Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?

Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?
Eps. 56 Blair


__ADS_3

Satu bulan kemudian...


Setelah kepergian Merlin yang begitu tragis, semua orang menjalankan aktivitas seperti biasanya.


Setelah berduka atas kepergian Raja Claude, Alex di tunjuk langsung untuk mewarisi tahta sebagai Raja baru. Dan setelah penobatannya itu, pernikahan antara dia dan putri Zenith juga akan dilaksanakan.


Sama halnya dengan Blair, ia masih menjalani perawatan di kediaman milik Zack. Setelah benar-benar pulih barulah ia akan diasingkan sesuai perintah dari Alex.


"Disini kau rupanya" Kata Via datang menghampiri Blair yang sedang duduk memegangi kakinya.


"Ah.. Via! Kau mencari ku?" Kata Blair.


"Iya aku mencari mu ke mana-mana. Bagaimana kondisi tubuhmu?"


"Sudah mendingan. Hanya saja kakiku masih sedikit sakit kalau di bawa berjalan terlalu lama" Kata Blair.


"Benarkah? Aku akan meminta Duke untuk mengantarkan mu ke pelabuhan menaiki kereta" Kata Via.


"Tidak perlu Via, aku tidak bisa merepotkan mu lagi"


"Tidak apa... Oh iya hampir saja aku lupa, ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu" Kata Via. Ia lalu memutar kursi rodanya ke arah pintu.


"Ada yang ingin bertemu dengan ku? Siapa?" Tanya Blair. Ia merasa tidak ada lagi orang-orang yang mengenali dirinya.


"Masuklah!" Kata Via. Seorang gadis masuk ke dalam ruangan dan berlari ke arah Blair.


"Kakak!" Katanya sambil memeluk Blair.


"Li-lili? Kamu... Maafkan aku" Ucap Blair dan membalas pelukan Lili. Lili Chase yang merupakan adik dari Olivia dan juga Blair anak dari Merlin dan Arden.


"Kakak! Aku merindukanmu kak! Aku dengar kakak akan pergi. Aku mau ikut dengan kakak!" Kata Lili merengek pada Blair.


"Kamu tidak bisa ikut dengan ku Lili. Aku yang di beri hukuman, aku tidak mau kau ikut-ikutan dalam masalah ini..." Jelas Blair.


"Lili, sebaiknya kamu tinggal bersama ku saja" Kata Via.


"Hiks... Hiks... Aku tidak mau! Maunya dengan Kak Blair saja!"


"Begini saja, kau boleh ikut dengan ku setelah kau besar nanti. Jadi kamu harus menjadi anak yang rajin agar bisa tinggal denganku" Kata Blair.


"Hah? Benarkah? Kakak janji akan menjemput ku nanti?" Ucap Lili penuh harap.


"Iya aku janji!" Kata Blair.


"Yeyayy!"


"Kalau begitu Lili, kamu bisa bermain lagi dengan Lea dan Leo" Ucap Via.


"Baik Kak Via!" Dengan wajah senangnya Lili pergi keluar untuk bermain.


"Huft... Ku pikir aku tidak bisa melihat Lili lagi" Gumam Blair.


"Maaf aku jadi merepotkan mu lagi..." Sambungnya.


"Tidak apa-apa, Lili adikku juga... Uhhh... Aku ingin mencoba berjalan lagi..." Ucap Via. Ia langsung berdiri dari kursi rodanya dan berpegang pada besi panjang.

__ADS_1


"Biar ku bantu!" Kata Blair. Ia dengan sigap membantu Via yang tertatih-tatih ketika berjalan. Masih ada rasa sakit di bagian perutnya jika ia banyak berjalan.


"Ku pikir kau ada di kamar. Ternyata di sini" Ucap Zack tiba-tiba yang memperhatikan mereka sedari tadi. Via dan Blair sontak menoleh.


"Duke? Saya agak bosan di kamar terus, jadi saya memutuskan untuk berlatih berjalan lagi" Kata Via.


"Tapi kau juga harus beristirahat" Kata Zack, ia langsung mengambil alih memegang Via.


"Sepertinya kamu sudah pulih total.." sambungnya melihat ke arah Blair.


"ah... Iya Duke, ini semua berkat anda juga. Karena sudah ada Duke, saya pamit undur diri terlebih dahulu" Kata Blair ia langsung bergegas keluar meninggalkan mereka berdua.


"Blair? Kenapa dia pergi?" Tanya Via.


"Mungkin ada sesuatu yang harus dikerjakannya. Ayo kita keluar juga?"


"Eum.. Baiklah..."


...****************...


Keesokan paginya, semua orang dikediaman Effenberg berada di luar halaman mansion. Ada juga Alex yang hadir untuk mengantar Blair pergi.


