
Dorothy bergegas pergi ke kamar Diana. Namun ia melihat Diana keluar dari kamarnya dan pergi. Dorothy mengurungkan niatnya dan mengikuti Diana.
Diana pergi keluar mansion dan sampailah ia di taman yang ada danaunya. Di sanalah Via tenggelam karena ulah Dorothy yang sangat iri padanya.
"Kenapa lama sekali? Aku sangat merindukanmu..."
Hah? Suara itu sepertinya aku tau... Batin Dorothy.
...****************...
Dorothy bersembunyi di balik semak-semak. Dan benar saja, ia tau suara itu karena itu adalah Zack yang tengah menunggu Diana.
"Maafkan aku, tadi ada urusan yang harus ku kerjakan..." Kata Diana. Zack memeluk Diana dengan hangatnya. Dorothy yang melihat itu sangat terkejut. Kertas yang ia pegang remuk karena marah.
Ini tidak bisa di biarkan! Batin Dorothy.
"Ah... Apa kau bisa menunggu sebentar di sini? Ada barang yang aku tinggal di ruangan ku. Aku akan segera kembali" Kata Zack.
"Baik Zack, aku akan setia menunggumu" Kata Diana.
Zack pergi dan kini tinggal Diana yang sendirian di sana. Dorothy langsung mengambil kesempatan itu untuk melakukan kedua kalinya.
Dorothy mengambil ancang-ancang mendekati Diana dan....
BYURR!
"Aaa...!"
"Kamu kira bisa membohongi ku, huh?" ucap Diana.
"Akhirnya kita sudah menemukan buktinya kan? Kalau begitu tunggu apa lagi, hukum saja dia..." Ujar Louis yang baru saja datang.
"Tentu aku akan menghukumnya, tapi sebaiknya kita tunggu Zack dulu!" Ucap Zack. Namun itu bukanlah Zack asli yang berkata demikian. Ia adalah Hans yang menyamar sebagai Zack.
"Apa-- Apa yang terjadi?!" Pekik Dorothy yang kebingungan dengan situasi ini.
...****************...
"Uhukk... uhuk...!" Dorothy di bantu pengawal untuk naik ke atas. Ia masih tak habis pikir dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Bagaimana Dorothy? Apakah kau bisa merasakan apa yang aku rasakan saat itu?" Ucap Olivia. Olivia tidak benar-benar pergi dari mansion.
Justru itu hanyalah rencana menarik perhatian Dorothy. Olivia yang semasa nyawanya berada di tubuh Mira ikut andil dalam membuat novel yang berjudul 'the Duke's lonely' bersama Daisy.
Dia ingat sekali nama Dorothy di ambil untuk mencelakakan Stella di cerita aslinya. Dan salah satu kelemahan yang Olivia tau dari Dorothy adalah dia tidak senang melihat lelaki yang ia sukai di miliki oleh orang lain.
Maka dari itu Olivia merencanakan semua itu dengan Duke, Diana, Hans, serta para pelayan untuk mendapatkan pelakunya.
"Jadi kau... Yang telah... Me- ukh... Melakukan itu terhadap Via?" Ucap Zack. Sungguh ia merasa kehilangan sekali apalagi mendengar bahwa wanita yang ia cintai bukanlah berasal dari sini.
"Apa yang harus aku lakukan...?" suara Duke sangat kecil ketika ia bingung apa yang harus ia lakukan sekarang ini.
"Saya serahkan ini kepada anda Duke." ucap Olivia.
"Sudah banyak bukti, langsung saja hukum mati!" cetus Hans.
"Benar sekali itu! Gara-gara kamu aku harus ikuti rencana yang aneh..." Kesal Diana. Dia sempat beradegan mesra dengan Hans yang menyamar sebagai Zack.
"Hei! Kau kira aku senang melakukan itu?" Kata Hans. Diana lebih baik mengabaikan itu daripada membalas omongannya terlebih dia adalah seorang pangeran.
...****************...
Lea dan Leo juga sampai sekarang masih belum mengetahui yang sebenernya. Hanya Zack dan Olivia yang mengetahui semua itu.
"Kenapa kalian tidak melanjutkan pernikahan kalian?" Ucap Leo pada Olivia.
