Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?

Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?
Eps. 26 Tentang Zack (2)


__ADS_3

"Itu... Sebenarnya ti--"


"Kau kan yang ingin berdansa dengan ku?" potong Zack.


"Ah iya, sepertinya begitu, maafkan saya pangeran, saya tidak bermaksud..."


"Tidak apa Via, sepertinya Duke juga ingin berdansa dengan anda" kata Hans dan pergi meninggalkan Zack dan Via di sana.


Zack langsung mengayunkan tangannya dan Via pun meraihnya.


"Maaf Duke kalau kaki saya akan-- Akhh!" Belum selesai Via berbicara, badannya langsung di angkat oleh Zack.


"kau itu sangat ringan, perlukah ku suruh para koki memberikan mu makanan yang lebih banyak?" kata Zack. Alhasil Via di buat malu dan salah tingkah kedua kalinya.


Mereka berdua berdansa dengan sangat lihai nya.


"Duke, tadi sebenarnya ada apa? kenapa anda bilang saya lah yang mengajak anda?" tanya Via.


"Kata Lea kau ingin berdansa dengan ku, apa aku salah?" kata Zack.


"huh?"


...****************...


bagaimana bisa Lea berkata seperti itu? Tapi... berdansa dengannya tidak buruk juga, sekarang orang-orang tidak berani bicara di belakang kalau bersama Zack. batin Via.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Zack.


"huh? haha, tidak ada Duke! Saya hanya berpikir Anda lebih ahli dari pada saya" kata Via. Zack sedikit memalingkan pandangannya.


"Ah itu... tidak juga..." kata Zack malu-malu.


hahah... lucu sekali wajah malu nya itu...


Sebentar lagi musik itu akan selesai dan akan dilanjutkan musik selanjutnya. Biasanya para pasangan bisa bergantian dengan pasangan lainnya atau bahkan bisa juga tetap berdansa sampai seterusnya.


Saat itu Zack yang terlalu fokus pada musik dan gerakannya, tidak sengaja menginjak kaki Via. Terlihat sekali wajah Via yang kesakitan.


"Ah... maafkan aku!" Kata Zack. Pas sekali musik itu selesai. Ia pun membawa Via keluar dari arena dansa itu.


Via sampai terpincang-pincang dan menahan sakit.


"Ini tidak apa-apa Duke, sebentar lagi pasti sakitnya akan hilang!" kata Via. Zack membawa Via keluar untuk bisa mengobati Via dengan sihirnya.

__ADS_1


"Maafkan aku, ini karena kecerobohan yang aku buat!" kata Zack yang terus menyalahkan dirinya.


Perlahan Via mulai merasa sakitnya sedikit demi sedikit menghilang.


"Ah... Seperti sudah tidak sakit lagi!" kata Via lalu menggerakkan kakinya.


"Huft... syukurlah..." Zack langsung duduk di samping Via. Ia merasa deja Vu karena pernah melakukan ini saat menyembuhkan Via saat masuk ke dalam gelombang sihir. Tapi sayangnya Via tidak tau bahwa Zack lah yang mengurangi sakit nya saat itu. (Ada adegan mereka pegangan tangan eps. 13)


"Terimakasih duke!" kata Via.


"Iya sama-sama" jawab Zack. Mereka berdua saling terdiam dan tenggelam dalam pikiran masing-masing.


Entah mengapa sifat Zack sangat berbeda sekali dengan yang aku baca di novel, yang seharusnya berada di sini kan Stella, tapi justru Stella sudah menikah dengan Louis... Apa jangan-jangan ini juga ada hubungannya dengan novel aslinya? Karena Olivia mati di novel, mungkin saja Zack sekarang ingin menebus kesalahannya... Hmm... tapi itu semua masih kemungkinan sih... Batin Via.


Alunan musik dalam istana masih terdengar di telinga mereka. Via beranjak dari duduknya. Kali ini, Via lah yang mengulurkan tangannya untuk berdansa.


"Apa ini?" Tanya Zack melihat tangan Via berada di hadapannya.


"Mari kita berdansa lagi! Usahakan tidak menginjak kaki saya ya!" Ajak Via dan tersenyum pada Zack. Jujur saja ia tidak enak melihat wajah Zack murung karena hal tadi. Mungkin melakukannya lagi merupakan pilihan yang bagus pikir Via.


"Baiklah!" Zack langsung menyambut tangan Via dan mereka berdansa di bawah rembulan dan bintang-bintang.


"Duke apa boleh ada saya bertanya?" Kata Via.


"Hmm?"


"Entahlah, aku tidak ingat. Tapi... Mungkin saja ini yang pertama bagi ku" kata Zack.


