The Queen Is Doctor Transmigration

The Queen Is Doctor Transmigration
Bab - 48 Apa Kamu Masih Ingin Aku Bersandiwara Denganmu?


__ADS_3

Bab.48


Siang itu Safire sedang menunggu kedatangan Daniel yang akan mendiskusikan tentang rumah sakit sementara yang rencananya akan mereka bangun dengan kebijakan dari Kaisar tentang semua biaya yang akan dikeluarkan untuk pembangunan.


Safire berjalan melewati ruang tunggu tamu, suara gelak tawa yang terdengar tidak asing di telinganya terdengar.


"Astaga Zabrina, seleramu memang sangat unik. Lihat lah kain ini, kenapa kamu ingin menghadiahkan untukku. Jika kain ini dibuat menjadi pakaian ku, itu akan terlihat mengerikan... hahaha..." Pangeran Otis tertawa terbahak - bahak di dalam sana.


Degh!


Safire meremas dadanya, dia menggeleng melanjutkan langkahnya. Di depan pintu Istana Alex baru saja datang dari menyelidiki kasus penyerang Levon, "Kamu sudah datang, bagaimana penyelidikan nya?"


"Lumayan, sudah ada titik temu, kamu masih menunggu Daniel?" tanya Alex.


"Hm, ambil ini. Kamu sudah berjanji akan membantu kami," Safire menaruh tumpukan buku - buku yang ia dan Daniel tulis beberapa hari ini. Tentang apa saja alat - alat seadanya yang harus disiapkan di abad itu, karena tidak mungkin ada alat modern disana.


"Kenapa tidak suruh Albian." Alex menangkup buku - buku besar itu ke dalam pelukan, dia menatap si pengawal.

__ADS_1


"Albian harus siap dengan pedang nya melindungiku, sudahlah jangan protes. Kamu boleh pergi lebih dulu ke ruangan kami, atau menunggu kedatangan Daniel bersamaku disini," ujar Safire.


Alex melihat Paman nya Pangeran Otis dan Lady Zabrina keluar dari ruang tunggu tamu, dia mendekatkan tubuhnya pada Safire berbisik, "Apa kamu masih ingin aku bersandiwara denganmu, kamu ingin Paman menjauhi mu?"


"Apa Pamanmu berjalan kesini?" balas Safire sama berbisik nya.


"Ya, mau mulai?" tanya Alex seraya tersenyum.


"Kenapa kau seperti menikmati keadaan kami?!" Safire menggeram kesal.


"Tentu saja, Paman merebutmu dariku. Aku akan--"


Pangeran Otis mendekat bertanya dengan suara ceria, tak ada lagi suara memelas atau kesedihan seperti semalam.


"Ini buku - buku milik Esmera, kami sedang melakukan sesuatu," jawab Alex, lelaki itu melirik Safire.


"Siang, Lady Esmera... ah bukan Lady, apa masih menjadi Putri karena Anda akan kembali bersama Alex?" sinis Pangeran Otis.

__ADS_1


Safire menahan diri, lalu tersenyum. "Siang Pangeran Otis, salam Lady Zabrina. Panggil saja aku dengan sesukamu, Paman."


"Salam Putri Esmera, kami baru akan pergi berkuda. Anda ingin ikut kami?" ajak Lady Zabrina.


"Saya sedang sibuk, silahkan kalian pergi berdua. Saya menunggu kabar baik akan pernikahan kalian," sahut Safire masih dengan senyuman di bibirnya.


Pangeran Otis bahkan tak menyanggah perkataan Safire seolah dia benar-benar akan segera menikah dengan Lady Zabrina.


Suasana terasa canggung, Alex ingin mengatakan sesuatu namun suara seseorang terdengar.


"Lady Esmera, aku datang..." Daniel lari tergopoh - gopoh seraya membawa sesuatu di genggaman tangan nya.


"Ayo," ajak Safire. Ia menoleh ke arah Otis dan Zabrina. "Kami permisi, semoga hari kalian menyenangkan." Setelahnya dia berjalan pergi di ikuti pengawal Albian, Alex dan Daniel yang sudah menyapa Pangeran Otis.


Melihat wanita yang dicintainya di dampingi 3 lelaki tanpa dirinya membuat hati Pangeran Otis semakin sakit, "Aku merasa tak berharga di matanya," lirihnya.


Lady Zabrina menepuk pundak Pangeran Otis, "Kamu juga bersandiwara terlalu berlebihan tadi, kenapa tertawa keras. Kamu ingin Esmera cemburu dan kembali padamu, tapi menurutku Esmera sudah bertekad mengakhirinya denganmu. Pangeran, aku juga sudah didesak oleh Ayahku untuk menikah denganmu. Jika mereka melihat kita akrab seperti ini, bukankah Kaisar dan Ayahku menganggap kita sudah saling menerima? Ide ini sangat tidak masuk akal bagi kita yang tidak ingin bersama," protes Lady Zabrina.

__ADS_1


"Ayo pergi, bukankah kekasihmu sedang menunggu?" Pangeran Otis tak ingin menjawab perkataan Lady Zabrina berjalan keluar dari dalam Istana dengan pikiran kalut dan hati terlukanya.


__ADS_2