Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?

Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?
Eps. 70 Kembali ke wujud asli


__ADS_3

"Ukh... Dimana ini?" Seorang gadis tengah berada di tempat yang sangat asing baginya. Tiba-tiba dari kejauhan datang cahaya putih ke arahnya.


"Lama tidak berjumpa... Olivia" Kata cahaya itu.


"Olivia?"


"Sepertinya kamu belum tau apa yang terjadi padamu, sini aku perlihatkan." Sebuah cermin panjang muncul di hadapan gadis itu. Ia melihat dirinya dari atas hingga bawah.


"Apa aku... Kembali?" Jiwa Olivia telah kembali ke tubuh aslinya.


"Benar!"


"Apa itu berarti... Mira juga..." Olivia tertunduk lesu. Mengingat hal yang menyenangkan selama ia berada di tubuh Mira.


"Pasti banyak hal yang kau lalui di sana, namun perlu di ingat ada masanya kalian kembali ke tubuh kalian" Ucap dari cahaya itu.


"Huft... Aku tau itu, jadi sekarang aku akan melanjutkan kehidupan ku sebagai Olivia sungguhan?"


"Ya benar sekali! Namun ada sesuatu hal yang harus kamu lakukan. Lihatlah! sebelum kalian berpindah ke tubuh kalian, Miranda juga telah melewati hal-hal yang rumit dan ia berhasil melewatinya."


Olivia melihat kejadian singkat ketika Mira tenggelam di danau. Tiba-tiba ia teringat Stella yang pernah di posisi itu. Ketika itu Olivia di tuduh atas kejadian itu.


"Aku tau siapa pelaku sebenarnya!" Ucap Olivia.


"Berarti itu akan memudahkan kamu, kalau begitu aku akan kembali, selamat tinggal!" Cahaya itu pun pergi meninggalkan Olivia.


Di saat yang bersamaan Olivia merasa sesuatu yang aneh di tubuhnya. Tubuhnya terasa berat sekali. Dan BOOMM! Seketika semuanya menjadi gelap.


...****************...


"Sudah kubilang bukan aku yang membuatnya jatuh!!" Teriak seorang wanita yang telah di tuduh mendorong Via ke danau.


Sebelumnya Zack yang sedang mempersiapkan acara pernikahannya yang akan diselenggarakan besok. Ia harus pergi ke istana karena ada keperluan bersama Alex. Namun Via sama sekali tidak mengetahui hal itu. Zack kembali ke mansion pada malam hari.


Sesampainya di sana ia berencana mengunjungi kamar Via karena ia sangat rindu padanya. Ia dapati pintu kamar Via yang sedikit terbuka.


Ia pun masuk ke dalam namun tidak ada orang sama sekali. Pandangannya teralihkan tepat di atas ranjang Via terdapat secarik kertas. Setelah membacanya Zack begitu terkejut dan langsung pergi ke danau.


Di sana sudah banyak orang mengerumuni kejadian tersebut. Zack melihat Via yang basah kuyup tidak sadarkan diri.


Acara pernikahan secara resmi di hentikan karena Via sudah tidak sadarkan diri selama tiga hari. Zack pun mulai mencari siapa pelakunya.


"Panggil dia!" Perintah Zack pada Louis.


Tak lama setelah itu Louis dengan pengawal yang lain membawa seorang wanita. Ia menjerit dan bersusah melepaskan genggaman dari pengawal itu.


"Arghh! Lepaskan! Hosh... Hosh..."


"Diana! Apakah kamu yang telah menenggelamkan Via?" Tanya Zack.


"Apa kau menuduh ku sekarang? Dengar! Aku bahkan tidak tau siapa wanita itu! Intinya bukan aku yang melakukannya!" pekik Diana. Dia adalah sepupu Zack dari pihak ibu. (Muncul di episode 66 Kegelisahan)


"Benarkah kau tidak mengenalinya? Tapi kamu pasti tau aku akan menikah"


"Aku tau itu, tapi aku belum pernah melihat wanita yang kau maksud!"

__ADS_1


"Kurung dia di kamarnya!"


"Sudah kubilang bukan aku yang membuatnya jatuh!!" Para pengawal itu mendengarkan perintah Zack dan membawa Diana ke kamarnya.


"Hei! Lepaskan! Aku ini tidak tau apa-apa!"


setelah Diana pergi Louis mendekati Zack.


"Kenapa anda mengurungnya? Menurut saya bukan dia pelakunya" Kata Louis.


"Huft... Aku juga tidak memiliki bukti yang jelas. Hanya kertas ini yang menjadi bukti. Kenapa aku mengurungnya, itu karena dia suka padaku biasanya orang tidak suka jika melihat orang di sukai akan menikah dengan orang lain..." Jelas Zack.


"Hmm... Tapi bukankah dia bilang dia tidak mengenali siapa Via. Dia juga baru bekerja di sini"


Zack hanya terdiam. Ia benar-benar tidak mengetahui apa yang harus ia lakukan.


