Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?

Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?
Eps. 31 Malam Tanpa Bintang


__ADS_3

"Eumm... Pangeran Hans?" Kata Louis.


"Uhuk... Uhuk..." Zack langsung tersedak oleh minumannya.


"Papa tidak apa-apa?" Kata Leo.


"Tidak apa-apa... "


"Heh... Kenapa kamu bisa berbicara seperti itu!" Lagi-lagi Louis di marahi oleh Stella.


"Makanya sayang, jangan marah-marah dong... Kamu boleh kok minta aku pergi mencari air mata duyung, Bunga emas yang ada lembah troll atau apapun itu tapi jangan memberi coklat pada wanita yang sudah memiliki kekasih..." Kata Louis.


"Emhh... Ya sudah deh..."


"Enggak marah lagi kan" Kata Louis langsung mendekati Stella.


"Iya...."


"Via yang tadi maaf ya..." Kata Louis.


"Ah.. Iya tidak apa-apa.." Kata Via. Ia sempat melirik Zack setelah tersedak tadi.


Apa Zack tidak apa-apa? Sepertinya dia kaget sekali mendengar hal tadi... Batin Via.


...****************...


Setelah bersenang-senang, mereka kembali ke rumah Stella dan Louis. Kebetulan kereta kuda yang Zack tumpangi berada di sana.


Perjalanan pulang, Zack berada di belakang mereka berlima. Via menyadari Zack tengah sendirian. Mungkin ini kesempatan untuknya mengatakan hal itu.


Perlahan Via memperlambat langkahnya. Zack yang menyadari Via berada di sebelahnya merasa ada yang aneh. Zack melirik Via. Begitu pun dengan Via. Mata mereka saling bertemu.


"Ah... Anu... Itu... Ada yang ingin saya katakan..." Kata Via membuka pembicaraan.


Huft... Pasti masalah itu... Batin Zack.


"I... iya katakan saja" Kata Zack.


"Begini Duke... Saya ingin meminta izin, besok saya ingin pergi ke kerajaan timur" Kata Via.


"Kenapa kau ingin sekali pergi ke sana?" Tanya Zack.


"Saya tau Duke pasti sudah mengetahui hal ini, pangeran Hans memberikan saya kalung yang sangat mewah... Karena itu saya ingin mengembalikan kalungnya..."


"Kalau hanya itu, biar aku saja yang mengantarkan padanya"


"Tapi Duke, pangeran Hans memberikan itu kepada saya, bukannya tidak sopan jika saya mewakilkan kalung itu pada pangeran?" kata Via.


Hmm... Ada benarnya juga... Batin Zack.


"Huft... Baiklah kalau kau ingin pergi ke sana"


"Terimakasih banyak Duke!"


"Pastikan kau segera kembali" Kata Zack.


"I... Iya? Tentu saja saya akan kembali..." Kata Via yang bingung pada perkataannya.

__ADS_1


"Maksud ku, Lea dan Leo pasti akan mencari mu kan..." Zack mulai memalingkan wajahnya yang malu itu.


"Ahaha... Tentu saja Duke, setelah memberikan kalung itu saya akan kembali..." Akhirnya Via bisa pergi ke kerajaan timur bertemu dengan pangeran Hans. Walaupun Via menyadari perlakuan Zack yang dari tadi aneh baginya.


...****************...


Mereka telah sampai di mansion malam harinya. Lea dan Leo sempat tertidur di dalam kereta. Zack dan Via sama-sama menggendong si kembar dan pergi ke kamar mereka.


Dengan perlahan Via meletakkan Leo di atas ranjangnya. Ketika hendak pergi menjauh dari nya tiba-tiba Leo terbangun.


"Eum... Via.... Hoaammm.... Besok kamu mau pergi ya... Aku mau ikut" Kata Leo. Via terkejut mendengar hal itu. Ia sempat melirik Zack yang berada di sisi ranjang sebelahnya.


"Ah, itu... saya tidak kemana-mana Leo, jangan khawa--"


"Aku dengar tadi, kamu meminta izin pada papa mau pergi ke istana pangeran Hans..." Potong Leo.


Akhirnya Via tidak bisa berkata-kata lagi.


"Iya Leo, besok Via ada urusan di sana, kamu kan harus sekolah..." ucap Zack.


"Tapi papa..."


"Hah... Via mau pergi..." Lea jadi ikut terbangun mendengar percakapan mereka.


Ah... Kenapa situasi nya jadi rumit... Batin Via.


"Kalian tidur lah, lagi pula Via sebentar saja di sana..." Kata Zack lalu mencium kedua anaknya itu.


"Kalau begitu, Via tidurlah di sini juga..." Pinta Leo.


