Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?

Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?
Eps. 64 Kekacauan di Toko


__ADS_3

Setelah liburan di Southdiff selama beberapa hari, mereka pun kembali ke mansion dan melaksanakan aktivitas seperti biasanya.


Namun tidak biasa bagi Zack dan Via setelah pergi liburan. Banyak sekali benih-benih cinta yang telah tercipta di sana. Mereka menjadi semakin dekat setiap harinya.


Di pagi yang cerah Via tengah duduk di bangku kamarnya. Ia sedang fokus menulis di sebuah buku tentang kesehariannya. Ya! Buku itu adalah buku harian. Ia biasanya menulis tentang kejadian yang baru saja ia lakukan.


TOK... TOK... TOK...


"Iya masuk!"


CEKLEK...


"Permisi nona Via! Saya di minta memberikan undangan ini untuk anda!" Kata pelayan itu. Ia masuk dan memberikannya pada Via.


"Dari siapa?" Tanya Via.


"Tadi saya berjumpa dengan sir Louis dan meminta saya memberikan ini pada anda"


"Baiklah, terima kasih"


"Baik saya permisi dulu"


Setelah pelayan itu pergi, Via membereskan buku nya dan mulai membuka isi undangan tersebut. Terdapat stempel kerajaan yang tertera di sana.


"Wah... Undangan pernikahan yang mulia Alex dan putri Zenith. Apa Zack sudah mengetahuinya?" Gumam Via. Ia beranjak dari duduknya dan keluar dari kamarnya. Ia berjalan menuju ruang kerja Zack.


TOK... TOK... TOK..


"Ini aku, Via!"


"Masuklah!" jawaban dari dalam.


CEKLEK...


"Sebelumnya aku sedang memikirkan mu dan ternyata kau datang!" Kata Zack. Ia menghampiri Via yang masih di depan pintu dan memeluknya.


"Ya ampun Zack! Pintunya belum aku tutup. Bagaimana jika ada yang lihat" Kata Via tersipu malu.


"Biarkan saja! Aku terlalu merindukan dirimu!"


"Padahal baru beberapa menit anda menemui ku di kamar tadi" Kata Via.


"Haha... Baiklah! Ada apa kamu kemari?" Tanya Zack. Via menutup pintu dan duduk di atas sofa.


"Saya mendapat undangan resmi dari kerajaan"


"Kau mendapatkannya? Baguslah! Itu adalah acara penobatan sekaligus pernikahan mereka berdua." Jelas Zack yang sudah duduk di samping Via.


"Kalau begitu, apa mereka raja dan ratu kerajaan sekarang?" Tanya Via.


"Iya, benar sekali! Acaranya akan di adakan pekan depan dan akan berlangsung selama tiga hari. Jadi hari ini setelah kita menjemput Lea dan Leo kita akan membuat pakaian untuk hari itu" Kata Zack.


"Tapi aku sudah mempunyai gaun waktu pernikahan Stella, ku pikir itu masih bagus"

__ADS_1


"Tidak... Tidak... Tidak mungkin kamu memakai baju itu selama tiga hari berturut-turut. Kamu harus membuat gaun yang baru!" Kata Zack tegas.


Huft... Aku lupa. Aku sedang berhadapan dengan orang kaya. Batin Via.


"Baiklah!"


...****************...


"Hati-hati di jalan kalian! Jangan lupa kerjakan tugas yang sudah madam bagikan!"


"Baik madam Raya!" Ujar anak-anak serentak.


Para murid di "New growth academy" keluar dari kelas mereka untuk kembali pulang ke kediaman masing-masing.


Sama halnya Lea dan Leo yang sudah tidak sabar untuk pulang.


"Kira-kira siapa yang menjemput kita ya?" Tanya Leo.


"Ayo kita tebak bersama! Yang menang akan mendapat kue coklat lumer!" Kata Lea.


"Hei itu tidak adil! Kue itu hanya sisa satu saja di dapur tadi" kata Leo.


"Justru sisa satu, hanya salah satu dari kita yang bisa mendapatkannya"


"Baiklah! Aku pikir papa yang akan menjemput!" Kata Leo.


"Hahah... Papa kan selalu sibuk, mana mungkin papa yang menjemput"


"Kita tidak tau kan nanti"


"Hn... Kita lihat siapa yang menang! Itu dia kereta jemputan kita!" Tunjuk Leo yang melihat kereta kuda yang ada di depan academy.


