sudah mati saat lelaki itu menyiksanya malam itu hingga dia mati.
Mati? Perasaanku untuk Alex? Benarkah? Tapi kenapa aku sangat merindukan nya?
"Kamu sedang memikirkan apa?" tanya Morgan.
"Tidak, jadi aku adalah?"
"Kamu Safire, Dokter yang sedang melakukan penelitian medis tentang virus. Kamu, kita dan para tim penelitian belum mendapatkan antivirus..." ucapan Morgan terhenti saat melihat dahi Esmera mengerut.
"Maaf, aku terlalu bersemangat karena kamu bangun dari tidur panjangmu." Morgan maju mendekat ingin mencium bibir Esmera, wanita itu dengan cepat menutup bibirnya dengan tangan. Gerakan Morgan terhenti, dia merasa canggung. "Maaf."
Esmera merasa kasihan pada kekasih Safire, sepertinya akan sulit untuk Safire kembali ke tubuhnya sendiri.
__ADS_1
Apa aku juga akan terjebak dalam tubuh Safire untuk selamanya dan tak bisa bertemu Alex lagi?