
"kau tau Lea, tadi aku baru saja bertemu anak yang juga suka membaca buku karya tuan Oliver!" kata Leo yang langsung duduk di sebelah Lea.
"Wahh... kalau begitu kau bisa mengenalkan dia sama aku!" kata Lea.
"pasti! tapi surat apa yang kau baca tadi, sepertinya kau senang sekali?" tanya Leo.
"ah.. ini. Kau akan tau nanti" kata Lea.
Via tengah menuju kamar Lea dan Leo membawakan nampan berisi kue yang ia buat.
tumben sekali Leo memintaku membuat kue... batin via.
Via membuka pintu dan melihat Lea dan Leo sedang tertawa.
"wah.. wah.. sepertinya sudah ada yang akur nih" kata via tersenyum dan meletakkan nampan itu di atas meja.
"terimakasih via!" kata Leo.
"sama-sama!"
"nah ini buat mu Lea. semoga kau cepat sembuh dan kita akan ke akademi bersama-sama" kata Leo. Lea terlihat senang dan segera memakan kue yang telah di buat via.
...****************...
Hari-hari berjalan seperti biasanya. Via tengah duduk di kursi menikmati sore hari itu. Tiba-tiba ia dikejutkan seseorang yang masuk ke dalam ruangannya.
CEKLEK...
Via sontak menoleh dan mengehentikan aktivitasnya.
"Ah... Duke!?" kata via sambil berdiri.
"Tidak apa-apa, duduklah! aku hanya meminta waktumu sebentar" kata Zack. Ia lalu memberikan sepucuk surat berstempel kerajaan.
"Ini?" tanya via lalu mengambil surat itu.
"Dari putra mahkota" kata Zack singkat. Via langsung membacanya dengan seksama.
"Apa putra mahkota akan berulang tahun?" tanya via.
"Iya tepat sekali. Besok kita akan berkunjung ke sana setelah mengantar Lea dan Leo." Kata Zack.
"Baik Duke!" kata Via. Zack pun berlalu pergi.
Membuat kue ulang tahun ya? sepertinya bakal sulit. Aku biasanya hanya membuat kue kecil saja batin via.
Alex, sebagai putra mahkota akan berulang tahun dan meminta via untuk membuat kue untuknya.
Keesokan harinya setelah mengantar Leo dan Lea mereka berdua menuju kerajaan istana.
Setelah sampai mereka disambut oleh kstaria-ksatria kerajaan. Tak lama kemudian muncul Alex di hadapan mereka.
__ADS_1
"Akhirnya kalian telah sampai!" kata Alex.
"Salam hormat kami pada putra mahkota" Kata Zack sambil menundukkan kepala bersamaan dengan via.
"Sebelum itu aku ingin mengajak via sebentar, bolehkan Zack?" pinta Alex.
Zack hanya mengangguk pelan dan sekilas melirik via pergi dari hadapannya.
"Kita mau ke mana yang mulia?" Tanya via di tengah perjalanan.
"Aku ingin memperkenalkan mu pada seseorang!" Kata Alex.
Sesampainya di sana via melihat sebuah ruangan besar dan terdapat balkon di sana. Pandangannya teralihkan ketika melihat sosok wanita cantik nan anggun tengah duduk di kursi sambil menikmati secangkir teh di tangannya.
"Ah" wanita itu menoleh ke arah mereka dan tersenyum manis.
wah, dia cantik sekali! Sangat bagus jika berpasangan dengan Zack batin via.
"Siapa dia yang mulia?" Tanya wanita itu pada Alex sembari berdiri menghampiri mereka.
"Dia adalah wanita yang aku bicarakan kemarin" Kata Alex.
"Wahh... berarti kau adalah via! Senang sekali melihat mu!" Kata wanita itu sambil memegang erat tangan via.
"I... Iya Lady, saya via!" Kata via kebingungan.
"Dia Zenith, tunangan ku" Kata Alex yang melihat via kebingungan.
"Hah? Maaf kan saya yang mulia putri! Sa... saya tidak tahu itu" kata via sambil membungkuk kepalanya.
