
...WARNING!!...
...YANG PUASA SILAHKAN DI SKIP SAJA DULU CERITANYA...
...Entar kepikiran yang macam-macam lohh...
"Apa anda tidak merasa lelah? Aku sangat lelah karena berdesakan dengan para bangsawan" Kata Merlin.
"Istana kami menerima penginapan bagi bangsawan, tapi jika kau mau aku bisa meminta pelayan memberikan satu kamar untuk mu"
"Benarkah? Terima kasih yang mulia, aku merasa terbantu,"
"Jangan katakan nama mu adalah Merlin, kau bisa mengganti dengan nama lain dan katakan kau berasal dari daerah yang cukup jauh"
"Baik yang mulia!" Austin pergi untuk meminta pelayan menyiapkan sebuah kamar. Merlin tersenyum puas. Ia berhasil untuk dapat tinggal di istana.
...****************...
Pesta masih berlangsung. Setelah mendapatkan kamar, Merlin langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Huft... Melelahkan sekali!" Gumam Merlin. Di sana terdapat gambar-gambar yang terpajang di dinding. Matanya tertuju pada sebuah lambang kerajaan. Terakhir ia melihat lambang itu ketika Ken tertusuk panah dengan berlambang kerajaan.
"Ternyata memang benar, Austin sialan! Kau menyuruhku menyingkirkan Blair dan kau juga telah... membunuh satu-satunya keluarga yang aku punya! Aku tidak akan tinggal diam sekarang!" Gumamnya lagi. Hanya perlu beberapa jam lagi sampai ia beraksi.
Tepat jam 1 malam, para bangsawan yang menginap di istana utama pergi ke kamar masing-masing. Ada juga sebagian pulang ke Mansion mereka. Claude, Irene, dan baby Alex beristirahat di kerajaan putra mahkota.
Begitu juga dengan Austin yang kembali ke istananya. Istana mereka memang terbagi-bagi tetapi tetap pada satu tempat.
Namun sebelum kembali, ada sesuatu hal yang menarik perhatiannya. Tepatnya di samping istana, ada dua orang lelaki dan satu orang wanita. Austin pun mendekati ke arah mereka perlahan sembari Mendengar percakapan mereka.
"Kau bilang, kau dari wilayah yang jauh. Hmm... tapi sangat tidak cocok dengan wajah cantik mu ini" Kata salah satu lelaki.
"Benar tuan, mana mungkin saya berbohong pada tuan-tuan sekalian" Kata wanita itu yang ternyata adalah Merlin.
"Sangat di sayangkan sekali, andai saja gaun mu juga mewah, pasti banyak para lelaki yang mengincar mu"
"Hahah... Benar sekali, dan untungnya ada kami berdua bisa menemani mu malam ini kan?"
Merlin merasa ketakutan dihadapkan dengan dua lelaki yang mencoba menggodanya.
"Ayo ikut kami, aku akan membuat mu bersenang-senang," kedua lelaki itu menuntun Merlin. Tiba-tiba seseorang menggenggam tangan Merlin sehingga ia tidak dapat bergerak.
"Hei, kenapa berhen--" Lelaki itu melihat ke arah Merlin dan terkejut melihat Austin berada dibelakangnya.
"Ya- Yang mulia!"
"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Austin dengan raut wajah serius.
"Ka-Kami hanya mengajaknya berkeliling saja yang mulia, kami tidak melakukan hal yang aneh..." kedua lelaki itu merasa ketakutan.
"Bukankah ini sudah larut malam? Lebih baik kalian kembali ke kamar kalian dan tinggalkan wanita ini!" Kedua lelaki itu langsung menurut dan berlalu pergi.
__ADS_1
"Kau tidak apa-apa?"
"Tidak apa-apa yang Mulia! Tapi... Apa anda bisa menghilangkan ingatan mereka yang telah melihat ku? Akan bahaya jika orang-orang tau aku kembali ke sini..." Kata Merlin penuh harap. Austin merasa setuju dengan perkataan Merlin dan memanggil kedua lelaki itu yang belum begitu jauh.
"Hei kalian berdua! Kembalilah ke sini!" Perintah Austin.
"Dia memanggil kita?"
"Bisa bahaya ini! Apa kita ke sana saja?"
"Akan lebih bahaya jika kita pergi begitu saja, ayo kita ikuti saja!" Mereka berdua pun kembali ke hadapan Austin.
Tanpa sepatah kata lagi, Austin memegang kepala mereka bergantian.
"Akh! Aku- Sedang apa di sini? Hah!? Yang Mulia!"
"Kalian hanya tersesat menuju kamar kalian, tidak apa-apa" Kata Austin. Mereka berdua tidak menyadari Merlin yang bersembunyi di balik jubah Austin.
