
Seorang wanita tengah tersenyum senang. Ia terlihat mondar-mandir kegirangan entah apa penyebabnya.
"Hahah... Sebentar lagi... Jika wanita itu mati, tidak ada lagi yang bisa menggangu Duke dengan aku... Hahhh... Senangnya.. Tinggal dia meminum obat itu, dan BOOMM! Semua orang akan panik termasuk Duke, aku akan menjadi salah satu wanita yang membuat Duke kembali tersenyum dan juga melupakan wanita itu... Hahaha!"
Wanita itu duduk di atas kursi yang menghadap ke jendela. Ia menatap langit dengan begitu senangnya.
TOK... TOK... TOK...
"Dorothy! Cepat keluarlah!"
"Ugh... Siapa sih yang ganggu!?"
CEKELK...
"Ada apa?" tanya Dorothy.
"Kamu di panggil ke kamar nona Via!"
"Hah? Kenapa?"
Cepat sekali obatnya bereaksi? Batin Dorothy.
"Cepatlah ke sana!"
Akhirnya Dorothy pergi ke kamar Olivia. Ketika ia masuk, ia masih melihat Olivia yang masih duduk di ranjangnya dan ada yang mulia raja dan ratu di sampingnya.
Astaga? Aku tidak tau kalau ada mereka? Batin Dorothy.
"Katakan padaku, apa kau yang membuat obat ku ini?" Tanya Olivia.
"Aa... Be-benar nona Via" Kata Dorothy gugup.
"Aku belum meminum obat ini dan aku mau kau yang mencoba terlebih dahulu"
"A-Apa? Bagaimana bisa nona Via? Itu adalah obat anda. Saya tidak bisa meminumnya begitu saja." Kata Dorothy beralasan.
"Jadi kau tidak mau minum?" ucap Alex.
"Bukan begitu yang mulia, obat itu di buat khusus karena nona Via sakit, tapi saya tidak sakit..."
"Maaf Dorothy, ini hanya suplemen jadi menurut ku tidak masalah jika orang yang tidak sakit meminumnya" Ucap Stella.
Ugh! Apa wanita ini juga harus ku singkirkan? Bikin repot saja! Batin Dorothy.
"Ah... begitu ya, saya tidak tau. Ba-baiklah saya akan meminumnya!" Dorothy terpaksa meminum obat itu.
"Glek... Glek... Ahhh... Su-sudah, sebaiknya anda meminum ini juga karena ini baik untuk kesehatan anda..." Dorothy menahan rasa aneh yang ada di perutnya.
"Baiklah kalau begitu kau bisa pergi!" Ucap Alex.
Dorothy buru-buru pergi ke kamarnya. Ia langsung membuka lacinya dan mengambil botol kecil lalu meminumnya.
"Arghh! Dasar! Untung saja aku ada obat penawarnya! Tidak mungkin dia mencurigai obat itu! Aarghh... Aku harus membuat rencana lain!"
Dorothy benar-benar kesal rencana yang lama sudah ia rencanakan gagal begitu saja.
...****************...
Para pelayan melakukan aktivitasnya namun ada hal yang sedikit berbeda. Sebelum memulai aktivitas, mereka berkumpul dan membicarakan sesuatu.
Dorothy yang baru saja selesai bersiap dari kamarnya melihat dan ikut bergabung dengan pelayan itu.
"Ada apa ini?" Tanya Dorothy.
"Sstt... Ada berita penting!"
__ADS_1
"Kalian harus tau berita ini! Duke memerintahkan para pengawalnya membebaskan Diana!"
"Hah!? Apa?"
"Bagaimana bisa?"
"Katanya, Duke masih belum menemukan bukti yang jelas, dan Diana di nyatakan tidak bersalah."
"Ohh... Gitu aja ya? kirain ada yang lebih menarik" Kata para pelayan yang mengira berita itu sangat penting.
"Eit.. Aku belum selesai! Dengar-dengar Nona Via akan pergi dari sini!"
"HAH!?" Semua para pelayan terdiam mendengar hal itu.
"Apa? Tapi... Kenapa?"
"Nona Via kan sangat baik!"
"Aku sangat sedih sekali!"
Sedangkan Dorothy yang mendengar hal itu sangat senang.
Huft... Akhirnya aku tidak perlu susah-susah merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan wanita itu. Batin Dorothy.
"Duke merasa posisi Nona Via tidak aman di sini... Aku sangat sedih sekali pernikahan mereka jadi di batalkan"
"Siapa sih yang melakukan hal itu? Bukankah dia iri pada nona Via!"
"Benar sekali itu!"
"Maka dari itu Diana yang akan menggantikan posisi nona Via di sini"
"Apa?" Sontak para pelayan itu melihat ke arah Dorothy yang begitu terkejut mendengar hal itu.
"Kenapa kau begitu terkejut Dorothy?" Tanya salah satu pelayan.
