Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?

Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?
Eps. 22 Kisah si Kembar (1)


__ADS_3

"apa ini tidak terlalu besar?" tanya Stella.


"tentu saja tidak, karena kita akan memiliki banyak anak nantinya" kata Louis yang membuat wajah Stella memerah seperti tomat.


semua orang tertawa melihat pengantin baru itu. mereka pun berkeliling rumah itu.


"pantas saja kita seperti menuju mansion Duke, ternyata rumah ini dekat sekali! terimakasih Loui" ucap Stella.


setelah mengantar Stella dan Louis kini saatnya Zack, via dan si kembar pulang kembali ke mansion.


"dadah stella!" kata Lea.


"kapan-kapan kami mampir!"


"baik lady, lord!"


"jaga kesehatan kalian di sini, sesekali aku akan mengunjungi kalian!" kata via.


"iya via!" mereka berpelukan hangat. akhirnya mereka pulang, sedangkan Louis dan Stella kini menghabiskan waktu bersama


...****************...


hari-hari di mansion Effenberg berjalan seperti biasanya. sudah hampir sebulan kstaria Louis belum kembali bekerja. padahal via sangat ingin mengunjungi Stella, tapi ia tidak ingin mengganggu waktu mereka berdua.


pagi ini Zack memanggil Lea dan Leo untuk segera ke kantornya. biasanya hal itu dilakukan karena ada sesuatu yang ingin dibicarakan oleh Zack.


CEKLEK (suara pintu terbuka)


"papa memanggil kami?" kata Leo sembari memasuki ruangan itu bersama Lea dan via.


"benar sekali, duduk lah terlebih dahulu" kata Zack. ia lalu mengambil sepucuk kertas di lacinya dan menghampiri mereka yang telah duduk di sofa.


"ini... undangan buat kalian" kata Zack.


Lea dan Leo pun mengambil kertas tersebut dan membacanya.


"apa kita akan bersekolah di akademi ini?" tanya Leo.


"iya. benar sekali"


"tapi.. Kenapa?" tanya Leo lagi.


"memangnya ada apa? bukannya bagus untuk kita, sekalian kita mencari teman, pasti seru!" kata Lea yang lebih bersemangat daripada Leo.


"tapi... papa tidak bisakah aku belajar saja di sini, bukankah akan sama aja" kata Leo memelas.


"tidak bisa Leo, ini merupakan titah dari kerajaan untuk umur seperti kalian akan di masukkan ke dalam akademi, itu sangat bagus untuk kalian ke depannya" kata Zack menjelaskan.


"jadi sekarang persiapkan saja keperluan kalian, via akan membantu. mulai besok pagi kita akan berangkat bersama dan kalian akan di jemput oleh via!" sambung Zack lagi.

__ADS_1


"baik papa" lea dan Leo pergi meninggalkan ruangan. berbeda dengan Lea, Leo dari tadi memasang wajah sedihnya.


"sudahlah Leo, kan ada aku, kita akan bersama-sama" kata Lea menyemangati.


"hmm..."


...****************...


keesokan paginya seperti yang di katakan Zack semalam, mereka pun berangkat dari mansion ke akademi. sepanjang perjalanan Leo hanya terdiam memikirkan apakah ia mampu belajar dan bersosialisasi di sana.


sesampainya di sekolah akademik, mereka masuk. banyak sekali anak-anak seumuran mereka dan ada juga remaja-remaja di sana.


sekolah akademik ini bertujuan untuk melihat skill dari keluarga bangsawan yang memiliki sihir ataupun tidak sekalipun. nantinya ketika mereka berumur 10 tahun mereka akan di masukkan kelas sesuai skill yang mereka lakukan.


jadi Lea dan Leo masih tahap orientasi selama ke depannya.


