
Bab.56
Masa Depan, 2030.
Sepanjang malam Safire dan roh Esmera bercerita kehidupan masing - masing dari sejak kecil, meskipun Safire mempunyai ingatan Esmera tapi mendengar Esmera bercerita langsung itu terasa berbeda.
"Maaf Esmera, aku tau kamu ingin kembali ke tubuh aslimu dan ke duniamu untuk bertemu Alex tapi biarkan aku menjadi egois. Andaikan diantara kita yang dikirim kembali ke masa lalu, biarkan aku yang pergi. Bisakah kamu bertahan di duniaku? Aku benar-benar tak ingin kehilangan Otis," ujar Safire.
Roh Esmera tersenyum, "Aku bisa menahan rinduku pada Alex, kamu pergilah. Tapi, andai bisa aku ingin kita berdua kembali ke masa lalu, andai bisa..."
"Ya, andai saja. Jika kita berdua berada di masa lalu, sepertinya kita bisa menjadi saudari. Iya, kan?" ujar Safire.
Dugh!
Dugh!
"Safire...!! Buka! Ayo bicara! Aku sudah katakan aku tidak terima kamu memutuskan hubungan kita! Buka!"
Dugh!
__ADS_1
Morgan terus menggedor pintu unit Apartemen Safire dengan keras, suara pria itu seperti orang mabuk.
"Ada apa dengan Morgan? Kami sudah selesai bicara, kenapa dia membuat keributan!"
Safire mengayunkan kakinya ke arah pintu dengan roh Esmera melayang di samping nya. Ia membuka pintu.
Morgan masuk dengan tubuh sempoyongan, matanya teler. Pria itu benar - benar mabuk.
"Kamu mabuk dan membuat keributan? Morgan, kamu seorang Menteri jaga sikapmu." Safire sebenarnya merasa sedikit kasihan, karena perasaan nya berubah dan mencintai Otis dia bahkan menyakiti Morgan pria yang mencintainya. Ternyata ada hati yang ia sakiti, apa dia menjadi wanita kejam? Apa dia dihukum juga seperti Esmera dan akhirnya dijauhkan dari pria yang dicintai nya?
"Aku tidak terima kamu berubah! Aku tak terima kita berpisah! Bahkan kita sudah berjanji akan menikah setelah menemukan obat virus nya... sayang... hatiku sakit... aku mencintaimu sampai rela mati... katakan apa salahku? Apa selama ini aku kurang memberikan perasaan cintaku padamu? Hah..." Morgan maju mendekat.
Morgan seketika emosi melihat Safire menghindar, bahkan untuk berdekatan saja wanita itu sudah tak mau.
"Safire, kau berubah! Aku tidak berniat memaksamu dan hanya mendekatimu! Tapi kamu bahkan seperti ji jik padaku! Apa salahku?! Hah!" Morgan mencekal bahu Safire dengan emosi.
"Morgan! Lepaskan! Aku sudah katakan bukan kamu yang salah tapi hatiku yang berubah! Aku tidak bisa mencintaimu lagi! Lepas!"
"Aku nggak akan melepaskan mu! Jangan bermimpi!" Morgan membopong tubuh Safire ke atas bahunya berjalan sempoyongan ke kamar lalu menjatuhkan dengan keras tubuh Safire ke atas ranjang. Morgan menerjang tubuh Safire yang masih terbaring, dengan kasar memaksa mencium Safire. Safire memberontak, dia menendang dengan lututnya tapi Morgan menjepit kakinya hingga tak bisa bergerak lagi.
__ADS_1
Roh Esmera mengigit jarinya, ingin membantu Safire tapi tak bisa berbuat apapun dengan tubuh transparan nya. "Safire!!! Oh tidak! Bagaimana ini! Pria ba jingan!" tangan transparan Esmera lalu memukul-mukul tapi itu sia - sia.
"Oh tidak! Oh tidak!" roh Esmera terus mencakar punggung Morgan meskipun tak ada hasilnya.
Pakaian Safire sudah sobek dan ditarik kasar oleh Morgan, kejadian ini terasa dejavu bagi Esmera dan Safire. Malam itu, di malam Alex menyiksa Esmera.
"Safire..." lirih roh Esmera tak bisa berbuat apapun.
Tiba - tiba entah kekuatan dari mana, Safire berhasil mendorong tubuh berat Morgan. Bibir Morgan berdarah, Safire menggigitnya. Dengan cepat Safire berlari keluar kamar ingin kabur keluar Apartemen, namun gagal. Morgan berhasil menyusul tangan Morgan berhasil menarik tubuh Safire.
Safire memberontak, dia menendang menggigit lengan Morgan. Tubuh Safire terlepas dari cekalan Morgan tapi terlempar ke samping.
Dugh!
Kepala Safire terbentur pinggiran meja pantry, seketika tubuh Safire merosot ke bawah lantai tergelak dengan darah mengalir deras dari bawah kepalanya.
"Safire!" teriak roh Esmera.
Morgan menatap nanar tubuh Safire yang tergeletak dengan darah mengalir ke arah kakinya, tubuhnya ambruk ke lantai. "Sayang... Safire..."
__ADS_1
Flashback Safire di masa depan sebelum kembali ke masa lalu OFF.