
Tiga hari sebelum pesta di mulai, via tengah memikirkan bagaimana ia akan membuat kue.
bagaimana kalau aku membuat kue tingkat saja, lalu di beri hiasan kue-kue kecil di sana... hmm... ide bagus... batin via. Ia tersenyum karena berhasil mendapatkan ide untuk kue ulang tahun Alex.
...****************...
Hari yang ditunggu pun tiba. Istana kerajaan kini telah ramai orang berdatangan khususnya para bangsawan.
Zack, via, dan si kembar bermalam di istana sehari sebelum pestanya di mulai. Via cukup sibuk setelah mereka sampai di istana.
Via juga takjub melihat dapur kerajaan yang sangat luas dan megah. Belum lagi peralatan serta bahan-bahan pangan yang sangat lengkap di sana.
Ia hampir tidak fokus karena melihat dapur istana. Ia pun kembali bekerja membuat kue. Bahkan sampai hari ini, ia juga sangat memperhatikan kue yang ia buat.
huft... semoga saja kue itu baik-baik saja batin via yang tengah sendiri di koridor. tiba-tiba seseorang memanggilnya.
"via? apa itu kau?" kata seseorang. sontak via menoleh ke belakangnya.
"Ah... salam saya pada yang mulia putri.. eum.. dan...?" kata via. ia sempat bingung melihat seseorang asing berada di sebelah Zenith.
"hahah... dia Hans, via! kakak ku" kata Zenith.
"Selamat malam nona via!" kata Hans lembut.
"Selamat malam juga pangeran" kata via sambil membungkuk pelan.
"Ehem..." suara berat itu membuyarkan mereka bertiga. Ternyata Alex yang sudah berpakaian rapi itu menghampiri Zenith.
"Sepertinya aku akan membawa Zenith duluan" kata Alex.
"Baik yang mulia"
Tinggallah mereka berdua di sana.
"mau masuk?" tanya Hans.
"Boleh" kata via. mereka pun masuk ke aula utama pesta. Banyak sekali para bangsawan dengan memakai perhiasan dan baju-baju yang sangat mencolok.
via menoleh pada perkumpulan gadis-gadis muda seusianya. Mereka adalah anak para bangsawan tingkat atas. Sebenarnya via juga anak dari bangsawan tetapi ia berada di kelas bawah.
Tapi tetap saja, Ia tidak mempunyai kekuasaan sama seperti mereka.
hidup cukup saja sudah bersyukur banget batin via.
"wah.. kue nya sudah datang!" seru Hans ketika melihat seorang pelayan membawa kue tingkat dan besar.
"Ku dengar dari adikku, kau yang membuatnya?" tanya Hans pada via.
"benar pangeran" kata via senang. akhirnya kue buatannya itu berhasil ia buat dan dipamerkan ke semua orang. Tapi tidak banyak orang menanyakan siapa pembuat kue itu. yah itu sudah biasa bagi via sendiri.
__ADS_1
"Terima kasih pada semua orang yang telah datang di acara pesta ulang tahun putra mahkota. semoga kita semua selalu berada dalam kejayaan dan kebahagiaan..." Itu adalah kalimat pembuka dari sang kaisar yaitu Raja Claude.
Berikutnya putra mahkota yang mengambil alih.
"Seperti yang telah di katakan oleh yang mulia raja. Terimakasih atas perhatian kalian semua telah hadir di acara istimewa ini. Selain pesta ulang tahun yang saya selenggarakan di sini, saya juga akan mengumumkan secara resmi. Tunangan saya! Putri Zenith dari kerajaan timur." Orang-orang langsung bertepuk tangan pada Alex dan Zenith yang berada di sampingnya.
Setelah acara pembuka, saatnya pesta dansa dimulai. Pertunjukan pertama berdansa adalah Alex dan Zenith. Orang-orang sangat takjub melihat sepasang kekasih itu.
Di sisi lain. Via dan Hans juga sangat kagum pada mereka. Sampailah Hans mengajak via berdansa setelah lagu berikutnya.
"Eum.. Via kalau boleh mau kah kamu berdansa dengan ku?" Tanya Hans malu-malu.
"Ah.. Tapi pangeran saya hanya orang biasa di sini. bukankah banyak wanita lain yang sangat ingin berdansa dengan anda?" kata via.
"Tapi bagaimana kalau aku ingin bersama dengan mu?" kata Hans tersenyum.