"Baiklah yang mulia, kami permisi terlebih dahulu!" Mereka berdua kembali pergi meninggalkan Austin.
"Sudah, sekarang kau bisa kembali--" Austin terhenti melihat raut wajah Merlin yang ketakutan itu.
"Ah... Mau ku antar ke kamar mu?" Ajak Austin, Merlin hanya mengangguk. Mereka berdua kembali ke dalam istana.
"Tadi mereka mencegat ku sebelum masuk kamar" Kata Merlin.
"Begitu rupanya, sekarang sudah aman. Istirahatlah!" Kata Austin yang berada di depan pintu kamar Merlin.
CEKELEK!
Sontak Merlin terkejut melihat pintu terbuka.
"Ah.. Maafkan aku tidak mengetuk" Kata Austin. Merlin berlari ke arah Austin dan memeluknya.
"Aku pikir orang yang ingin menggangu ku lagi" Gumam Merlin.
Sepertinya dia tidak ada niat jahat datang ke sini, aku terlalu khawatir. Batin Austin.
"Ikutlah dengan ku!" Kata Austin sembari melepaskan pelukan Merlin.
"Ke mana yang mulia?" Kata Merlin.
Austin menarik tangan Merlin untuk mengikutinya.
Akhirnya rencana ku berhasil! Tidak sia-sia lelaki bodoh itu menggoda ku tadi, walaupun aku sedikit takut. Tapi itu membuat Austin percaya padaku. Batin Merlin.
Tibalah mereka di sebuah ruangan yang tidak asing bagi Merlin. Hal itu mengingatkan ia akan kejadian lalu.
"Apa... Tidak apa-apa jika disini saja?" Kata Austin.
"Tidak apa yang mulia! Terima kasih banyak, saya merasa aman sekarang jika bersama anda"
__ADS_1
CEKLEK
Mereka berdua masuk ke dalam kamar tersebut. Nuansa kamar di sana masih sama seperti dulu.
"Yang mulia, apa aku bisa menggunakan kamar mandinya? Aku ingin membersihkan diri sebelum tidur" Pinta Merlin.
"Oh Ya! Tentu saja, sebelah sini!" Austin memberi pada Merlin. Austin kembali duduk di atas ranjangnya. Sembari menunggu Merlin selesai membersihkan diri.
"Ah... Yang mulia, bisa tolong bantu aku lagi. Aku kesusahan mengenakan baju tidur ini" Kata Merlin di dalam kamar mandi.
Austin bergegas ke dalam. Semerbak wangi pada Merlin sampai tercium oleh Austin.
"Eung... Apa yang harus kulakukan?" Kata Austin yang tiba-tiba canggung.
"Anda hanya perlu mengikatkan tali ini dan sini" Kata Merlin. Austin mengikatkan seperti yang minta Merlin.
"Terima kasih yang mulia"
"Ah Ya! Sama-sama" Mereka berdua keluar bersama dari kamar mandi.
"Sekarang kau bisa beristirahat, aku akan tidur di sana saja" Kata Austin menunjuk sebuah sofa yang tak jauh dari ranjang.
Merlin menggenggam tangan Austin dan menariknya menuju ranjang tidur.
"Bagaimana bisa aku yang seorang bawahan membiarkan rajanya tidur di sana? Biar aku saja yang--" Ucap Merlin.
"Tidak apa-apa, kamu adalah tamu di sini, aku harus menjamu tamu dengan benar!" Kata Austin.
Merlin kembali terdiam. "Kenapa tidak kita berdua saja tidur di sini? Dengan begitu tidak ada yang merasa di rugikan, kan?" Kata Merlin. Ia mulai mencari posisi yang nyaman dan mempersilahkan Austin untuk tidur di sampingnya.
"Hahah... Kau pintar sekali!" Kata Austin disertai gelak tawa kecil.
Deg! Kenapa dia tertawa? Apa rencana ku terlalu mudah di tebak? Batin Merlin.
"Bagaimana jika malam itu terulang lagi? Kali ini kau akan menyalahkan ku lagi bukan?" Sambung Austin disertai Merlin yang merasa lega karena Austin belum menyadari rencananya.
"Ah... Haha... Tentu saja tidak yang mulia, Yang berlalu biarlah berlalu. Lagipula umurku sekarang sudah 20 tahun tidak masalah bagiku jika anda dapat menahannya lagi" Kata Merlin disertai senyuman manisnya yang menggoda Austin.
"Baiklah karena kau yang minta!"
🙏🏻😅 (permisi, adegan 21+ numpang lewat saja kok)
...****************...
Sekian dulu cerita episode kali ini...
Hayo yang puasa hati-hati lohh😂
Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋
__ADS_1