
"Lalu jika ada musuh, bagaimana anda akan menyelamatkan mereka? Bukankah mereka juga perlu kekuatan sihir dari Duke?" Kata Via yang sedikit marah.
"Kenapa tiba-tiba kau jadi marah seperti ini? Untuk saat ini belum ada. Kalau pun ada para ksatria dulu lah yang turun tangan, atau raja dan putra mahkota, karena mereka merasa aman jika ada mereka"
"Huft... Bukankah mereka sangat kejam! Tapi saya yakin suatu saat nanti kekuatan anda akan di terima oleh mereka. Aku yakin itu!" Kata Via. Zack tersenyum mendengarnya.
"Baiklah! Terimakasih" Kata Zack. Mereka pun kembali menikmati malam yang sangat indah itu. Tidak rugi mereka keluar dari kerumunan orang.
"Viaa!!" Seseorang memanggilnya dak Via pun mencari sumber suara itu.
...****************...
"Stella!" pekik Via. Ia langsung memberikan pelukan pada Stella.
"Ah... Sepertinya aku terlalu erat memelukmu, maafkan aku bayi manis..." Kata Via sambil mengelus perut Stella yang sedikit membesar. Sudah hampir 4 bulan mereka tidak bertemu dan sekarang Stella tengah mengandung anaknya yang baru berusia 2 bulan.
"Tidak apa-apa Via, dia juga sangat merindukanmu!" Kata stella.
Zack juga datang menghampiri mereka.
"Salam saya kepada Duke agung" Kata Stella.
"Selamat malam Duke!" Kata Louis yang ada di sebelah Stella.
"Iya, selamat malam! Kenapa kalian baru datang ? Acara sudah dimulai dari tadi" Kata Zack.
"Sebelumnya kami berdua singgah ke kediaman anda, Duke. Tapi ternyata kalian semua sudah berada di sini..." Kata Louis.
"Kalau gitu boleh Via saya pinjam dulu Duke?" Pinta Stella.
"Ah iya silahkan"
"Ayo Via!" Stella langsung memegang lengan Via. Hampir lupa ada mantel milik Zack yang ia kenakan.
"Ah... Tunggu Stella, eum... Ini Duke mantel nya..."
"Kau bawa saja" Jawab Zack.
"Baik Duke" Via dan Stella pergi meninggalkan Louis dan Zack di sana.
"Wah, Via ada hubungan apa dengan Duke?" Tanya Stella sambil terkekeh kecil.
"Tidak ada Stella" Kata Via malu-malu.
Ketika di tengah perjalanan, Via dan Stella bertemu Hans di pintu masuk.
"Via? Dari mana kau?" Tanya Hans.
Stella sempat terkejut melihat Hans yang merupakan penerus tahta di kerajaan timur.
"Ah... Salam saya pada pangeran dari timur" Kata Stella hormat.
"Ah.. Iya. Kau... Temannya Via?" Tanya nya lagi
__ADS_1
"Benar pangeran"
"Kami baru saja dari luar pangeran dan sekarang kami akan segera masuk" kata Via.
"Baiklah kalau begitu" Mereka berdua kembali masuk ke dalam. Hans melihat Via sampai sosoknya menghilang. Entah apa yang ia pikirkan sekarang itu.
...****************...
Setelah pesta ulang tahun putra mahkota Alex, mereka berempat kembali ke kediaman Effenberg. Seperti biasanya, Lea dan Leo kembali menjalankan aktivitas pergi ke akademi.
Via juga menjalankan aktivitas di mansion sebagai pengasuh tapi tidak seperti dulu. Karena Lea dan Leo bersekolah, ia memiliki banyak waktu sekarang.
Hari itu Via sangat bosan sekali. Jadi ia kepikiran untuk jalan-jalan terlebih dahulu sebelum menjemput si kembar.
Susana perkotaan masih terasa sama saja dari sebelumnya. Via melihat sebuah toko makanan unik. Ia pun memutuskan membeli untuknya dan sebagian lagi untuk si kembar.
"Permisi tuan, saya ingin membeli 10 biji" Kata via.
"Baik nona, silahkan tunggu sebentar ya" Kata tuan penjual.
"Apa aku tidak salah dengar? Suaranya seperti suara Via?" Kata seseorang di sampingnya.
Merasa ada yang menyebut namanya, Via menoleh dan siapa yang menyangka pangeran dari timur yang kemarin ia jumpai dan sekarang berada di hadapannya.
"Ah, pange--!"
"Ssttt... Ternyata dugaan ku benar!" Kata Hans sambil menyentuh bibir Via dengan jari telunjuknya.
"Maaf tuan, anda tadi ingin beli berapa?" Kata tuan penjual.
"Baik tuan!"
"Tunggu.. Anda tidak boleh--"
"Sudah... Biar aku saja" Kata Hans. Akhirnya Via tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Beberapa saat kemudian...
"Ini tuan, nona.... Berkunjunglah lagi!"
