Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?

Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?
Eps. 54 Aku kembali...


__ADS_3

"Tapi kenapa dalam cerita aslinya Stella juga meninggal? Apa Merlin juga dalang dari semua ini? Atau ada orang lain? Hmm... Aku harus segera kembali! Mereka pasti menung-- gu... Aaaaa!!"


Tempat itu seketika lenyap secara perlahan sehingga Mira terjatuh dari sana. Tubuhnya masih melayang dengan kecepatan tinggi.


"Huft... Kenapa dari tadi aku jatuh terus sih..." Gumam Mira.


Kali ini ia hanya pasrah ke mana ia akan di bawa. Apakah dia akan kembali ataukah melihat masa lalu lagi dari seseorang?


...****************...


Loh, kenapa jadi gelap? Sekarang aku di mana? Ukh! Badanku terasa berat sekali!


"Apa dia belum sadar?"


Eh? Suara itu! Zack!? Apa aku... Kembali?! Tapi kenapa aku tidak bisa melihat?


"Belum Duke. Sampai sekarang belum ada perkembangan"


Itu... Itu suara madam Lisa! Madam Lisa Kau mendengar ku?


"Anda beristirahat saja, biar Via saya yang temani"


"Baiklah, terima kasih!"


Apa? Kenapa Zack pergi? Aku harus... Egh.... Membuka... Mata ku... Kenapa berat sekali!?


Madam Lisa melihat tubuh Via yang masih terbaring lemah. Kemudian ia membetulkan selimut yang Via kenakan. Pandangannya langsung teralihkan ketika melihat jari-jari tangannya yang mulai bergerak.


"Hah?! Via! Kau mendengar ku?" Kata madam Lisa. Ia masih menunggu reaksi dari Via. Via pun berusaha membuka matanya.


Saat membuka mata, kepalanya mulai sakit. Namun ia paksakan agar bisa terbangun.


"Ukh..."


"Via!"


"Mad- Madam?" Rintih Via.


Akhirnya aku kembali.


CEKLEK...


"Madam Lisa, Kami membawakan makanan untuk mu, Sir Aron meminta kami untuk memberikannya padamu" Kata Leo sambil membawa nampan di tangannya.


Lea dan Leo melihat Madam Lisa yang tidak merespon perkataan mereka.


"Madam anda sedang ap- Hah? VIA!" pekik Lea.


Melihat Via yang sedang berusaha membuka matanya, membuat mereka terharu setelah menunggu sekian lama.


"Le- Leo.... Lea?"


"Iya Via! Kami di sini" Kata Leo.


"Ayo kita panggil papa! Ah tidak kita panggil saja semua orang!" kata Lea.


"Hmm.. Sepertinya jangan dulu Lady, Via baru saja tersadar, mungkin Duke saja yang perlu di bawa kemari" Kata Madam Lisa.


"Baiklah Madam"


Lea berlari ke ruangan papanya. Terlihat sekali Zack dengan wajah lelahnya yang baru saja menemani Via sepanjang malam, lalu melanjutkan mengerjakan beberapa tugasnya.


"Papa!"


"Ah... Ada apa Lea? Papa ingin beristirahat dulu, latihannya lain kali saja" Kata Zack tanpa mendengar alasan Lea datang.


"Iih... Papa! Aku bukannya ingin latihan. Via telah sadar papa!"


Sontak Zack mengehentikan aktivitasnya dan berdiri. Ia langsung bersemangat lagi.


"Benarkah? Ayo ke kamarnya!" Zack berlari dengan Lea. Senyum sumringah muncul di wajah mereka.

__ADS_1


"Via!" Zack melihat Via dengan wajah tersenyum. Mata mereka saling bertatapan. Setelah di tunggu-tunggu akhirnya Zack lega melihat Via yang telah sadar.


Zack menghampiri Via dan memegangi tangannya.


"Apa ada yang sakit? Katakan saja... Aku akan memanggil tabib untuk mu!" Kata Zack masih dengan wajah paniknya.


"Ukh... Ini terasa sakit!" Kata Via sambil memegang bagian perutnya.


"Madam Lisa, panggilkan tabib ke sini!" Kata Zack.


"Baik Duke!" Madam Lisa bergegas keluar memenuhi perintah dari Zack.


"Duke... Ada yang.. Harus... Aku katakan..." Kata Via tertatih-tatih.


"Kau boleh mengatakannya, tapi kau harus pulih dulu. Karena sudah hampir satu bulan kamu terbaring di sini" Kata Zack.


"A-Apa satu bulan?! Ta-Tapi ini sangat penting! Ada kaitannya hal ini dengan Merlin"


"Sebentar lagi Merlin akan dihukum mati karena perbuatannya. Ia akan dipertontonkan ditengah-tengah masyarakat."


"Anda harus tau Duke! Bukan berarti aku membela dia, tetapi aku melihatnya sendiri. Merlin melakukan semua itu karena awal mula masalahnya adalah dari yang mulia raja Austin" Kata Via. Zack terdiam dan mencoba untuk mengerti perkataan Via.


"Raja Austin?" Tanya Zack. Via mengangguk dan mulai menceritakan setengah dari cerita Merlin. Karena tabib datang untuk memeriksa Via.


"Jangan lupa untuk meminum racikan yang sudah dibuat. Kalaupun pahit harus dipaksa di minum. Karena itu bagus mempercepat luka yang ada di perut mu.." Kata tabib.


