Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?

Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?
Eps. 44 Bertemu


__ADS_3

Mereka berempat mulai mengambil posisi dan mulai beraksi. Sama halnya dengan Alex, kini ia jarak antara cukup dekat. Satu yang ia incar yaitu mahkota yang ia curi dari raja.


"Aku hanya perlu memberi sentuhan kecil pada mahkota nya agar terjatuh" Gumam Alex. Ia mulai menggerakkan tangannya. Sihir yang ia miliki menuju pada mahkota tersebut.


"Sedikit lagi... Kumohon"


PSHHH!


"Hah? Dia hilang ke mana?"


Blair tiba-tiba menghilang. Padahal sedikit lagi ia hampir menjatuhkan mahkota itu.


"Kau mencari ku?"


DEG...


Aku lupa, sebelumnya dia melakukan ini tadi. Batin Alex.


BUGHH!


"AKH...."


BRUKK....


"Kasihan sekali, rencana mu sangat mudah di tebak" Kaya Blair. Ia kembali pergi ke singgasana meninggalkan Alex yang tersungkur di lantai.


...****************...


Dari kejauhan Lea melihat Alex tiba-tiba di serang dari belakang oleh Blair. Ia tersungkur kesakitan.


"Hah? Paman Alex?!"


Zack mendengar perkataan Lea langsung menoleh cepat.


"Ada apa?"


"Itu, kita harus ke sana pa!"


Melihat para musuh tumbang semua, mereka bergegas ke arah Alex.


"AKH..." Tiba-tiba Leo merasa kesakitan di bagian kakinya.


"Leo?" Pekik Via.


"Biar saya saja yang urus, kalian pergi saja ke sana!" Sambungnya.


Zack mengangguk mengerti. Zack dan Lea bergegas menghampiri Alex. Sedangkan Hans menjaga semua bagian pintu agar tidak ada celah para musuh untuk masuk.


"Alex, bertahanlah! Sebaiknya kita pergi saja dari sini!" Kata Zack.


"Ukh... Tidak... Zack... Aku harus... Bisa mengambil mahkota... itu..." Kata Alex tertatih-tatih.


"Apa anda bisa berjalan?" Kata Via pada Leo.


"Sepertinya bisa... Ukh..."


"Tidak usah di paksakan, kita di sini saja dulu. Sepertinya mereka semua tidak bisa bergerak lag-- Hah!" Via melihat sekelilingnya dengan para musuh yang berserakan dimana-mana.


Tapi ada satu yang membuatnya terkejut. Salah satu dari mereka berjalan cepat ke arah Zack dengan pedang di tangannya. Dengan cepat Via bergegas menuju tempat Zack.


"Duke! Awasss...."


Merasa dirinya di panggil oleh Via, ia menoleh ke arahnya.


"Ada ap--"


SRUKK.... (Bunyi tusukan pedang)

__ADS_1


"AKH... Du- Ke-"


BRUK...


Via tertusuk oleh pedang itu.


"Vi- Via?!"


"Hah!? Via!!" Pekik Lea.


"Beraninya... Kalian... Semua!" Zack menunjukkan kemarahan yang tidak biasanya. Dengan pandangan sedikit kabur, ia melihat Via terbaring di lantai dengan darah di bagian perutnya yang banyak.


Pandangannya beralih pada Zack. Wajah sudah terlihat tidak asing lagi baginya. Tiba-tiba Alex teringat masa di mana hal itu terjadi juga pada Zack sebelumnya.


"Zack... Kau... Jangan... Lakukan--"


"Paman bicara apa?"


"Lea! Cepat bawa Leo pergi dari sini. Kalian harus berlindung! Cepat" Titah Alex.


Lea dengan paniknya berlari ke arah Leo dan menariknya ke tempat yang cukup jauh dari mereka.


"ARGHHH! KALIAN SEMUA! AKAN KU BUAT KALIAN MENDERITA!" Suara Zack berubah lebih berat dari biasanya. Dari tubuhnya muncul cahaya yang sangat besar.


Hans yang sudah tak kuasa menahan para musuh mendorong pintu tersebut, ikut terdorong karenanya.


"HHIAAA"


Seketika tanah bergetar. Seisi istana juga ikut terguncang.


Sang Ratu yang baru saja menyelesaikan urusannya di kamar, bergegas ke arah aula tengah. Langkahnya sempat terhenti. Ia melihat Zack berubah sama seperti waktu Zack berumur tiga tahun.


"Oh tidak" Gumam Ratu.


Warna Mata Zack kini berubah menjadi biru bercahaya. Melihat para musuh itu berdatangan, ia langsung menebas mereka satu persatu.


"Kekuatan apa itu?" Gumam Blair. Seseorang datang dari luar memecahkan kaca jendela yang besar. Ternyata orang itu adalah Merlin, ibu Blair.


"Ibu, dari mana saja?"