"Tidak apa-apa Via, kita baru saja bertemu, kalau begitu perkenalkan nama ku Zenith Alpheus, salam kenal via!" kata Zenith.
"Nama saya Olivia, putri" kata via.
Di sisi lain, Zack yang dari tadi menunggu di dalam ruangan. Alex dan via tak kunjung datang. Hal itu membuat Zack resah. Ia pun pergi mencari mereka.
Zenith begitu antusias berbincang pada via. Sedangkan via tidak enak berada di dalam sana. Baginya ia hanya manusia biasa yang tidak mempunyai kekuasaan bagaimana bisa berkumpul dengan anggota keluarga kerajaan.
Tiba-tiba pintu terbuka lebar. terlihat wajah Zack khawatir di sana.
"Ah... Via!" kata Zack.
via yang saat itu duduk berhadapan Zenith dan Alex di sampingnya tercengang melihat Zack.
Setelah di beri penjelasan pada Alex, wajah Zack sedikit tenang dari sebelumnya.
"Kenapa kau tidak bilang padaku kau memiliki tunangan?" Tanya Zack yang sudah duduk di samping via.
"Aku ingin memberikan kalian kejutan, maka dari itu pesta yang akan kita buat, aku akan memperkenalkan Zenith sebagai tunangan ku" Kata Alex.
Via hanya terdiam sedangkan Zack hanya menatap malas Alex di hadapannya itu.
__ADS_1
...****************...
"Baiklah mungkin sampai disini aja dulu" Kata Alex.
"Kalau begitu kami pamit dulu" Kata Zack.
"Ohiya Zack, lebih baik kau berlatih dansa, karena akan ada dansa di tengah pesta" Kata Alex tersenyum.
"Tidak perlu, terimakasih!" kata Zack dan mulai beranjak dari kursinya.
"Ayolah zack! aku akan mengirimkan guru untuk kalian, apalagi Lea dan Leo pasti senang akan belajar dansa" kata Alex melas.
"Hmm, kalau begitu kami pergi, putri Zenith kami pergi terlebih dahulu" kata Zack.
"Baiklah! kalian hati-hati di jalan!" kata Zenith.
Zack dan via berlalu pergi dan meninggalkan istana.
...****************...
Hari berikutnya, guru yang dikirim Alex telah datang di kediaman Effenberg. Via, Lea, dan Leo telah berkumpul di ruang aula bersama guru yang bernama Sila, atau madam Sila.
"Baiklah, bagaimana kalau kita mulai saja. Lord dan lady silahkan berdiri di hadapan saya" kata madam Sila.
Lea dan Leo berdiri di hadapan Madam Sila.
"nona via bisakah anda membantu saya sebagai pasangan saya? Anda juga bisa sekalian saya ajarkan" Kata madam Sila.
"Ah.. baik madam, sa.. saya akan mencoba" kata via dengan semangat.
Ini pertama kalinya bagi ia berdansa di kehidupan ini maupun kehidupan sebelumnya. Lea dan Leo seperti kesulitan dalam melangkah, karena memang berdansa ini memang sangat sulit untuk di pelajari.
"Hosh... Hosh.." Lea dan Leo seperti kehabisan nafas ketika pelajaran nya selesai.
"Hahah.. ini baru permulaan loh, bagaimana ke depannya... CK..CK.." kata madam Lisa melihat mereka bertiga sudah kelelahan.
Pelajaran di hari pertama cukup berjalan baik. Untuk hari berikutnya mereka akan terus berlatih untuk pesta ulang tahun putra mahkota Alex.
...****************...
Tiga hari sebelum pesta di mulai, via tengah memikirkan bagaimana ia akan membuat kue.
bagaimana kalau aku membuat kue tingkat saja, lalu di beri hiasan kue-kue kecil di sana... hmm... ide bagus... batin via. Ia tersenyum karena berhasil mendapatkan ide untuk kue ulang tahun Alex.
...****************...
terimakasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
jangan lupa mampir ke novel baru aku yah. " pergi dan kembali"
sampai jumpa lagi 👋
__ADS_1