"Yang mulia... Saya ucapkan terima kasih banyak atas kebaikan anda dan saya minta maaf atas perilaku saya selama ini" Kata Blair.


"Iya, jagalah dirimu baik-baik" Kata Alex. Sekarang Blair bukan lagi anggota kerajaan dan sihir yang ia punya telah di lenyap kan selama-lamanya.


"Duke, terima kasih sudah memberikan saya pengobatan yang terbaik"


"Sama-sama" singkat Zack


"Via. Aku dan ibu minta maaf padamu... Tolong jaga Lili..."


"Hiks.. Hiks.. Kakak..." Ucap Lili yang masih menangisi kepergian kakaknya.


"Hei, sudahlah jangan menangis! Kau harus tumbuh besar agar bisa tinggal bersama ku di sana!" Kata Blair. Ia tau bahwa itu semua hanyalah kebohongan agar adiknya tidak menangis lagi.


"Ba-Baik!" Ucap Lili.


Setelah mengucapkan perpisahan dengan mereka semua, Blair segera menaiki kereta yang sedari tadi menunggunya.


Langkahnya sangat berat, namun inilah yang harus ia dapatkan dari perbuatannya. Kereta kuda tersebut perlahan berjalan menjauhi mansion.


"Huft... Padahal masakan paman Blair enak sekali ya!" Kata Leo.


"Benar sekali! Bahkan dia juga pernah mengajarkan ku taktik berperang... Kakakmu memang hebat Lili, aku yakin kalian pasti akan bertemu lagi nanti!" Kata Lea menyemangati.


"Hiks.. Terima kasih kalian, kakakku memang bisa melakukan semuanya..." Ujar Lili.


Alex mendengar omongan dari ketiga anak-anak tersebut. Seketika sesuatu hal membuat hati nya tergerak.


"Hentikan keretanya!" Titah Alex pada pengawal di sampingnya. Ia bergegas mengejar kereta yang belum terlalu jauh dan keretanya pun berhenti.


Alex berjalan ke arah kereta tersebut. Via dan Zack di buat bingung oleh Alex.


"Loh? kenapa berhenti tiba-tiba? Tuan, apa ada masala-- Ah ya ampun yang mulia!" Kata Blair yang dikejutkan dengan kemunculan Alex di jendela kereta.

__ADS_1


"Ada sesuatu hal yang harus kau lakukan!" Kata Alex.


"Ada apa dengannya?" Gumam Zack yang melihat mereka dari kejauhan.


"Entahlah..." Kata Via.


Tak lama setelah itu, Alex kembali ke tempat awalnya diikuti Blair di belakangnya.


"Ada apa ini? Kenapa dia kembali?" Tanya Zack.


"Aku sedikit berubah pikiran tadi, sebaiknya Blair bekerja saja di kediaman Effenberg"


"Tunggu? Apa?! Bagaimana bisa kau..."


"Aku mendengar mereka berbincang-bincang tentang Blair, mungkin dia bisa membantu pekerjaan mu, kan Blair?" Ucap Alex.


"Ah.. Be- benar Yang mulia, saya bisa melakukan apapun yang anda minta. "


"Apa itu berarti kakak tidak jadi pergi?" Ucap Lili.


"Benar sekali!" ucap Alex.


"Yeyay!!!"


"Asyik! Bisa makan enak lagi!"


"Paman Blair, besok kita belajar lagi ya!"


Tampak wajah gembira dari Lili, Lea dan Leo. Zack hanya bisa pasrah menerima keputusan Alex.


"Baiklah, urusan disini sudah selesai, aku akan kembali ke istana!" Ucap Alex.


"Baik yang Mulia, terima kasih banyak atas hari ini!" Kata Via.


"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih yang mulia! Akhirnya saya bisa berkumpul lagi dengan adik-adik saya" Kata Blair.


"Ya sama-sama, kalau begitu aku pergi dulu!" Alex pergi bersama beberapa pengawalnya ke istana.


Begitu juga dengan Zack, ia kembali masuk ke mansion nya dan di ikuti oleh mereka semua.


"Madam Lisa tolong siapkan satu kamar untuknya" Ucap Zack.


"Baik Duke!"


"Malam ini aku mau tidur dengan kakak!" Pekik Lili.


"Sstt... Kau harus menjaga tingkah laku mu depan Duke!" Ucap Blair.


"Hehe iya kak, maaf!"


Dan begitulah, Blair tidak jadi diasingkan ke pulau terpencil atas perintah Alex. Karena ia berpikir dengan kesempatan kedua seseorang akan bisa berubah menjadi lebih baik. Dan pada dasarnya Blair memang merupakan anak yang baik sejak kecil.


...****************...


Selamat untuk Blair (By Author)

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋


__ADS_2