"Itu tidak penting! Sekarang kita harus pergi dari sini, cepat!" Ajak Merlin.


"MAU KE MANA KALIAN HAH!?" Zack menyerang mereka berdua.


"Akh.."


"Ibu, apa yang harus kita lakukan?"


"Cepat serang dia dengan sihir mu!"


Blair menyerang dengan sihirnya. Bukannya mengenai Zack, justru Zack menyerap sihir tersebut melewati tangannya.


"Apa!? Bagaimana bisa?" Blair terus mencoba sampai ia merasa kewalahan.


Melihat mereka berdua kebingungan dan kewalahan, Zack mengambil kesempatan itu dan...


BUGHH....


Mahkota itu terjatuh dari atas kepalanya Blair. Via sempat tersadar dan melihat Zack yang berubah tidak seperti dirinya.


"Za-Ck" Gumam Via. Zack yang mendengarnya langsung menghampiri Via.


"VIA!? KUMOHON BERTAHANLAH! AKU... AKU AKAN MENYELAMATKAN MU!"


"Hosh... Hosh... Duke! Pertama kali saya melihat Hosh... kekuatan sebesar ini... Hosh.."


"VIA!"

__ADS_1


"Duke, saya yakin anda Hosh... bisa mengatasi kekuatan anda Hosh... Sendiri... Saya... mencintai anda... Sangat-- Hosh..." Tangan Via menggapai wajah Zack, tapi tangan itu terjatuh dan Via tidak menyelesaikan perkataannya.


"VIA! VIA! JANGAN PERGI! KU MOHON... VIAAAA"


...****************...


TIKK.... TIKK... TIK...


Terdengar suara rintikan air. Seorang wanita berjalan mencari arah suara itu. Dalam keadaan gelap ia mampu melewati sampai ia menjumpai cahaya kecil di seberangnya.


Ia berlari kecil ke arah cahaya itu. Suara air tadi kini menjadi lebih jelas. Setelah melewati kegelapan, ia dihadapkan banyaknya kaca-kaca yang tergantung di sana.


Ia terus berjalan sambil menikmati keindahan suara yang di hasilkan dari kaca-kaca tersebut. Langkahnya terhenti seketika.


Ia melihat seseorang yang sangat ia nantikan selama ini. Di pantulan kaca itu terlihat sekali sosok yang sangat ia rindukan.


"Ah... Apakah... Ini aku? Aku sudah kembali! Aku kembali menjadi Mira seutuhnya!" Pekiknya.


Walaupun ia senang telah kembali pada dirinya, tetapi ia masih terjebak di dalam sana. Ia terus berjalan mencari jalan keluar selanjutnya.


Seketika kaca-kaca tadi menghilang dan berganti tempat di sebuah taman yang sangat indah. Di sana terdapat air terjun yang sangat tinggi, pohon-pohon rindang yang subur, rumput-rumput hijau yang menyegarkan mata.


Apa aku di surga? Batin dia.


Di sebuah danau, terlihat sosok gadis. Ia memiliki rambut hitam panjang dan berpakaian putih bersih. Seketika dia teringat seseorang di ingatannya.


"Hei! Apa kamu Olivia?"


Gadis itu menoleh ke arahnya sambil tersenyum. Kemudian gadis itu melambaikan tangannya dan berjalan ke arahnya.


Gadis itu memegang tangannya dan berjalan ke arah danau tersebut. Mereka duduk di pinggiran danau.


Air danau itu sangat tenang, membuat orang yang melihat menjadi tenang pula.


"Bagaimana kabar mu?" Tanya Olivia.


"Aku baik-baik saja" Kata Mira.


"Syukurlah, kau bisa melewati keadaan di sana" katanya lagi.


"Olivia, ada banyak sekali pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu" kata Mira.


"Hahaha... Aku juga sama Mira! Sudah lama aku ingin menemui mu, tapi sangat sulit untuk aku masuk ke dalam alam bawah sadar mu" kata Olivia sambil terkekeh.


"Benarkah? Aku... Aku tidak tau. Maafkan aku"


"Tidak apa-apa! Tapi waktu ku hanya sebentar saja. Intinya kita tidak bisa kembali seutuhnya, karena ada banyak orang-orang menunggumu"


"Apa? Bukan- Bukan aku, tapi kamu Olivia!"


"Tidak Mira, mereka memang menunggu Olivia yang didalamnya terdapat jiwa Mira" Kata Olivia lembut.


"Tapi kamu pasti ingin juga kembali ke sana kan? Aku juga ingin kembali ke dunia ku!"


"Maaf Mira, tapi yang pasti aku akan memberikan ingatan ku pada mu mengenai ayah ku. Aku yakin kau pasti bisa Mira..."


PSSHHH.....


Olivia pergi dan menghilang meninggalkan Mira sendiri di sana.


"Hah? Olivia! Olivia!"


...****************...


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋

__ADS_1


__ADS_2