
Tiba-tiba datang seorang pelayan lagi menghampiri temannya.
"Ada apa ini?" Tanya nya.
"Ini salahku, aku tidak sengaja menabrak nya!" Kata Via.
"Lain kali hati-hati dong bawa troli itu!" Kata pelayan itu.
"Ayo Sesa! Kita pergi saja dari sini!" Pelayan itu merangkul temannya pergi dari tempat itu.
"Kamu juga! Kenapa suruh aku ke sana sih, sudah ku bilang enggak ada!"
"Aku lupa ternyata sapu nya ada di kamar ku, ayolah!"
Via mendengar bisik-bisik dari kedua pelayan itu. Ia hanya mengabaikan dan melihat ke arah trolinya. Tidak ada yang hancur hanya saja kue-kue itu banyak berantakan. Via memperbaiki kembali susunan kue tersebut.
Via kembali melihat teh nya. "Huft... Untung saja teh nya masih utuh, aku harus bergegas ini!" Via kembali melanjutkan perjalanan nya ke taman di mana Alex berada.
...****************...
"Kenapa lama sekali? Apa ada masalah di sana?" Tanya Alex pada Via yang baru saja sampai.
"Maaf yang mulia, tadi saya membantu tuan Daniel hingga saya lupa waktu" Kata Via.
"Tuan Daniel? Siapa itu?"
"Dia yang bekerja memetik buah dan sayur di belakang dapur istana, yang mulia" Kata Via terheran-heran. Bagaimana bisa tuan rumahnya sendiri tidak tau.
"Lupakan saja soal itu, kita langsung saja ke ujian sekarang" Kata Alex.
"Baik yang mulia" Via mulai menyusun peralatan, makanan, hingga minuman di atas meja. Ia mulai menuangkan teh tersebut.
Huft... Semoga rasanya enak, aku saja belum mencoba teh ini. Batin Via.
Alex mulai menyeruput secangkir teh yang di berikan oleh Via.
"Hmm.... Teh nya harum, tapi seperti ada yang kurang ya, kau lupa menambahkan gula?" Kata Alex.
Ya ampun, kenapa bisa lupa sih... Harus cari alasan nih! Batin Via.
"Eum... Itu karena kue-kue di sini sudah manis yang mulia, coba anda makan bersama kue ini" Kata Via dengan ide mendadak di otaknya.
Alex mulai mengunyah kue tersebut, tetapi muncul rasa tidak enak di perutnya Alex. Belum selesai Alex mengunyah, tiba-tiba darah muncrat keluar dari mulutnya. Pandangan Alex mulai kabur dan....
BRUKKK!
Alex terjatuh dan tergeletak di tanah. Via terkejut bukan main.
"Yang mulia!" Pekik Via.
__ADS_1
"Apa.... Apa yang kulakukan!? Yang mulia!? Ku mohon bangunlah!! Siapa pun di luar sana tolong bantu aku!" pekik Via. Perasaannya mulai bercampur aduk melihat Alex memuntahkan banyak darah dari mulutnya.
Para pengawal yang berada tidak jauh dari mereka mendengar dan langsung mendatangi Via dan terkejut putra mahkota mereka telah ambruk di tanah.
Mereka langsung membawa Alex ke ruangan, sedangkan Via hanya terdiam membeku di sana. Berita juga cepat menyebar dan sampai di telinga Raja dan Ratu. Mereka berdua langsung mendatangi kamar Alex.
"Ayo ikut kami!" Titah para pengawal.
"Ke... Kenapa? Aku mau di bawa ke mana?!" Pekik Via yang berusaha dari cengkeraman para pengawal itu.
"Kau harus di kurung karena telah meracuni putra mahkota"
"A.. Apa!? Tapi aku tidak bersalah! Aku tidak tau apa-apa! Tolong jangan kurung aku!"
"Kami hanya mengikuti perintah dari yang mulia raja. Cepatlah!" Kata pengawal dan membawa Via ke penjara bawah tanah.
...****************...
Sekarang Via berada di penjara bawah tanah istana. Tempat yang gelap dan kumuh, Ia benar-benar merasa sendirian di sana.
"Kenapa jadi begini? Hiks... Siapa yang tega melakukan ini pada ku! Bukan aku yang meracuni putra mahkota... Hiks... Hiks... Aku... Ingin mati saja rasanya..." Gumam Via sambil menangis.
