
"Berbalik ke arah ku"
Via merasa kalah dengan perkataan Zack. Tanpa sadar via berbalik dan menangis. Via tau kalau itu bukan lah dirinya, ia yakin kalau ini adalah perasaan Olivia asli.
Ya ampun Olivia! kau membuatku malu di hadapan Zack! Tapi aku juga ingin menangis sih, aku juga lelah dengan semua ini, aku kapan kembalinya.. huhu...
"Hiks...hiks..hiks..." tangis via.
"Menangislah" kata Zack. Via mulai menangis tersedu-sedu. Dan mulai jatuh di pelukan Zack.
Deg?! Aku memang menyuruhnya menangis, kenapa jadi bersandar sih? Batin Zack.
Zack yang salah tingkah. dengan tenang mulai mengontrol perasaannya dan menepuk punggung via dengan pelan.
...****************...
Di sisi lain...
"Hmm... Papa sama Via Kemana yah?" Tanya Lea.
"Entahlah? Aku ke kamar mandi dulu ya sekalian aku akan mencari mereka!" Kata Leo sembari meninggalkan pesta.
Leo buru-buru pergi ke kamarnya. Tiba-tiba terdengar suara Isak tangis dari ruang tamu.
Hmm.. suara tangis? Siapa yang menangis?
Leo mulai mendekati arah ruangan tersebut. Betapa terkejutnya Leo yang salah paham melihat Zack dan via berpelukan.
Woah! Pemandangan apa ini? Aku harus memberitahu Lea.. aduduh.. kebelet!!
...****************...
Selang beberapa waktu, Zack dan via kembali ke dalam pesta. Stella merasakan keberadaan mereka.
"Ah... Via kau dari mana saj-- oh tidak! Wajah mu kenapa? Kau habis menangis? sepertinya matamu bengkak" kata Stella khawatir melihat mata via mulai membengkak karena terlalu lama menangis.
__ADS_1
"Ah... Ini... Tidak apa-apa Stella. Jangan khawatirkan aku" ucap via. Louis yang berada disampingnya Stella melihat sang tuan bergantian.
"Hmm... Apa duke yang telah--" kata Louis.
"Ada apa dengan ku?" Tanya Zack yang tidak terima di ledek oleh kstaria nya itu.
"Ini tidak ada hubungannya dengan Duke, tuan"sela via.
"Kalau gitu ayo via" kata Stella yang langsung mengajak via menjauhi kerumunan di pesta.
Louis yang ditinggal Stella, kini bersama Zack. Louis tak henti-hentinya meledek Zack.
Walaupun Zack seorang Duke yang disegani, tetapi Louis dan Zack sudah seperti sahabat sejak lama.
"Benar kan Duke yang membuat via seperti itu?" Ledek Louis. Zack yang mendengarnya acuh tak acuh padanya.
"Lebih baik kau diam daripada ku bakar mulut mu" kata zack lalu pergi meninggalkan Louis.
"Ya ampun Duke! Anda meninggalkan saya? Tungguuu...."
***
mau tidak mau via menceritakan kejadian yang ada di ruang tamu. Stella serius mendengarkan dan juga tidak menyangka apa ada orang tua yang memaksa anaknya untuk kembali ke rumah seperti neraka itu.
"huh! bagaimana bisa kau diperlakukan seperti itu! aku.. aku tidak terima... apa kita harus ke kediaman nya! aku akan memberitahukan yang sebenarnya kalau kamu tidak suka di sana!" marah Stella.
"Sudahlah Stella, lagipula aku baik-baik saja sekarang. Sepertinya aku sudah memutuskan.."
"Semoga kau mendapatkan kebahagiaan yang kau inginkan via" Stella langsung memeluk hangat sahabatnya itu. Via membalas pelukannya.
Tak lama kemudian datang Lea dan Leo menghampiri mereka.
"Via, ada apa?" Tanya Lea.
"Tidak apa-apa lea, ohiya bagaimana kue nya? Kue itu saya yang buat" kata via mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Wahh... Benarkah? Enak sekali via! Paman Alex saja ingin membawa setengah kue itu!" Kata Leo.
"Syukurlah kalau begitu" kata via yang tiba-tiba pandangan nya teralihkan ketika melihat wanita memakai baju pelayan sendirian di sana.
Itu pasti dia! Akan ku ingat waja--, hah? Kenapa jadi banyak sekali yang memakai baju pelayan? Batin via.
Yang tadinya merasa senang mendapati wanita yang ia temui di lorong tetapi ternyata muncul wanita lain dan lelaki yang memakai baju pelayan.
"Stella, aku mau bertanya? Kenapa mereka semua memakai baju seragam? Bukannya Duke memerintahkan kita semua mengenakan pakaian bebas?" Tanya via pada Stella.
"Sepertinya mereka bagian dari dapur. Mereka harus tetap bekerja kan karena membuatkan kita makanan. Memangnya ada apa via?"
"Seperti itu ya, tidak apa-apa. Aku hanya bingung saja, hahah..." ucap via diikuti suara tawa kecil agar tidak membuat mereka bertanya-tanya lagi.
...****************...
TOK...TOK...
"Masuk" kata orang di dalam ruangan itu.
CEKLEK (suara pintu terbuka)
Wanita berambut hitam panjang itu masuk dengan raut wajah serius. Sambil memegang secarik kertas lalu meletakkan di atas meja.
"Ini, sepertinya saya akan melakukannya... Duke." Kata wanita itu.
Duke mengambil dan membaca kertas itu dengan seksama lalu mengangguk kecil.
"Baiklah, kalau begitu!"
...****************...
Hay guys! terimakasih yang telah membaca novelnya, 😊
semoga kita semua di beri kesehatan 💪
__ADS_1
tetap semangat
see you again 😃