"ayo cepat Leo kita harus masuk kelas sebelum gurunya datang!" ajak Lea.


mereka buru-buru memasuki kelas. sesampainya di sana, terdapat kursi kosong yang agak berjauhan. jadi Lea dan Leo tidak bisa duduk bersebelahan sekarang.


dengan langkah gontai Leo duduk di bangku tersebut. walaupun banyak orang di sana tetapi ia merasa sendirian. sedangkan Lea, belum berapa menit ia langsung menemukan teman yang duduk di depannya.


istirahat pun tiba, anak-anak di sana berkeliaran di mana-mana. Leo langsung menghampiri Lea yang hendak keluar kelas.


"lea! bagaimana kalau kita ke--"


"wah.. benarkah? aku mau melihat orang-orang beradu pedang!" ucap Lea pada temannya dan menghiraukan Leo di sebelahnya.


"eum.. sepertinya tidak usah" kata Leo. Lea dan temannya itu langsung bergegas. Leo memutuskan untuk di kelas sambil menunggu pelajaran terakhir.


di jendela Leo melihat anak-anak seumurannya sedang asyik bermain.


"huft.. ternyata mencari teman itu susah juga..." gumam Leo.


waktu terus berjalan. akhirnya yang di tunggu-tunggu oleh anak-anak di akademi adalah pulang. via telah menunggu di dalam gerbang.


"Lea! Leo!" teriak via sambil melambaikan tangannya.


Lea dan Leo langsung ke arah via berada.


"bagaimana kelasnya? seru?" tanya via ketika dalam perjalanan pulang.


"seru sekali via! aku melihat remaja-remaja di sana beradu pedang! suatu saat nanti aku akan masuk di kelas itu!" kata Lea bersemangat.


via tersenyum melihat Lea yang sangat senang selama di sana, berbeda dengan Leo yang dari tadi hanya menundukkan kepalanya.


Lea dan via saling beradu pandang. Lea menggelengkan kepalanya ketika melihat tatapan via yang bingung.


"eum.. Leo? apa kau sakit?" tanya via.

__ADS_1


"ah tidak via. aku... baik-baik saja" kata Leo.


via yang mendengarnya memilih untuk diam. pasti nanti dia akan bercerita jika ia sudah siap pikir via.


"apa kau marah padaku?" tanya Lea.


Leo terdiam sebentar. "eum... tidak" kata Leo.


"akh, kau pasti marah kan gara-gara tadi, ya maaf, kan tadi sudah ku ajakin untuk ikut!" kata Lea. lagi-lagi Leo terdiam.


"kalau aku ikut kamu pasti mengabaikan aku, percuma aku di sana!" kata Leo.


"makanya cari teman dong!" pekik Lea.


"em... anu... Lea.. Leo... jangan berantem dong!" kata via.


sesampainya di mansion mereka keluar dari kereta kuda. Leo dan Lea saling membuang muka satu sama lain.


ketika makan malam tiba, mereka saling duduk berjauhan. hal itu membuat Zack bingung dengan tingkah laku anak-anaknya itu.


"ada apa dengan kalian hari ini?" tanya Zack.


mereka berdua hanya diam. setelah makan mereka kembali ke kamar mereka. tanpa sepatah kata mereka melanjutkan aktivitas mereka. Lea langsung berbaring sedangkan Leo mengambil sebuah buku dan membacanya.


Zack menghampiri via yang sedang menuju ke kamarnya.


"via!"


sontak via berbalik ketika namanya di panggil.


"ya, duke?"


"eum, itu... hari ini tingkah Lea dan Leo sangat aneh, apa ada masalah?" tanya Zack.


"sebenarnya saya kurang tau juga Duke, tapi sepertinya itu masalah yang ada di sekolah mereka" kata via.


"hmm... baiklah kalau begitu," kata Zack. mereka saling diam sejenak.


kenapa jadi diam-diam gini sih... batin via.


"a... apa kau sudah makan malam?" tanya Zack terbata-bata.


"eum.. iya Duke saya baru saja selesai makan"


"baiklah, kalau begitu istirahatlah!" kata Zack sambil berlalu pergi meninggalkan via.


akhir-akhir ini tingkah Zack juga aneh, sama seperti anak-anaknya. batin via.


via pun melanjutkan perjalanan menuju kamarnya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2