Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?

Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?
Eps. 45 Ingatan Olivia


__ADS_3

"Benarkah? Aku... Aku tidak tau. Maafkan aku"


"Tidak apa-apa! Tapi waktu ku hanya sebentar saja. Intinya kita tidak bisa kembali seutuhnya, karena ada banyak orang-orang menunggumu"


"Apa? Bukan- Bukan aku, tapi kamu Olivia!"


"Tidak Mira, mereka memang menunggu Olivia yang didalamnya terdapat jiwa Mira" Kata Olivia lembut.


"Tapi kamu pasti ingin juga kembali ke sana kan? Aku juga ingin kembali ke dunia ku!"


"Maaf Mira, tapi yang pasti aku akan memberikan ingatan ku pada mu mengenai ayah ku. Aku yakin kau pasti bisa Mira..."


PSSHHH.....


Olivia pergi dan menghilang meninggalkan Mira sendiri di sana.


"Hah? Olivia! Olivia!"


...****************...


Taman indah itu juga kian menghilang. Seketika tempat tersebut berganti menjadi sebuah tempat di mana terdapat seorang lelaki dan seorang wanita.


"Nah, Olivia ayah akan menikahi wanita ini. Besok lusa adalah acara pernikahan kami" kata ayah Olivia yang bernama Arden Chase.


"Benar sayang, kau juga bisa memanggilku ibu mulai sekarang" Kata Merlin tersenyum.


"Aku adalah kakak mu, nama ku Blair" ucap Blair yang berada di samping ibunya.


Dari kejauhan Mira bisa melihat raut wajah Olivia yang saat itu masih gadis kecil yang lugu.


Dengan polosnya ia hanya tersenyum dan mengangguk menerima keputusan sang ayah untuk menikah lagi.


Tempat langsung berubah seketika di sebuah aula besar yang terdapat sepasang kekasih untuk mengikat janji mereka.


Setelah pernikahan berlangsung mereka berempat menjalani kehidupan layaknya orang biasa.


Walaupun ayahnya adalah seorang bangsawan kalangan bawah ia tetap bekerja dalam bidang bisnis untuk dapat membiayai kehidupan mereka.


Beberapa tahun kemudian, mereka berdua di karuniai seorang anak perempuan lucu yang di beri nama Liliana Chase.


Setelah melahirkan sikap Merlin mulai bertingkah aneh. Olivia menyadari hal itu tapi tidak dengan ayahnya.


Itu terjadi ketika bisnis ayahnya yang mulai merosot karena banyaknya persaingan pada saat itu.


Di suatu malam, Olivia diminta untuk menjaga Liliana Karena Merlin dan Arden ingin menghabiskan waktu bersama.


Setelah menidurkan Liliana dikamar, Olivia berjalan keluar kamar. Niat awal ia hanya ingin pergi ke dapur mencari minum.


Dari kejauhan ia mendengar suara rintihan dari Merlin. Awalnya Olivia hanya mengabaikan hal itu Mungkin mereka sedang bersenang-senang sekarang pikirnya.


Tapi suara itu berganti menjadi suara ayahnya. Perasaan Olivia kini menjadi campur aduk. Kakinya merasa ia harus menyelidiki hal itu.


Olivia pergi ke kamar ayahnya. Sebelum sampai, ia melihat Merlin berjalan dari luar dan hendak masuk ke dalam kamar sambil membawa gelas di tangannya.


"Kau masih bersemangat seperti biasanya ya.. Hahaha" Kata Merlin.


"Uhuk.. ahaha... Aku jadi tersedak" Kata Arden.


Olivia mendengar percakapan seperti itu dari luar.

__ADS_1


Sepertinya aku terlalu khawatir saja. Lebih baik aku pergi ke kamar saja melihat Lilia-- Batin Olivia.


"Urghhh! Sa- Sayang apa yang kau-- Berikan ini-- ughh!" Suara Arden menjadi kesakitan.


Olivia terkejut dan kembali ke kamar ayahnya. Pintu kamar tersebut terbuka sedikit. Olivia mengintip di sana.


Terlihat Merlin berjalan memutari Arden di tengahnya. Arden mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.


"Hn... Aku memberi mu racun sayang, kenapa? Kau mau minum lagi? Ini aku buat khusus untuk mu" Kata Merlin. Wajahnya yang sendu kini berubah menjadi lebih kejam.


Olivia tidak bisa berbuat apa-apa. Seakan-akan tubuhnya tidak dapat bergerak.


"Kenapa- Kau melakukan- Ini padaku--" Kata Arden.


"Huft... Karena sebentar lagi kau akan mati aku akan memberitahu mu sebuah rahasia ku" Kata Merlin. Lalu ia duduk di atas ranjang.


"Hmm... Mulai dari mana ya, intinya aku menggunakan keluarga mu hanya sebagai tempat perlindungan saja. Rencananya setelah menikah aku ingin langsung membunuhmu, sayangnya tidak bisa! Aku membutuhkan waktu merencanakan balas dendam ku pada anggota kerajaan..."


Arden hanya terdiam mendengar Merlin mengatakan hal itu. Ia juga menyadari Olivia sedang melihat mereka berdua.