"Ah.. Itu... Akhir-akhir ini Zack sangat sibuk kan... Butuh waktu lama untuk mempersiapkannya lagi" Olivia mengatakan kebohongan pada mereka.
Sore harinya, Olivia tengah membereskan kamarnya. Tepat di laci meja ia menemukan sebuah buku dan sebuah bola yang berkilau.
Ia pun membuka buku tersebut dan ternyata itu adalah buku harian milik Mira. Ia senang menuliskan kembali kegiatan yang ia lalui di sini.
...Aku tidak tau kapan aku akan kembali. Namun aku sudah bahagia di sini...
Itu adalah bagian yang Olivia baca di buku harian Mira. Ia pun menutupinya dan membawa bersama bola itu ke ruangan Zack.
TOK... TOK... TOK...
"Ini saya Duke, Olivia..." Ucap Olivia di luar pintu.
__ADS_1
"Masuklah!" Olivia masuk dan melihat Zack masih mengerjakan tugasnya.
Olivia langsung meletakkan dua benda tersebut di atas mejanya. Zack mengehentikan aktivitasnya dan melihat ke arah dua benda itu.
"Apa ini?" Tanya Zack.
"Saya menemukan ini di kamar saya, sepertinya semasa Mira berada di sini ia menulis kegiatan harian di dalam buku ini. Hanya anda saja yang berhak menyimpan ini... Kalau begitu saya izin keluar Duke" Tanpa sepatah kata dari Zack, Olivia keluar dari ruangan itu.
Cukup lama Zack memandang kedua barang yang ia tidak ketahui. Ada rasa penasaran untuk melihat buku dan isi bola rekaman itu namun hatinya juga belum sanggup melihat itu semua.
Malam harinya Zack membawa dua benda itu di kamarnya setelah ia bekerja. Akhirnya ia memutuskan untuk melihat isi buku harian itu terlebih dahulu.
...Banyak sekali yang terjadi hari ini! Aku harap semua masalah ini bisa terkendali....
...Huft... Hari ini sangat melelahkan... Mungkin kali ini aku tidak akan banyak menulis. Aku terlalu mengantuk... Hoaammm!...
...Huaa.... Ciuman pertama ku?! Ada apa dengannya?...
...Tidak? Apa aku juga punya perasaan pada Zack? Tidak! Itu tidak boleh terjadi......
...Ternyata aku benar-benar... Menyukai dia.. Tapi sejak kapan dia menyukaiku ya?...
Zack membuka lembaran demi lembaran itu dengan tersenyum dan tawa. Namun seketika raut wajahnya itu menghilang. Ia benar-benar merindukan Via, ah bukan tapi Mira... Mira yang berada di tubuh Olivia.
Ia pun beralih kepada bola rekaman itu. Ia ingat ketika berlibur di Southdiff, Zack memberikan sebuah bola rekaman padanya.
Ia membuka bola itu dengan sihirnya dan terlihat mereka yang sedang bermain di taman.
Kemudian Via (Mira) menyandarkan bola itu di pohon besar. Ia pun duduk di depannya.
"Eum... Hai! Aku di sini akan membuat sebuah video... Ah tapi mereka tidak tau apa itu video. Maksudnya rekaman yang indah... Hari ini aku berlibur dengan Zack dan yang lain di tempat yang sangat indah. Jujur aku merasa aku adalah orang yang paling bahagia di sini... Coba kalian rasakan hembusan angin ini... Huaaa... Sangat sejuk sekali... Hahah aku seperti membuat Vlog saja. Sebenarnya ada hal yang aku khawatirkan sekarang. Aku tidak tau apa reaksi kalian kalau tau aku yang sebenarnya... Tapi aku masih belum memberanikan diriku untuk mengatakannya. Aku terlalu bahagia sekarang. Ah iya aku juga ingin mengatakan aku sangat berterimakasih kepada kalian semua dan... Aku mencintaimu Zack! Aaa... Aku malu sekali, pasti wajah ku merah seperti tomat... Mungkin itu saja dulu.. Dahh...."
Dan begitulah rekaman itu berakhir. Zack meletakkan kembali bola itu. Ia berjalan menuju balkon kamarnya dan memandang ke langit.
"Huft... Aku harap kau bahagia di sana..."
...****************...
Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
__ADS_1
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