The Queen Is Doctor Transmigration

The Queen Is Doctor Transmigration
Bab - 42 Gelar! Dame Of Doctor The Palace ( Lady Dokter Istana )


__ADS_3

Bab.42


Sepanjang hari Safire mencari sosok Pangeran Otis di Istana, namun sampai malam tiba belum terlihat wajah lelaki itu. Perasaan nya tiba-tiba tak tenang, rasa cemburu membakar hatinya saat mendengar Pangeran Otis pergi keluar bersama Lady Zabrina untuk lebih mendekatkan diri.


"Ekhmm !!!" Kaisar yang sejak tadi bicara tapi tak dianggap oleh Safire berdehem dengan keras.


Kepala Safire tersentak, pikiran nya saat ini sedang tak ada disana. "Maaf, Kakek. Anda berkata apa tadi?"


"Besok ikut denganku bertemu seseorang, dia mirip sekali denganmu. Aku bertemu dengan nya sekitar 10 tahun lalu, sekitar gerhana bulan. Cara bicaranya persis sepertimu, namun dia tidak mempunyai alat-alat aneh seperti dalam kotak mu. Dia memberiku surat, hari ini dia kembali setelah berkelana 2 tahun lamanya, katanya ingin menjelajahi dunia ini."


"Mirip sepertiku? Wanita?"


"Pria, mungkin sekarang usianya 36 tahun. saat bertemu usianya sekitar 26 tahun, ya." Kaisar mengangguk - anggukan kepalanya yakin.


Mirip sepertiku, cara bicaranya juga? Apa ada seseorang sepertiku dari masa depan yang terjebak di dunia masa lalu?


"Namanya Daniel," ujar Kaisar lagi. "Besok kita ke kediaman nya."

__ADS_1


"Baik, Kakek. Sekarang istirahatlah, aku juga lelah ingin kembali ke kamarku." Safire mulai beranjak bangun dari duduknya.


"Esmera," panggil Kaisar.


"Ya, Kakek."


"Bagaimana hubungan mu dengan Alex?"


Safire menghela nafas pelan lalu duduk kembali, dia menarik tangan mengerut sang Kaisar mengusap penuh kasih. "Kakek, bisakah aku berpisah dengan Alex dan membatalkan pernikahan kami? Aku dan Alex sudah bicara, kami berdua sudah sepakat untuk berpisah."


Kaisar menghembuskan nafasnya pasrah, "Jika itu keputusan mu dan Alex, aku akan menitahkan sekretariat Istana mengumumkan pembatalan pernikahan kalian."


Sang Kaisar pernah mendengar perkataan yang sama, Daniel pernah mengatakan jika tak punya tempat untuk kembali seolah tempat mereka sekarang bukan lah tempat sebenarnya.


"Kamu boleh tinggal di Istana, kamu akan aku beri gelar agar bisa terus tinggal di Istana. Para Menteri dan Bangsawan tidak akan bisa berkata apapun." Kaisar memutuskan.


"Gelar, aku?"

__ADS_1


"Ya, aku akan memberimu gelar Dame Of Doctor The Palace ( Lady Dokter Istana )."


"Kakek Kaisar!" seru Safire terkejut.


"Kamu selalu mengoreksi ku saat aku memanggilmu tabib, kamu ingin aku memanggilmu Dokter. Setelah gelar ini diberikan padamu, kamu resmi menjadi salah satu pejabat Istana. Mendapatkan kediaman sendiri diluar Istana, namun... kamu juga berhak tinggal di Istana karena kamu seorang Tabib Istana."


Refleks Safire memeluk sang Kaisar, merasa beruntung mendapatkan kemurahan hati Kaisar padanya. "Terima kasih..."


"Baik, sekarang lepaskan pelukan mu. Tubuhku sudah renta, tak kuat menahan beban berat tubuhmu." Canda Kaisar.


Safire melepas pelukan nya, seketika tertawa keluar dari mulutnya bahkan pikiran tentang Pangeran Otis pun sekejap hilang dari pikirannya.


Safire keluar dari kamar Kaisar dengan senyum lebar di bibirnya, kebetulan Alex baru keluar dari ruangan penyimpanan berkas - berkas seharian mengurus tentang penyerangan Pangeran Levon. Seketika dia penasaran ingin tau apa yang membuat wajah wanita itu bahagia.


Alex menghadang jalan Safire, "Ada kabar apa? Kenapa kamu terlihat bahagia?"


"Mau tau aja atau mau tau banget?" canda Safire.

__ADS_1


Namun seperti biasanya candaan nya tak ditanggapi oleh Alex. Manusia kaku! pikir Safire.


"Kita bicara di kamar, kamu juga harus tau karena ini tentang kita. Ayo..." Safire berjalan lebih dulu menuju kamar Alex yang selalu ditempatinya di dalam Istana, sebentar lagi dia akan mempunyai kamar sendiri dan juga jabatan.


__ADS_2