Lagu berikutnya telah berganti. Kini giliran para bangsawan yang lain berdansa dengan pasangan mereka.
Tangan Hans mulai mengarahkan pada via. Akhirnya via berdansa pada Hans. ini pertama kali ia berdansa pada seorang pria.
Untung saja kemarin sudah latihan batin via.
"Eum pangeran, maaf kalau saya melakukan kesalahan pada anda" kata via khawatir kaki Hans akan terinjak oleh kaki via.
"Tidak masalah," mereka berdua pun berdansa. Banyak wanita-wanita di sana melihat mereka dengan tatapan tidak senang.
Di sisi lain. Karen, temannya Lea melihat via dan Hans berdansa. Ia langsung menghampiri Lea dan Leo yang sedang asyik menikmati kudapan bersama teman-teman yang lain.
"Karen, sudah selesai bicara pada ayahmu?" tanya Lea.
"Iya sudah, ohiya sepertinya aku melihat wanita yang bersama kalian tadi sedang berdansa di sana" kata Karen sambil menunjuk ke arah dansa berlangsung.
"Hah? beneran! dia dengan siapa? apakah dengan papa ku?" kata Leo.
"Entahlah sepertinya sih bukan, aku pertama kali melihat orang itu" Setelah mendengar penjelasan dari Karen, Lea dan Leo buru-buru melihat via. Betapa terkejutnya mereka via berdansa dengan orang lain.
"Lea sepertinya kita harus bertindak!" kata Leo pada lea.
"Hmm... ayo!"
...****************...
"Pssst... Itu kan kakaknya putri Zenith, pangeran Hans?"
"Iya ya, berdansa dengan siapa dia? aku baru pertama kali melihatnya!"
"lihat rambut hitam pekatnya itu, hahah, lucu sekali!"
"aku tidak terima pangeran ku dengannya"
__ADS_1
Terdengar sekali orang-orang di sana membicarakan mereka. Via merasa terkucilkan di sana. Dia memang hanyalah orang biasa yang tidak layak berdansa dengan pangeran dari timur itu.
"itu sebabnya aku tidak mau berdansa dengan mereka, kau tidak perlu mendengarkan ocehan mereka via. Jadilah dirimu sendiri" Kata Hans. Hampir saja via salah tingkah di hadapan Hans karena Wajah mereka dekat sekali.
oh ya ampun... kenapa si Hans ini tampan sih, batin via.
"Iya pangeran, terimakasih" Via langsung melirik sekitarnya untuk mengalihkan pandangan dari Hans.
Musik masih terus berlangsung. Para penonton yang menikmati melihat orang-orang berdansa, tiba-tiba teralihkan oleh seseorang yang datang.
Bukan untuk berdansa, tapi justru menghampiri salah satu pasangan dansa di sana.
"Via?" via langsung menoleh ke arah tersebut. Betapa terkejutnya ia melihat Zack.
"Ah.. duke?!" Via dan Hans langsung berhenti berdansa.
"Salam saya pada pangeran Hans dari timur" sapa Zack pada Hans.
"iya, ada urusan apa Duke ke sini, dansa ini masih berlangsung" tanya Hans.
"Maaf pangeran, sepertinya ada kesalahpahaman di sini, wanita ini terlebih dahulu mengajak saya berdansa" kata Zack.
Via sempat bingung dengan perkataan Zack.
"Itu... Sebenarnya ti--"
"Kau kan yang ingin berdansa dengan ku?" potong Zack.
"Ah iya, sepertinya begitu, maafkan saya pangeran, saya tidak bermaksud..."
"Tidak apa via, sepertinya Duke juga ingin berdansa dengan anda" kata Hans dan pergi meninggalkan Zack dan via di sana.
Zack langsung mengayunkan tangannya dan via pun meraihnya.
"Maaf Duke kalau kaki saya akan-- Akhh!" Belum selesai via berbicara, badannya langsung di angkat oleh Zack.
"kau itu sangat ringan, perlukah ku suruh para koki memberikan mu makanan yang lebih banyak?" kata Zack. Alhasil via di buat malu dan salah tingkah kedua kalinya.
Mereka berdua berdansa dengan sangat lihai nya.
"Duke, tadi sebenarnya ada apa? kenapa anda bilang saya lah yang mengajak anda?" tanya via.
"Kata Lea kau ingin berdansa dengan ku, apa aku salah?" kata Zack.
"huh?"
...****************...
terimakasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
__ADS_1
tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