
"Di mana Dia?" Kata Zack pada Hans yang berada di ruang tamu istana.
Hans menoleh sedikit. "Dia siapa Zack?" Tanya Hans balik.
"Seharusnya kamu tau aku sedang mencari Siapa?" Kata Zack.
Hans tersenyum kecut. "Via? Sekarang dia bersama sang Ratu, aku dengar ia akan di lulus kan dan akan memiliki nama belakang" Kata Hans.
"Apa?! Tapi ujiannya saja belum terselesaikan! Bagaimana bisa!?" Kata Zack yang mulai panas akan perkataan Hans.
"Hn... Tentu saja bisa jika Ratu sendiri yang memutuskan. Apa kau sedih Zack? Karena bisa saja Via akan pergi meninggalkan mu karena memilih keluarga barunya" Kata Hans yang memancing emosi Zack.
CEKLEK...
Raja datang menghampiri Zack dan Hans.
"Yang mulia!? Ada apa?" Kata Zack.
"Syukurlah Alex telah melewati masa kritisnya" Kata raja dengan wajah senangnya.
"Benarkah? Syukurlah kalau begitu"
"Tapi tetap saja kita semua harus waspada dengan keadaan sekitar kita! Terlebih lagi mereka yang mengaku anak raja terdahulu. Mereka keluarga Olivia kan?" Titah Raja.
"Benar yang mulia" Kata Zack.
"Kalau begitu jangan sampai publik tau akan hal ini. Aku harap Olivia memilih keluarga baru untuknya" Kata Raja. Zack mendengarnya hanya bisa terdiam. Karena dia tidak ingin jika Via harus berkeluarga dengan Hans nantinya.
"Ohiya Hans, lebih baik kau istirahat saja sekarang, tidak apa-apa jika besok kau kembali" Kata Raja.
"Tidak apa yang mulia, mungkin bolehkah jika saya beberapa hari lagi di sini sementara melihat keadaan sekitar?" Kata Hans.
"Baiklah kalau begitu, aku sangat berterima kasih padamu!"
"Sama-sama yang mulia"
"Aku juga berterima kasih pada mu Zack, kamu bisa membawa Via kembali. Kasihan anak-anak mu pasti sangat mengkhawatirkan kalian" Kata raja.
"Baik yang mulia!"
Tiba-tiba Via datang bersama ratu ke ruangan tersebut. Tentu saja Zack sangat penasaran dengan keputusan Via.
"Via, sebelumnya aku ucapkan terima kasih dan maaf karena telah banyak merepotkan mu hari ini" Kata Raja.
"Sama-sama yang mulia" Kata Via.
"Baiklah kembalilah kalian, semoga kalian sampai dengan selamat" Ucap Raja.
Ketika Zack dan Via mulai melangkahkan kaki menjauh, Hans menggenggam tangan Via.
"Ah... Pangeran?"
"Hati-hatilah di jalan..." Kata Hans.
"Baik pangeran, terima kasih" Kata Via tersenyum.
Entah mengapa Zack agak gelisah melihat Hans menggenggam lembut tangan Via.
Via dan Zack pergi meninggalkan istana. Di dalam kereta, mereka hanya saling diam. Zack ingin sekali menanyakan hal tersebut, tapi lebih baik menunggu Via sendiri yang mengatakannya.
"Duke?" Kata Via.
"Ah iya!" Ucap Zack dengan cepat. Via mulai bingung dengan tingkah laku Zack.
__ADS_1
"Ma... Maaf, maksudnya iya ada apa?" Kata Zack mengulang ucapannya.
"Saya hanya ingin mengatakan, sebelum saya keluar dari penjara, Blair dan nyonya Merlin datang mengunjungi saya..." Kata Via.
"Apa? Apa yang mereka katakan padamu?" Kata Zack.
"Sebenarnya saya kurang mengerti dengan yang mereka bicarakan, mereka bilang kalau saya memudahkan mereka masuk ke dalam istana dan.... Ohiya mereka juga bilang kalau mereka anggota kerajaan, itu... Apa maksudnya?" Jelas Via.
Zack juga sempat tertegun dengan pernyataan Via.
Itu berarti dia baru saja mengetahui bahwa mereka anggota kerajaan Batin Zack.
"Blair merupakan anak dari raja terdahulu, dan entah mengapa setelah kejadian Alex telah di racun itu bersamaan dengan kedatangan mereka.." Kata Zack.
"Apa? Blair anak Raja terdahulu?" Kata Via tak percaya. Ia tak menyadari selama ini mereka tinggal di bawah perlindungan keluarga Chase. Tiba-tiba terlintas sosok wajah ayah Via di benaknya.
"Hah!?"
"Ada apa?" Kata Zack khawatir.
Bukan hanya sosok ayahnya saja yang muncul, tetapi ada kejadian aneh yang ia lupakan.
"Ah... Saya... Tidak apa-apa Duke!" Kata Via.
"Be... Begitu rupanya"
Mereka telah sampai di mansion Effenberg di malam hari. Mereka berdua turun dari kereta tepat di depan mansion.
Zack berniat mengantar Via sampai kamar. Tapi karena ada sesuatu yang masih menjadi penasaran pada Zack, akhirnya ia pun angkat bicara.
"Eum... Tadi kamu bersama Ratu, apakah..."
Via menoleh ke arah Zack mendengarkannya dengan seksama. Tapi di lihat dari raut wajah Zack, ia tampak ragu untuk mengatakannya.