"Eum... Gitu ya... Ini juga dansa pertama saya!" Kata Via. Zack terdiam sejenak.


Sepertinya dia lupa tadi sedang berdansa dengan siapa... Batin Zack.


"Lalu pangeran Hans?"


"Ah... iya, maksud saya tadi pertama kali saya berdansa dengan pangeran Hans.... Beliau juga sangat lihai dari pada saya.." Kata Via tersenyum.


Lagi-lagi Zack memperlihatkan wajah masam nya itu.


"Ada apa duke?" Tanya Via setelah melihat wajah Duke nya aneh.


"Tidak apa-apa, ku pikir aku lebih ahli dari dia" Kata Zack. Via terkekeh melihat wajah tuannya itu.


Alunan musik perlahan mulai berhenti. Mereka pun ikut selesai berdansa. Awalnya Zack mengajak Via ke dalam, tapi ia lebih memilih untuk jalan-jalan di taman kerajaan yang luas ini.

__ADS_1


Sembari berjalan-jalan, angin sejuk mulai terasa di sekujur tubuh Via. Ia mulai memeluk tubuh nya itu. Zack yang melihatnya langsung melepaskan mantel dan memberikannya pada Via.


"Ah... terimakasih Duke! Tapi apa anda--"


"Aku tidak kedinginan" potong Zack. Via tertawa seketika. Zack bingung kenapa Via tiba-tiba tertawa.


"Ada apa? apa ada yang salah?" tanya Zack.


"Hahah... apa anda mengira saya menanyakan apa anda tidak kedinginan? Padahal kan saya ingin bertanya hal lain... Hahaha" Ucap Via. Sontak wajah Zack seperti buah tomat. Itu makin menambah gelak tawa Via.


"Ka... Kalau begitu kau mau bertanya apa?"


"Hosh... haha.. maafkan saya Duke, saya ingin bertanya kenapa anda tidak menggunakan sihir penghangat anda seperti sebelumnya?" Tanya Via.


"Ah itu... Tidak apa-apa, sedang... Malas saja..." Kata Zack.


Tiba-tiba Via teringat ketika pernikahan Stella dan Louis. Mereka menaiki kuda untuk sampai ke rumah baru Louis. Padahal mereka bisa saja menggunakan sihir agar lebih cepat. Tapi Zack lebih memilih tidak menggunakan sihir ketika berada di perkotaan atau pedesaan.


"Lalu bagaimana ketika kita menaiki kuda? Saya pikir anda akan menggunakan sihir saat itu?" Pertanyaan Via kini membuat Zack terdiam.


"Ah.. kalau anda tidak ingin bercerita, tidak apa--"


"Kau pasti pernah mendengar dari Alex, aku mendapat Manna yang sangat besar itu ketika usiaku berusia 3 tahun. Walaupun Lea dan Leo terbilang cepat juga mendapatkannya, tapi Manna nya belum besar sama seperti ku dulu..."


Tunggu... Bagaimana Zack bisa tau kalau Alex pernah menceritakan hal itu kepada ku? batin Via.


"Aku pernah membuat kekacauan satu kota saat itu karena tidak mampu mengontrol sihir yang aku punya. Mereka menjadi takut pada sihir dan saat itu aku mengurungkan diri di kamar dan tidak pernah keluar sampai aku bisa mengontrol sihir ku..." kata Zack.


"Tapi... Bukankah Duke sebelumnya juga menggunakan sihir mereka dalam membantu orang-orang? Bagaimana bisa mereka--"


"Itu berbeda sekarang, gara-gara aku mereka juga ada yang kehilangan keluarga. Mana ada seorang Duke membunuh orang-orang. Jadi lebih baik aku tidak menggunakan sihir saat di luar"


"Lalu jika ada musuh, bagaimana anda akan menyelamatkan mereka? Bukankah mereka juga perlu kekuatan sihir dari Duke?" Kata Via yang sedikit marah.


"Kenapa tiba-tiba kau jadi marah seperti ini? Untuk saat ini belum ada. Kalau pun ada para ksatria dulu lah yang turun tangan, atau raja dan putra mahkota, karena mereka merasa aman jika ada mereka"


"Huft... Bukankah mereka sangat kejam! Tapi saya yakin suatu saat nanti kekuatan anda akan di terima oleh mereka. Aku yakin itu!" Kata Via. Zack tersenyum mendengarnya.


"Baiklah! Terimakasih" Kata Zack. Mereka pun kembali menikmati malam yang sangat indah itu. Tidak rugi mereka keluar dari kerumunan orang.


"Viaa!!" Seseorang memanggilnya dak Via pun mencari sumber suara itu.


...****************...

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋


__ADS_2