"Papa juga pa! Tidur di sebelah ku, kita kan lama tidak tidur bersama..." Kata Lea.


Via bingung harus melakukan apa. Ia sempat melirik Zack lagi.


"Baiklah" Kata Zack. Satu jawaban itu membuat Via panik. Bagaimana mungkin ia juga ikut tidur bersama dengan satu keluarga di sini.


"Kalau begitu saya pamit--"


"Kau juga tidurlah di sini, Leo meminta mu untuk tidur di sini kan..." potong Zack yang sudah mengambil posisi di sebelah Lea.


"Ba... Baik Duke..." Tanpa ba-bi-bu lagi Via juga mengambil posisi di sebelah Leo. Betapa senangnya mereka malam itu di temani oleh Zack dan Via.


"Maaf Via aku jadi merepotkan mu, kamu boleh pergi ketika aku sudah tertidur..." Kata Leo sembari menguap.


"Iya Leo tidak apa-apa..." Kata Via.


Akhirnya mereka pun tertidur pulas.


SREKK... SREK...


Suara kecil itu membangunkan Via. Samar-samar ia melihat siluet pria di sana. Lama ia memikirkan siapa itu. Sampai akhirnya ia menyadari kalau ia masih berada di kamar si kembar.


"Ukh..." Via bangkit dari tidurnya dan melihat Zack tengah duduk di sisi ranjang. Pelan-pelan Zack berdiri agar tidak membangunkan anak-anaknya itu.


"Apa aku membangunkan mu?" Kata Zack yang menyadari Via juga ikut terbangun setelahnya.


"Ah... Tidak Duke" Kata Via.

__ADS_1


"Lanjut saja tidur nya, aku akan kembali ke ruangan ku" Kata Zack.


"Sa... Saya juga ikut..." Mereka berdua meninggalkan Lea dan Leo di kamarnya.


Via berada di belakang Zack. Arah kamar mereka sama, hanya saja ketika ada belokan Zack ke arah kiri sedangkan Via ke arah kanan.


Bukannya belok, Zack justru terus berjalan. Via pikir mungkin Duke nya masih mengantuk jadi lupa arah jalan.


"Maaf Duke, itu bukan arah kamar anda..." Kata Via. Zack pun berbalik badan.


"Aku tidak sedang ke sana.." kata Zack yang langsung melanjutkan jalannya.


Karena penasaran Via mengikutinya. Mereka terus menyusuri lorong itu sampai akhirnya mereka terhenti di sebuah pintu yang tak asing bagi Via.


Tunggu? Ini kan dapur. Kenapa Zack pergi ke sini? Batin Via.


"Mau sampai kapan kamu mengikuti ku?" Tanya Zack.


"Ah maaf Duke, saya hanya penasaran saja anda pergi ke mana. Kenapa anda pergi ke sini? Apa anda lapar? Saya bisa membuatkan--"


"Sstt... Kalau penasaran kamu bisa menemani ku di sini..." Kata Zack.


Via hanya terdiam dan mengikuti Zack ke dalam. Suasana dapur sangat sunyi. Via melihat ke sekelilingnya. 'Bersih' pikirnya.


"Aku mau membuat coklat panas, kau mau?" Kata Zack sembari mengambil peralatan dan bahan.


"Eum... Boleh jika tidak keberatan." Kata Via.


Via duduk di salah satu kursi. Ia memperhatikan Zack yang sedang membuat minuman.


Tak hanya bekerja di luar, ternyata dia juga suka bekerja seperti ini. Batin Via.


Setelah selesai, Zack membawa dua cangkir tersebut dan membawanya keluar melewati belakang pintu dapur. Via hanya mengikutinya.


Ternyata halaman belakang terdapat sebuah meja. Untuk kursi mereka mengambilnya dari dapur. Mereka pun menikmati coklat panas di malam itu.


"Sepertinya anda sangat sering melakukan ini?" Kata Via.


"Bagaimana kau tau?"


"Eum... Mungkin karena.... anda seperti terbiasa saja melakukan hal ini..."


Zack meminum minumannya dan terdiam sambil memandang langit yang tak berbintang itu.


"Apa kau akan tetap mengikuti ujian terakhir?" Tanya Zack.


"Emm... tentu Duke! Ada apa?" Kata Via.


"Tidak apa.... Sepertinya tidak ada bintang di malam ini..." Ucap Zack mengalihkan pembicaraan. Via mendongakkan kepalanya.


"Ah.. Benar" Kata Via. Setelah percakapan itu mereka hanya saling diam tenggelam dalam pikiran masing-masing.


...****************...


Terimakasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋

__ADS_1


__ADS_2