
Bab.58
Kaisar memandang kedatangan kedua orang yang sedang ia bicarakan, "Kemari, duduklah."
Pangeran Otis mendudukkan lebih dahulu Safire di kursi baru kemudian ia duduk.
"Salam, Pangeran Otis." Hormat Duke Vitto.
"Salam, Duke." Balas Pangeran Otis.
"Aku tak ingin bicara bertele-tele lagi, kalian berdua sudah mendengar ucapan ku tadi. Menikahlah secepatnya, namun setelah Duke Vitto mengangkat Esmera menjadi putrinya," ujar sang Kaisar.
"Terima kasih Kakek Kaisar, aku akan berbakti pada Istana untuk rasa terima kasihku." Ujar Safire. "Bolehkan aku meminta satu permohonan lagi, saat aku diangkat putri oleh Duke Vitto... aku ingin mengganti namaku menjadi Safire."
__ADS_1
Kaisar hanya mengangguk, ia menoleh pada Duke Vitto seolah ingin mendengar jawaban dari lelaki yang berpengaruh dalam politik Istana.
"Saya tidak keberatan Kaisar, tapi... bolehkan saya bertanya kenapa Anda menginginkan saya mengangkat Lady Esmera sebagai anak?" tanya Duke Vitto.
"Kalian berdua akan saling menguntungkan, suatu hari kamu akan menerima kebaikan dari Esmera dan Esmera akan menerima kebaikan darimu. Kalian akan sama-sama saling berterima kasih nantinya, dan mungkin kamu akan menyayangi Esmera nantinya." Sahut Kaisar.
Duke Vitto tak pernah sekalipun meragukan perkataan atau keputusan Kaisar sejak dulu saat dia masih menjabat sebagai Jenderal besar. Kini, ia masih mempercayai semua ucapan sang Kaisar padanya.
"Baik, Kaisar. Saya tidak akan mempertanyakan lagi keinginan Anda, saya akan menamai Lady Esmera memakai nama keluarga saya menjadi Safire Darell," Duke Vitto mengangguk.
"Ya, Paduka. Saya sudah menulisnya." Jawab Kepala Sekretariat.
Saat keinginan terakhir Sang Kaisar terucap, Duke Vitto menarik nafas terkejut. Dia menoleh pada Pangeran Otis, pantas saja Kaisar ingin menikahkan Pangeran Otis dengan keturunan nya. Apa karena posisi nya yang kuat saat ini di dalam politik Istana? Pikir nya.
__ADS_1
"Apa kamu mengerti sekarang kenapa aku ingin menikahkan Putra bungsuku dengan keturunan mu?" tanya Kaisar pada Duke Vitto, ia tau Duke Vitto adalah orang pandai.
"Saya mengerti, Paduka."
"Apa kamu keberatan mendukung Otis menjadi Putra Mahkota untuk naik Tahta nantinya menggantikan putra pertamaku, Raja Gilmer?" tanya Kaisar kembali.
"Saya tidak keberatan, saya akan mendukung Pangeran Otis karena istrinya nanti adalah putri saya," jawab Duke Vitto penuh ketegasan.
Kaisar menghela nafas puas, ia mengangguk.
Pangeran Otis menggenggam tangan Safire, wajah mereka berdua begitu bahagia.
"Terima kasih, Ayah." Safire tersenyum menatap Duke Vitto.
__ADS_1
Wajah Duke Vitto memerah sedikit malu karena dipanggil Ayah oleh wanita yang sangat diagung-agungkan dan sepertinya sangat disayangi oleh Kaisar. Ia hanya mengangguk.
Esoknya... berita tentang pelepasan Lady Esmera dari keluarga Duke Jourell dan telah diangkat anak oleh Duke Vitto menggemparkan seluruh kediaman Menteri dan Bangsawan. Apalagi saat mendengar gelar istimewa yang akan diberikan pada Safire, juga pernikahan Safire dan Pangeran Otis yang digadang-gadang akan dilangsungkan secara besar-besar di dalam Istana. Bahkan kabarnya setelah pernikahan, Paduka Kaisar akan secara resmi mengangkat Pangeran Otis menjadi Putra Mahkota dan sudah memperketat keamanan bagi Lady Safire dan Pangeran Otis calon Putra Mahkota dan calon Putri Mahkota.