"Jangan katakan itu lagi!" Suara berat itu mengangetkan Via.
"Hah? Si... Siapa?" Tanya Via. Ia tidak bisa melihat karena cahaya yang kurang masuk ke ruangan tersebut. Pria itu lalu mendekati, barulah Via melihat wajah yang tak asing lagi baginya.
"Du... Duke!? Tolong... Tolong aku! Aku tidak bersalah.... Hiks..." pekik Via pada Zack.
Via menceritakan semuanya, mulai dari berada di dapur, bertemu tuan Daniel, dan tidak sengaja menabrak seorang pelayan.
"Tunggu! Kamu bilang, tuan daniel yang meracik teh tersebut?"
"Benar duke! Tunggu.... Apa anda mencurigai beliau?"
"Bisa saja, dia kan yang memberimu racikannya ?" Kata Zack serius.
"Tapi aku yakin beliau tidak mencampur apa-apa di sana, saya melihat dengan mata saya sendiri" Kata Via.
"Kalau begitu aku akan memastikan nya sendiri. Bertahanlah Via!" Zack langsung pergi meninggalkan Via. Dan dia sendirian lagi. Sekarang ia hanya berharap pelaku sebenarnya akan ketemu.
...****************...
"Ya ampun... Alex! Sayang... Hiks.." Tangis seorang ibu yang melihat anaknya terbaring lemah di ranjangnya.
"Siapa yang melakukan ini pada putra mahkota?" marah sang raja.
"Yang mulia tadi putra mahkota ada di taman bersama nona Via" Ucap salah satu pengawal.
"Apakah dia..." Tanya ratu.
__ADS_1
"Belum di pastikan dia pelakunya yang mulia..." Kata Zack yang datang tiba-tiba ke kamar Alex.
"Zack!" Kata Raja.
"Aku tau dia adalah pengasuh dari anak-anak mu, tapi tetap saja..." Kata Raja.
"Kalau begitu biar aku saja yang menyelidiki hal ini" Kata Zack lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
"Dion, selidiki orang-orang di sini yang bernama Daniel!" Titah Zack.
"Baik duke"
Mereka berdua mencari dan bertanya pada orang-orang lewat. Tiba-tiba Zack bertemu dengan Duke Kedrey sekaligus paman dari Alex.
"Duke Kedrey? Kapan anda kemari?" Tanya Zack. Beliau memang jarang sekali ke istana kalau tidak ada urusan yang penting.
"Hmm... Sebenarnya sudah dari tadi, tapi tidak ada yang menyambut ku. Mungkin karena aku sudah tua jadi sambutan untuk ku tidak lah penting, Hohoho!" Kata Duke Kedrey.
"Begitu rupanya, apa anda tau kalau putra mahkota sedang terbaring lemah sekarang?"
"Apa? Keponakan ku!? Aku baru tau, bagaimana bisa?"
"Kata orang-orang dia di racuni setelah meminum teh oleh bawahan ku, tapi dia bilang kalau racikan teh itu bukan dia yang membuatnya melainkan tuan Daniel, jadi aku sedang mencari dia. Apa anda bisa memban--"
"Tunggu, kau bilang Alex di racun karena meminum teh? A... Apakah bawahan mu itu seorang wanita?" Tanya Duke Kedrey memastikan.
"Benar Duke, apa anda tau sesuatu?"
"Siapa namanya?"
Zack mulai bingung dengan tingkah aneh dari Duke Kedrey.
"Namanya Olivia, semua orang memanggilnya Via, sekarang dia di tahan di sel bawah tanah" Jelas Zack.
Duke Kedrey tiba-tiba terdiam sejenak.
"Ayo ikuti aku!" Kata Duke Kedrey dan di susul oleh Zack.
...****************...
"Perhatian semua! Kumpulkan para pelayan di istana ini tanpa terkecuali!" Titah Duke Kedrey pada pengawal istana. Zack benar-benar di buat bingung oleh Duke Kedrey.
"Kau tau Zack! Yang membuat racikan teh itu adalah aku" Kata Duke Kedrey yang membuat Zack sangat terkejut.
"Tapi bukan aku yang meracuni putra mahkota, untuk apa aku meracuni keponakan kesayangan ku." Sambung nya.
"Jadi... Anda lah tuan Daniel itu?" Tanya Zack. Duke Kedrey menatap mata Zack dan membalas pertanyaan Zack dengan anggukan.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