Setelah perihal tadi ia memutuskan menemani Via lagi yang tengah terbaring di ranjangnya.


"Via, ku mohon sadarlah!" Gumam Zack.


...****************...


Olivia berusaha bangun. Ia membuka matanya yang cukup berat. Badannya juga terasa sangat sakit. Kerongkongannya terasa kering. Ia mendapati dirinya sudah berada di atas ranjang yang besar serta kamar yang cukup luas.


Tepat di sebelahnya seorang lelaki terduduk dan ia tertidur. Ia terus menggenggam tangan Olivia.


Dengan pelan Olivia melepaskan genggaman itu. Merasa ada pergerakan lelaki itu terbangun dan melihat wanita yang sudah lama ia nantikan.


"Vi-Via! Kamu sudah..."


Zack memeluk Olivia dengan erat. Ia merasa sangat bahagia wanita yang ia cintai telah melewati masa kritisnya.


"Syukurlah kau sudah bangun!" Ucap Zack. Olivia merasa terkejut. Buru-buru ia melepaskan pelukannya.


"Ah... Ma-Maaf Duke... Saya..." Terlihat sekali wajah Olivia yang merasa ketakutan. Bagaimana tidak, mengingat kehidupan sebelumnya ketika ia akan di hukum mati teringat jelas sekali. Hal itu yang membuat Olivia takut pada Zack.


"Via? Kenapa kamu? Apa masih ada yang sakit?" Zack ingin memeriksa wajahnya. Ia pun mendekatkan tangannya ke wajah Olivia namun Olivia menepis tangan Zack.


"Saya tidak apa-apa Duke! Maafkan saya, saya akan turun... Ukh.." Olivia mencoba turun dari ranjangnya dengan tertatih-tatih. Zack terdiam melihat tingkah Olivia yang ia kenal sangatlah berbeda.


"Tunggu! Jangan turun!" Zack langsung menggenggam erat tangan Olivia.


"Siapa kamu?" Tanya Zack melihat Olivia dengan sinis nya, raut wajahnya seketika berubah.


"Saya... Olivia, Duke!"


"Bukan! Kau bukan Via yang aku kenal! Apa kau berusaha membohongi ku?!" Olivia menundukkan kepalanya tak berani menatap wajah Zack.


"Sa-saya sungguh-sungguh, Duke! Saya adalah Olivia asli!"


"Olivia asli? beritahu aku dengan jelas!"


Olivia terpaksa memberitahukan yang sebenarnya demi mempertahankan dirinya walaupun Zack hampir tidak percaya dengan hal yang seperti itu.


Namun ada hal yang juga harus ia sembunyikan.

__ADS_1


...****************...


"Kalian tau tidak? Diana sepupu Duke itu, di kurung di kamarnya!"


"Wah.. Karena masih ada ikatan saudara dia di kurung di kamar, mungkin kalau kita bakal di kurung di penjara..."


"Ah benar sekali itu..."


Terdengar percakapan ketiga pelayan di kediaman Duke. Seorang wanita yang mendengar percakapan mereka itu sangat puas sekali.


"Akhirnya satu orang berhasil aku singkirkan, dengan begini rencana ku mendekati Duke pasti akan mudah..." Gumam seorang wanita yang juga berpakaian pelayan.


Keesokan harinya di kamar Olivia banyak yang menjenguk dirinya. Mulai dari Stella, Alex, dan Zenith.


"Syukurlah kau tidak apa-apa, selain Zack kami juga sangat khawatir" Ucap Alex.


"Maafkan saya yang mulia membuat kalian semua khawatir kepada saya" kata Olivia.


"Kenapa selalu saja ada bahaya padamu Via? Huft .. Kenapa kamu tidak tinggal bersama ku saja? Akan lebih baik jika kamu di sana" Kata Stella. Ia benar-benar khawatir dengan keadaan Olivia yang selalu tidak pernah lepas dengan bahaya.


"Tidak apa Stella, lagipula kalian juga sudah berkeluarga, mana mungkin aku mengganggu kalian..."


TOK...TOK..TOK..


"Saya membawakan obat untuk nona Via!"


"Masuklah" Kata Alex.


CEKLEK...


Seorang pelayan datang membawa nampan dengan mangkuk kecil di atasnya. Ia pun meletakkan di atas meja samping ranjang Olivia.


"Terima kasih!"


"Sama-sama, saya permisi dulu!" Pelayan itu pun hendak pergi.


"Tunggu, jangan pergi dulu!" Kata Olivia.


"Iya nona Via?"


"Katakan padaku, siapa nama mu?"


"Ah.. Nama saya Jian"


"Siapa yang membuatkan obat ini?"


"Kalau saya tidak salah pelayan bernama Dorothy yang membuatnya, saya hanya mengantarkannya saja" Ucap pelayan itu.


Nama itu... Tidak salah lagi! Batin Olivia.


"Bisa kau panggil dia ke sini?" Kata Olivia. Pelayan itu sangat bingung dengan permintaan Olivia.


...****************...


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊

__ADS_1


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋


__ADS_2