
"Egh..."
CIIPP... CIIPP... CIIPP...
Siulan burung di pagi hari membangunkan Merlin dari tidurnya. Matanya terasa berkunang-kunang. Sekujur tubuhnya terasa sakit. Ia pun melihat sekelilingnya.
"Aku di kamar...?" Gumam Merlin.
Ia berusaha mengingat apa yang ia lakukan sampai badannya terasah sakit. Tiba-tiba wajah sendu Austin terlihat di benaknya.
Ia terperanjat ketika mengingat kejadian tadi malam. Ia pun melihat pakaiannya yang masih tertera di badannya namun sedikit kumal dan terdapat bekas merah di pundaknya.
Air matanya seketika tumpah. Ia menangis dalam diam. Awalnya ia berpikir itu hanyalah bunga tidur, namun hal itu terlihat jelas ketika melihat keadaannya sekarang.
Sudah tiga hari dia izin dengan alasan kurang enak badan. Hari ini dia melanjutkan pekerjaannya seperti biasa. Di hari itu ia tidak ada bertemu dengan Austin. Ada banyak hal yang ingin ia tanyakan.
Waktu istirahat ia berniat mengunjungi Ken di tempat biasa. Dengan berbekal makanan untuk mereka berdua, ia pun pergi.
"Ah... Ken ya? Dia berhenti bekerja karena ibunya yang sakit-sakitan" Ujar salah satu pekerja di sana.
Merlin terkejut bukan main. Bagaimana tidak, Ken tidak ada memberitahu soal ini padanya dan tidak ada ucapan selamat tinggal untuk Merlin. Ia pun mengurungkan dirinya di kamar.
Keesokan harinya ia bertemu dengan Austin di ruang kerjanya. Hanya mereka berdua saja di sana. Dengan berani Merlin menanyakan hal yang sudah ia pendam.
"Eum... Yang- Mulia... Ada yang ingin katakan..." Kata Merlin. Austin yang diam saja mendengarnya. Ia seperti akan tau apa yang ingin di tanyakan Merlin.
"A- Apa... Malam itu.. Anda dan saya..." Merlin merasa gugup dengan pertanyaannya. Ia tidak sanggup untuk mengatakannya lebih lanjut.
"Tidur bersama? Ya! Kamu menemaniku semalaman" Kata Austin memotong pembicaraan Merlin.
Merlin terbelalak tidak percaya. Perasaannya tidak karuan.
"Sekarang kau berada di bawah ku! Dan kau harus menuruti apa yang aku mau. Bahkan sekarang pun..." Austin mendekati Merlin sembari mengelus wajahnya yang mulus. Merlin sedikit menjauh, badannya mulai kaku. Ia merasa takut di ruangan itu sekarang.
"... Kau bisa menemani ku lagi... Oh Merlin tidak akan ku biarkan wajah cantikmu di miliki orang lain" Kata Austin. Merlin seketika menghindar dan menjaga jarak padanya.
"Cukup yang mulia! Apa yang anda lakukan ini salah! Bagaimana bisa anda melakukan ini pada saya yang baru berumur 15 tahun! Sedangkan anda..." Seketika Merlin terdiam pada kata-kata terakhir nya.
"Kenapa? Sedangkan aku apa? Aku sudah tua! Kau mau mengatakan itu?" Austin dengan geramnya memegang erat tangan Merlin. Terlihat wajah Merlin merasa kesakitan.
__ADS_1
Oh tidak! Kasihan sekali Merlin... Ini semua pasti bukanlah kehendak dia. Batin Mira yang masih memperhatikan masa lalu Merlin.
Suasana berganti lagi. Singkat cerita Merlin melarikan diri dari istana. