The Queen Is Doctor Transmigration

The Queen Is Doctor Transmigration
Bab - 64 Tangkap!


__ADS_3

Abad 17, Kerajaan.


Putra Mahkota kembali ke Istana Kerajaan tanpa membawa Safire bersamanya, dikawal para veteran prajurit dan pengawal milik Duke Vitto.


"Kakak, aku kembali." Pangeran Mahkota Otis memberi hormat pada Raja Gilmer.


"Alex masih belum sadar?"


"Belum. Bagaimana keputusan kakak, aku harus segera melakukan penyelidikan."


Raja Gilmer memandang adik bungsunya dengan pandangan lelah, ia tau dirinya sebagai Raja tak seharusnya menunda penangkapan putranya Pangeran ke -2, Bancroft. Ia masih ingin melihat perubahan pada diri putra keduanya itu, namun kini sepertinya semuanya sia - sia.


"Sebelum melakukan penyelidikan, tangkap lebih dulu keponakan mu Pangeran ke -2. Kemudian baru lanjutkan penyelidikan tentang penyerangan padamu, apa ada bukti saat penyerangan semalam?"


"Para veteran membantu kami mengumpulkan bukti di tempat penyerangan dan beberapa penyerang sudah ditangkap dan sekarang ada di penjara."


Baru saja perkataan Putra Mahkota Otis keluar, seseorang masuk. "Gawat Putra Mahkota, para penyerang yang di dalam penjara meminum racun rahasia mereka dan bunuh di ri. Tak ada yang selamat."


"Apa?!" Putra Mahkota Otis seketika berlari keluar diikuti Raja Gilmer.

__ADS_1


Benar saja keenam penyerang yang diamankan sudah tergeletak mati dengan buih busa yang telah keluar dari mulut mereka.


Putra Mahkota meninju dinding penjara dengan tinjunya, "Arght!"


Raja Gilmer memandang adiknya, "Cepat tangkap Pangeran Bancroft!"


Putra Mahkota Otis tak menunggu lama, berlari diikuti para pengawal menuju kediaman para Pangeran.


"Buka pintu!" teriak Putra Mahkota Otis pada penjaga diluar kediaman Pangeran ke -2.


Para penjaga saling melirik mereka mengangguk karena tidak mungkin melawan sang Putra Mahkota lalu membuka pintu.


"Pangeran Bancroft keluar!"


Sang istri Putri Isabel tergopoh - gopoh keluar, "Ada apa, Putra Mahkota? Kenapa berteriak memanggil suamiku?" tanya Putri Isabel anak dari Duke Elton, Menteri Pajak.


"Suamimu diduga melakukan tindak kejahatan penyerangan dan percobaan pembunuhan. Kami harus menangkap untuk menginterogasi, dimana dia?"


Putri Isabel tercengang, tubuhnya limbung ditahan oleh para pelayan wanita yang mendampingin nya.

__ADS_1


"Aku disini..." Pangeran Bancroft berjalan mendekati sang Paman yang berdiri tegak dengan wajah yang mengeras.


"Tangkap dia!" titah Putra Mahkota pada para pengawal.


"Tunggu! Paman jelaskan dulu kesalahanku!" Pangeran kedua menolak.


"Semalam kamu menyerang rombongan kami menuju Mansion Duke Vitto, kau ingin membunuhku dengan menyerang bahkan Alex kini masih belum sadarkan diri! Jangan mengelak, selama ini kami sudah mengantongi bukti kejahatanmu yang sengaja membawa bakteri pada Pangeran Yaron, mencoba menenggelamkan Alex dan menyerang Pangeran Levon. Semalam kamu juga yang menyerang ingin membunuhku! Tangkap dia!" sekali lagi Putra Mahkota Otis memerintah.


Kali ini para pengawal segera menangkap Pangeran kedua, Pangeran Bancroft memberontak karena tidak merasa melakukan penyerangan semalam. "Bukan aku! Paman bukan aku yang menyerang semalam!"


Namun Putra Mahkota yang murka tak ingin mendengar pembelaan sang keponakan, dia membalikkan tubuh keluar dari kediaman Pangeran kedua dengan wajah dingin.


Pangeran kedua dibawa ke ruangan penjara khusus anggota kerajaan, Raja Gilmer sudah menunggu disana. Ia menatap kecewa pada putra keduanya, menggeleng sedih.


"Ayah kira kamu akan berubah, tapi sekali lagi kamu melakukan kejahatan. Kenapa? Mereka semua adalah saudara-saudaramu. Yang ingin kamu bunuh semalam adalah Putra Mahkota, Paman mu sendiri. Kini, nyawa Alex masih dalam bahaya karena racun. Kau keterlaluan!" Raj Gilmer berteriak marah.


"Ayah, aku bersumpah. Bukan aku, bukan__"


Plakkkk!

__ADS_1


Belum selesai Pangeran kedua membela diri, tamparan keras bersarang di wajahnya. Sang Raja sudah muak dengan pembelaan Pangeran kedua sejak kecil, kelakuan putranya yang selalu abnormal sudah sering ia biarkan namun kini sudah berapa kali nyawa putra - putra nya yang lain menjadi korban.


__ADS_2