"Sudahlah, ayo kita kembali bekerja!"
Setelah percakapan itu mereka kembali pada kegiatan masing-masing.
Malam harinya Dorothy yang baru selesai menyelesaikan tugasnya hendak kembali ke kamarnya. Ia melewati kamar Duke.
Di sana ia mendengar percakapan antara Zack dan juga Via. Dorothy yang penasaran akhirnya memutuskan mendengar percakapan mereka.
"Terima kasih Duke atas segalanya" ucap Olivia.
"Iya maafkan aku karena di sini membuat mu tidak nyaman. Jagalah dirimu baik-baik!" Ucap Zack.
"Baik Duke!"
Ternyata yang di ucapkan pelayan tadi benar! Aku tidak menyangka secepat ini!
CEKELK...
"Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Olivia yang membuka pintu dan melihat Dorothy berada di depan.
"Aaa... Sa-saya..."
"Ah... Kamu bukannya Dorothy? Yang membuatkan obat untuk ku? Sepertinya obat itu bekerja dengan baik di dirimu." Ucap Olivia
Jelas itu adalah sindiran untuk Dorothy.
"Maafkan saya, saya hanya lewat saja. Saya tidak tau apa-apa. Saya permisi!" Dorothy buru-buru pergi dari tempat itu.
"Bagaimana bisa aku tidak menyadari dia membuka pintu? Apa mereka akan mencurigai aku? Tapi tidak mungkin, selama mereka tidak memiliki bukti aku akan baik-baik saja" Gumam Dorothy yang sudah berada di kamarnya.
__ADS_1
...****************...
Keesokan harinya Dorothy yang memperhatikan seseorang tampak kesal sekali. Bagaimana tidak Diana selalu saja keluar masuk dari ruangan Duke.
Dorothy ingin sekali memiliki posisi itu dengan begitu ia bisa lebih dekat dengan Zack.
Aku harus memikirkan cara menyingkirkan Diana! Batin Dorothy.
Diana sedang berada di dapur untuk menyiapkan minuman untuk Zack. Dorothy yang melihat itu langsung mengambil kesempatan mendekatinya.
"Eum.. Hai Diana!" Sapa Dorothy.
"Oh Hai!"
"Apa kau mengenaliku?"
"Eum... Aku tidak tau begitu banyak nama pelayan di sini"
"Baiklah, aku akan memperkenalkan diriku, nama ku Dorothy"
"Salam kenal Dorothy!" Diana kembali fokus menyiapkan minuman.
"Apa kau membuatkan minuman untuk Duke?" Tanya Dorothy.
"Iya benar sekali"
"Huft... Kau tau, biasanya nona Via yang membuatkan minuman ini"
"Tapi kan sekarang dia tidak ada di sini" kata Diana.
"Itu benar, Eum.. Ohiya apa benar kau menyukai Duke?" Tanya Dorothy tiba-tiba yang membuat Diana mengentikan aktivitasnya.
"Iya itu benar, kenapa memangnya? Apa karena kami sepupu kami tidak boleh bersama?" Kata Diana.
"Tentu saja itu boleh! Kalian sangat serasi sekali!"
"Hmm... Tentu saja, baiklah aku akan pergi! Sampai jumpa Dorothy!" Diana pergi meninggalkan Dorothy di sana.
"Bagus... Dengan begini aku akan melakukan hal yang sama seperti nona Via!" Gumam Dorothy.
Malah harinya, Dorothy menyiapkan secarik kertas dan menuliskan sesuatu. Setelah selesai ia pergi ke kamar Diana yang tak jauh dari kamarnya.
Sepanjang perjalanan ia tak sengaja bertemu Louis dengan temannya tengah berbincang. Awalnya Dorothy tidak begitu peduli, namun ketika mendengar nama Zack ia berhenti seketika.
"Aku tidak menyangka Duke cepat sekali dekat dengan Diana. Padahal beliau tidak menyukainya" Ucap temannya Louis.
"Hmm.. Duke pasti sangat sedih dan kesepian setelah nona Via pergi" Ucap Louis.
"Apa mungkin Duke juga akan menyukai Diana?"
"Tentu saja, hanya dia yang selalu dekat dengan Duke"
Dorothy yang mendengar itu sangat geram sekali.
Bagaimana bisa? Tidak apa-apa... Setelah ini aku akan benar-benar menyingkirkan Diana! Batin Dorothy.
Dorothy bergegas pergi ke kamar Diana. Namun ia melihat Diana keluar dari kamarnya dan pergi. Dorothy mengurungkan niatnya dan mengikuti Diana.
Diana pergi keluar mansion dan sampailah ia di taman yang ada danaunya. Di sanalah Via tenggelam karena ulah Dorothy yang sangat iri padanya.
"Kenapa lama sekali? Aku sangat merindukanmu..."
Hah? Suara itu sepertinya aku tau... Batin Dorothy.
...****************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