Mereka sudah terlihat tidak sabar menanti orang yang akan keluar dari sana. Pintu itu mulai terbuka. Seseorang keluar dari sana. Raut wajah Lea senang karena yang keluar adalah Via.


"Hahaha.... Benar kan tebakan ku! Akhirnya kue it--"


"Sepertinya tidak ada yang mendapatkan kue itu. Ayolah kita pergi!" Kata Leo sambil meninggalkan Lea yang masih senang.


"Tunggu, apa? Bagaimana bis-- Hah? Papa dan Via! Tumben sekali mereka yang menjemput kita! Hei Leo tunggu aku!" Lea pun bergegas mengejar Leo yang cukup jauh darinya.


"Papa! Via! Kenapa kalian bisa satu kereta?" Tanya Leo.


"Hosh... Hosh... Kau cepat sekali berjalan. Yeyay! Papa dan Via yang menjemput!" pekik Lea.


"Papa ingin mengajak kalian semua untuk membuat pakaian yang akan dikenakan di pesta kerajaan" Jelas Zack.


"Kalau begitu ayo kita berangkat!" kata Via.


Mereka berempat masuk ke dalam kereta dan mulai berjalan ke toko pakaian. Lea dan Leo kelihatan senang sekali.


"Bagaimana kalau kue itu kita bagi dua saja!" kata Lea di tengah perjalanan.


"Hmm... Baiklah!"

__ADS_1


Zack yang mendengar percakapan kedua anaknya itu langsung mengingat tentang kue yang ada di dapur.


"Apa kue itu kue coklat yang ada di dapur?" Kata Zack.


"Benar papa? Bagaimana bisa papa tau?" Tanay Lea.


"Ya, Karena papa yang memakannya. Lagipula kue itu hanya sisa satu. Papa pikir tidak ada lagi yang memakannya."


"Hah?! Yah.... PAPA!" kata Lea dan Leo langsung kelihatan lesu mendengar hal itu.


Via tertawa melihat tingkah Lea dan Leo.


Tak lama kemudian mereka telah sampai di toko pakaian yang sangat terkenal di sana. Banyak para bangsawan yang suka membeli gaun atau membuat di tempat itu.


Mereka turun satu persatu dari kereta dan masuk ke toko tersebut.


"Kalian berdua lihat-lihat saja dulu. Aku dan Leo akan ke ruangan sebelah sana." Ucap Zack.


Untuk pakaian wanita dan pria di bedakan menjadi dua ruangan.


"Via, aku mau melihat ke sebelah sana ya" Kata Lea.


"Iya Lea hati-hati!" Via berjalan menyusuri ruangan itu. Memang banyak sekali gaun-gaun indah yang di gantung.


Selain dirinya, ada juga dua gadis bangsawan lainnya yang tengah melihat-lihat juga. Tiba-tiba seseorang karyawan di sana menghampiri Via.


"Selamat siang nona! Ada yang bisa saya bantu?" ucap wanita itu. Via langsung berbalik ke arahnya dan tersenyum simpul.


"Selamat siang, aku ingin melihat gaun-gaun di sini" Ucap Via. Wanita itu melihat Via dari atas hingga bawah.


Hmm... Kelihatannya bangsawan kelas bawah. Terlihat sekali dari pakaiannya yang sederhana itu! Batin Wanita itu.


Via yang merasa di perhatikan merasa agak risih.


"Eum... Apa ada yang aneh di baju saya?" Tanya Via.


"Ah Tidak! Tapi maaf di toko kami menjual gaun yang sangat berkualitas dan tentu saja mewah..."


Via hampir tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh wanita itu. Ia pun hanya terdiam saja.


"Itu maksudnya tidak ada gaun yang kau cari di sini. Jika ingin mencari gaun yang lusuh dan jelek cari saja di toko lain!" sambung salah satu gadis yang tengah duduk di sofa.


"Benar, di sini hanya mempunyai gaun untuk kelas atas!" kata dua gadis itu menyindir Via.


"Tapi aku hanya ingin--"


"Maaf nona, yang di katakan nona-nona cantik itu benar, kembalilah lain waktu, atau tidak kembali juga tidak apa-apa.. Hahah!" Wanita yang bekerja sebagai karyawan di sana langsung pergi meninggalkan Via dan menghampiri dua gadis itu.


"APA... APA YANG KAU LAKUKAN!! BERANI SEKALI KAU!!" Mereka semua termasuk Via menoleh ke arah sumber suara itu. Via terkejut bukan main melihat Lea yang marah dan mendekati karyawan itu.


"Oh tidak! Lea?"


...****************...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋


__ADS_2