"Terimakasih!"
"ohiya Via, setelah ini kamu mau ke mana?" Tanya Hans.
"Eum.. Setelah ini saya akan menjemput Lea dan Leo... Eum... Tuan" Kata Via yang hampir keceplosan memanggilnya 'pangeran'.
"Hmm.. Begitu"
"Anda sendiri kenapa berada di sini sendirian? Jangan bilang anda pergi tanpa bilang-bilang..." Kata Via. Ia sendiri seperti sudah hafal kelakuan para pangeran yang suka kabur dari istananya.
"Hahah, tebakan mu benar sekali! Bagaimana bisa? hahah"
"Itu karena putra mahkota juga pernah melakukan itu"
__ADS_1
"Benarkah? Memang sih tinggal di istana sangat bosan. Lagipula besok aku sudah kembali ke timur, sangat di sayangkan kalau aku tidak berjalan-jalan di sini" Kata Hans.
"Eum... Kalau begitu bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar? Mungkin saya ada waktu sebentar sebelum menjemput mereka" Ajak Via. Tentu saja ajakan itu di setujui oleh Hans.
Via mengajak Hans berkeliling pasar di lanjutkan pergi ke restoran paling enak di sana. Tidak lupa Hans membeli barang lain untuk di jadikan oleh-oleh.
"Coba kau pakai Via! Sepertinya sangat cocok untuk mu!" Hans memasangkan sebuah hiasan kepala pada Via.
Astaga! Wajahnya dekat banget... Batin Via.
Tiba-tiba Zack yang sedang bekerja di daerah yang sama dengan Via berada. Tidak sengaja melihat Via berama seorang lelaki yang membelakangi dirinya.
Apa yang dia lakukan di sini!? Batin Zack.
"Duke, melihat kondisi sekarang, sepertinya hanya daerah yang ini-- Loh Duke? Anda mau ke mana?" Kata Dion asisten Zack. Melihat Zack justru berjalan ke arah lain.
"Via!" Suara itu sontak mengagetkan mereka berdua.
"Wah... Wah... Sepertinya anda selalu ada di mana-mana ya... Kita makin lebih sering bertemu.." Ucap Hans. Hal itu membuat Zack tidak senang entah mengapa.
"Kenapa kau tidak menjemput si kembar? Lagipula bagaimana bisa kau berjalan-jalan dengan pangeran! Atas nama Effenberg saya minta maaf pangeran!" Kata Zack.
"Ah iya Duke, pangeran maafkan saya. Kalau begitu saya pamit terlebih dahulu" Via buru-buru pergi meninggalkan dua lelaki itu.
Huft... Aku lupa kalau Zack selalu bekerja di sekitar sini untuk melihat warga-warga nya... Semoga saja dia tidak marah... Batin Via.
"Kenapa anda memperlakukannya seperti itu Duke! Saya juga tidak masalah dengan ajakan nona Via" Kata Hans yang memancing suasana Zack.
"Ajakan? Kenapa anda menerima ajakan tersebut pangeran? Dan lagi kenapa anda berpakaian seperti itu, apa anda sedang kabur dari kediaman anda?" Tanya Zack yang mulai memperlihatkan wajah datarnya.
"Memangnya kenapa Zack? Kau tidak senang aku bersama pengasuh anak-anak mu?" Ucap Hans.
Akan lama jika berurusan dengan orang sepertinya... Batin Zack.
"Tidak apa-apa pangeran... Sepertinya saya harus pergi sekarang. Kota ini kurang aman, lebih baik anda segera kembali ke istana" Zack pun kembali ke tempat sebelumnya.
"Baiklah kalau begitu. Aku juga ingin kembali. Sebentar lagi Via akan menandatangani surat untuk persyaratan pemberian namanya..." Sontak Zack terhenti karena perkataannya. Hans sempat tersenyum kecut padanya.
"Apa maksudmu?" Kata Zack yang mulai terpancing oleh Hans.
"Wah.. wah... Kemana tadi sopan santun mu zack? Hn... aku sudah mendengar dari raja dan ratu, kau meminta mereka untuk memberikan nama belakang padanya kan? Kau tau nama yang akan di usulkan itu milik siapa? Nama itu milik keluarga ku, jadi aku bisa kapan saja bertemu bahkan bisa mengambil nya semau ku.."
Tiba-tiba terdengar Auman monster dari jauh.
"Sepertinya yang kau tunggu telah tiba, seperti yang kau katakan lebih baik aku pergi dari sini, tenang saja Via akan aman bersama ku dan juga anak-anak mu..." Seketika Hans hilang terbawa portal sihirnya.
Zack makin kesal dengan perkataan Hans. Belum lagi ia di hadapkan monster yang menggangu perkotaan.
Sial! Kenapa waktunya bersamaan dengan muncul monster ini! Aku harus bergegas bertemu Via untuk tidak perlu menandatangani itu.
...****************...
Terimakasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
__ADS_1
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