"Baik tuan" Kata Via.


"Bagaimana Duke? Apa anda sudah mendapatkan barang yang saya sarankan dari negara sebelah?" kata tabib.


"Ya! Aku sudah mendapatkannya!"


"Bisa anda bawa kemari?"


Zack dengan cepat bergegas ke ruangannya dan mengambil barang yang dimaksud. Ia membawa sebuah kursi roda yang terbuat dari kayu yang kuat.


Ternyata disini ada kursi roda juga ya walaupun tidak semewah kehidupan ku yang dulu.. Batin Via.


"Baik nona Via, saya akan mengajarkan anda menggunakan roda kursi..."


"Benar nona Via, ini adalah roda yang ada kursinya" Kata tabib.


"Ah... Ya Ba-baiklah..." Ucap Via.


Hahaha.. Roda yang ada kursinya? Sebenarnya tidak salah juga sih dengan nama itu... tapi agak lucu saja... Batin Via.


Tabib itu dengan perlahan mengangkat Via ke atas kursi tersebut.


"Sekarang anda bisa berjalan-jalan menggunakan ini sementara waktu."


"Baik tuan, terima kasih banyak"


Setelah menggunakan 'roda kursi' tersebut, Via kembali duduk di atas ranjang.


"Ada yang harus ku bicarakan pada Via, apa kalian bisa keluar dulu?" Kata Zack pada Madam Lisa dan si kembar.


"Baik papa"


"Baik Duke"


Mereka semua keluar dari kamar dan Via Melanjutkan ceritanya.


"Kamu bisa melanjutkannya sekarang..."


"Baik Duke, lalu setelah itu..."


...****************...


"Kau pasti taukan semua ini atas dasar perintah Alex, bagaimana pun juga Merlin telah membunuh raja Austin dan juga raja Claude" ucap Zack.


"Kalau begitu, bisakah saya yang berbicara mengenai ini padanya?" Kata Via.

__ADS_1


"Baiklah, akan kucoba besok!"


"Terima kasih banyak Duke"


"Ohiya Via, waktu kamu melihat aku yang berbeda itu, kamu ada mengatakan sesuatu padaku kan? Apa waktu itu aku tidak salah dengar?" Kata Zack yang mengingatkannya pada pertarungan di istana.


"Hmm... Saya mengatakan apa ya?" Gumam Via sambil mengingat hal yang dimaksud Zack.


...****************...


"Duke, saya yakin anda Hosh... bisa mengatasi kekuatan anda Hosh... Sendiri... Saya... mencintai anda... Sangat-- Hosh..."


...****************...


Apa itu yang dimaksud Zack?! Aaa, kenapa juga aku mengatakan hal seperti itu? Dasar kau Mira bodoh!! Batin Via.


"Ahaha... Saya agak kurang ingat Duke, bo-bolehkah saya beristirahat lagi?"


"Ah iya tentu saja! Kamu harus beristirahat. Maaf aku jadi mengganggu mu"


"Tidak apa Duke" Via langsung membalikkan badannya menghindari tatapan Zack.


Kalau ingat itu kenapa aku jadi yang malu sih... Huaaa! Batin Via. Ia pun mulai memejamkan matanya.


...****************...


Keesokan harinya, semua orang menjalankan aktivitas mereka seperti biasanya. Via yang sudah sadar itu masih harus berada di kamarnya.


Zack pergi ke istana untuk bertemu Alex membicarakan masalah kemarin, namun sangat sulit untuk menemuinya karena ada banyak tugas yang harus Alex kerjakan semenjak di tinggalkan oleh sang ayah.


Sementara Stella dan Louis pergi ke kediaman Effenberg untuk menjenguk Via.


TOK... TOK... TOK...


"Masuk!"


CEKELK...


"Selamat pagi Via!" Ucap Stella.


"Hah? Stella! Aku sangat merindukanmu!" Ucap Via sembari melebarkan kedua tangannya dan memberi pelukan hangat.


"Aku pikir aku tidak bisa bertemu dengan mu lagi... Hiks... Hiks.."


"Hei, aku sudah sadar dan sekarang lihat aku jauh lebih sehat kan?" ujar Via.


"Ah iya, syukurlah! Aku sangat senang sekali mendengar kamu sudah sadar..." Kata Stella.


Sepertinya aku banyak membuat semua orang khawatir. Batin Via.


"Silahkan duduk Stella!"


"Eung... Kamu tidak melihat ada yang berbeda dari aku?" Kata Stella.


Via tercengang melihat Stella. Ia melihat dari atas hingga ujung kakinya namun tak kunjung ia temukan apa yang berbeda.


"Entahlah Stella, aku tidak tau, sepertinya tidak ada yang beru-- Bah... Hah!? Si-siapa itu?" Kata Via. Ia terkejut melihat Louis datang dan membawa bayi di gendongannya.


"Stella? Apakah kamu...?"


"Haha, iya Via! Kamu tidak melihat perut ku yang sudah tidak membesar?"


"Ya ampun, tampan sekali..." Kata Via yang melihat bayi Stella dan Louis.


"Eum... Bukan tampan Via, tapi cantik.." Kata Louis.


"Ah.. Perempuan rupanya.. Ma-maaf... hehe"


"Haha"


...****************...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋


__ADS_2