"Kenapa Duke?" Tanya Via.
"Ah itu... Ratu akan meluluskan saya dan akhirnya saya mendapatkan keluarga baru"
Entah mengapa setelah mendengar hal itu, hati Zack seperti tersayat. Tidak ada yang bisa ia lakukan kali ini. Karena ini memang keputusan Via.
"... Tapi saya menolaknya" Kata Via yang sontak membuat Zack menoleh ke arahnya.
"Apa? Ja... Jadi, kamu bagaimana?"
"Saya hanya meminta pada Ratu agar saya di keluarkan saja dari keluarga Chase..."
Zack hanya tertegun mendengarnya.
"Tidak masalah bagi saya harus melepaskan nama belakang saya... Lagipula tidak ada lagi keluarga Chase setelah saya" Jelas Via.
Tiba-tiba Zack memeluk Via yang membuat ia bingung dengan tingkah lakunya.
"Syukurlah... Itu lebih baik dari pada kamu memilih keluarga baru mu itu...." Kata Zack. Dengan pelan ia melepaskan pelukannya. Mata mereka saling bertatapan. Muncul ingatannya tentang perkataan Duke Kedrey (Eps. 36 Pelayan yang Mencurigakan) dan juga ketika Hans menggenggam tangan Via.
"Kau tau Via, aku... Aku ingin.... Eum..."
"Ingin apa Duke?"
".... Aku ingin kau..."
"Menjadi..."
"Milikku..."
__ADS_1
Tiba-tiba via merasa hembusan nafas milik Zack sangat dekat di hadapannya. Bibir mereka saling berdekatan satu sama lain. Mata Via terbelalak.
Zack mencium ku!? Batin Via.
Via melihat mata Zack yang tertutup lembut itu. Ia pun menutup matanya. Setelah cukup lama, Zack menarik tubuhnya kembali. Ia merasa cukup puas tetapi ini belum cukup pikirnya.
"Aku... Menyukai mu Via... Ah tidak aku sungguh-sungguh mencintai mu, jadi kumohon jangan pergi dariku" Kata Zack. Via hanya terdiam mendengar perkataan itu keluar dari mulut Zack.
Oh astaga, tidak mungkin aku... Batin Via.
"Hahah... Anda pasti... bercanda?" Kata Via yang mulai salah tingkah.
"Aku serius"
"Ah begitu rupanya"
"Istirahatlah" Zack mengelus wajah Via dengan lembut dan tersenyum.
"Ba... Baik Duke!" Zack pergi meninggalkan Via tepat di depan kamarnya. Setelah di rasa jauh, ia masuk ke kamar dan....
"Hosh... Hosh.... Aku tadi dengan Zack... Ci... Ciu.... Aaaaaaa" Kata Via yang teriak menutup mulutnya dengan bantal agar tidak kedengaran.
"Oke Via tetap tenang... Saatnya tidur..." Via berusaha memejamkan matanya tetapi....
"Oh Astaga! Aku tidak bisa tidur gara-gara dia..." Via beranjak dari ranjangnya.
karena tidak dapat tidur, ia memutuskan pergi ke balkon kamarnya dengan menggunakan mantel.
Dengan hembusan angin sejuk itu membuat Via teringat masa-masa ia bersama Stella, kejadian berada di penjara, Hans yang tiba-tiba memeluknya, dan Zack yang menciumnya. Hal itu membuat Via malu entah mengapa.
"Huft... Bagaimana besok jika kami bertemu? Aku sungguh-sungguh malu banget..." Kata Via sambil menutup wajahnya.
SREK... SREK.... SREK...
Via mendengar suara itu dan mencari di mana suara itu berasal. Ia melihat seseorang berjalan pergi keluar mansion.
"Siapa itu? Sepertinya aku kenal?" Via menyipitkan matanya untuk dapat melihat dengan jelas orang itu.
"Ah... Itu kan Zack, kenapa dia pergi keluar lagi? Apa aku harus mengikuti dia?" Gumam Via.
Via langsung pergi keluar mansion untuk menghampiri Zack yang cukup jauh darinya.
"Astaga, cepat sekali dia jalannya!" Kata Via. Ia terus mengejar Zack sampai ia menyadari kalau ia sudah jauh dari mansion.
"Ini arah kemana? Kenapa dia pergi ke arah sini?" Via mulai kehilangan jejak Zack di tempat sunyi itu. Hanya banyak pepohonan rindang di sana.
"Apa aku kembali saj-- AAA!!" Via terjatuh di sebuah lubang yang di tutupi rumput-rumput kering.
"Aduh... Huh?" Via yang terduduk itu langsung bangkit.
"Tolong! Tolong ak--" Teriak Via. Tiba-tiba seseorang muncul dari atas.
"Syukurlah, apa bisa anda membantu saya?" Kata Via pada orang itu.
"Menolong mu? Justru aku ingin melenyapkan mu Via" Kata Orang itu. Via merasa aneh dengan ucapan pria itu yang ternyata dia adalah Zack.
"Duke? Apa maksudnya? Saya tadi mengikuti anda... dan tiba-tiba terjebak di sini Duke!" Pekik Via yang tak percaya Zack berbicara seperti itu.
"Kamu pasti kaget kan Via? orang yang kamu percayai melakukan ini pada mu? Hahaha...."
Apa... Apa yang terjadi sebenarnya Batin Via.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