Saat Olivia mulai memberanikan diri untuk masuk, ayahnya mulia menghentikannya dengan melempar gelas tadi yang ada di dekatnya.


PLANGG!


"Tidak! Hosh..."


"Ada apa sayang?" Kata Merlin.


Olivia yang mendengar itu terkejut melihat tingkah ayahnya. Ia juga melihat gerakan tangan ayahnya yang menyuruh nya untuk pergi.


"Ohh aku tau, kau pasti bertanya-tanya balas dendam apa kan? Aku akan memberitahumu itu saja. Yang pasti sekarang aku akan menjadi janda beranak dua- eh aku lupa ada Olivia.. Harus ku apakan dia ya?" Merlin mulai beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah pintu.


Sayangnya Olivia tidak melihat Merlin yang sedang berjalan ke arahnya. Ia masih melihat ayahnya yang sudah lemah. Seketika tubuh Olivia di tarik oleh seseorang.


Merlin membuka pintu tersebut tapi tidak menemukan seseorang satupun.


"Hmm... Sepertinya hanya perasaan ku saja" Gumam Merlin.


"Bagaimana kalau kita lanjutkan saja sayang? Doakan aku ya semoga balas dendam ku berjalan dengan lancar" Merlin mengambil pisau dari balik pakaiannya. Tanpa pikir panjang ia mulai menusuk pisau itu di tubuh Arden.


SRUKK!


"Aghh--"


BRUKK!


Olivia yang berada di samping kamar mendengar suara hal tersebut. Air matanya bercucuran membasahi wajahnya.


Seseorang yang menarik Olivia hanya bisa memeluk hangat dirinya. Orang itu merupakan bibi Olivia dari pihak ibu. Sejak Olivia ditinggalkan oleh ibunya, bibi lah yang merawat Olivia.


"Hiks... Hiks..."


"Bersabarlah sayang..." Wanita itu juga meneteskan air mata untuk tuannya yang telah tiada untuk selamanya.


Setelah kejadian itu, kehidupan Olivia sangat berubah drastis. Merlin sangat suka menyuruh Olivia melakukan beberapa tugas. Dengan sabar Olivia melakukan hal tersebut.


Sang bibi yang melihat itu merasa prihatin. Ia juga tidak memiliki kekuasaan di sana. Karena seluruh kekuasaan di turunkan langsung Merlin. Sampai akhirnya ia menemukan jalan untuk Olivia.


"Bibi, apa aku tidak apa-apa pergi?" kata Olivia.

__ADS_1


"Tidak apa-apa sayang, kau harus pergi ke kediaman Effenberg. Semoga kau menemukan kehidupan yang lebih baik di sana"


"Bagaimana dengan bibi? Ayo kita pergi bersama-sama?"


"Tidak sayang, Bibi harus tetap disini. Merlin sudah tau kau melihat semua kejadian itu. Pastinya perlahan mereka melakukan hal jahat nantinya."


"OLIVIA!" teriak Merlin dari bawah.


BUGH... BUGH... BUGH... (suara langkah kaki)


"Black!"


Muncul seorang lelaki memakai pakaian serba hitam setelah di panggil oleh bibinya Olivia.


"Cepat! Bawa dia pergi! Dan cepat ubah aku sekarang!" Perintah bibi. Olivia hanya tercengang melihat apa yang bibinya lakukan.


Cukup menggerakkan jarinya, Olivia seketika melayang dengan dua kopernya. Dan bibi juga berubah sebagai Olivia.


Olivia terkejut melihat lelaki itu tega melakukan itu pada bibinya. Setelah selesai, lelaki itu membawanya pergi Olivia dari kediaman Chase.


"BIBI!!"


PSHHH....


CEKLEK.... BRUK!


"Suara apa itu?" Kata Merlin. Ia melihat sekeliling kamar Olivia.


"Aku tidak mendengar suara apapun" Kata Olivia palsu.


"Hmm..."


SRUKKK!


"UGHHH-" Olivia palsu tersungkur di lantai kamar dengan darah yang bercucuran.


"Huft... Urusan ku sudah selesai di sini! Tidak akan ku biarkan kau mengetahui kejadian itu" Ucap Merlin sembari pergi meninggalkan Olivia yang tidak bernyawa itu.


Kemudian tempat itu kini berganti menjadi serba putih.


Setelah melihat itu semua Mira paham dengan keadaan Olivia sebenarnya. Ia menjadi pengasuh karena bibinya yang mengetahui Olivia sewaktu-waktu akan di bunuh juga dengan Merlin.


"Apa yang harus ku lakukan sekarang?" gumam Mira.


TRAAAKK


"Hah? Bunyi apa itu?" Mira melihat sekelilingnya. Tidak ada yang aneh dari tempat yang ia pijak. Ia pun melangkahkan kakinya. Bunyi itu muncul kembali.


TRAAAKK


Sampai ia menyadari bahwa tempat itu mulai memperlihatkan keretakan yang ada di bawah kakinya.


"Astaga! Bagaimana ini? Tempat ini akan hancur?" Mira berjalan pelan lalu berlari sekuat tenaga menghindari retakan tersebut.


Tetapi seakan-akan retakan itu mengikuti Mira sampai membelah tempat tersebut.


"AAAA!"


...****************...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋


__ADS_2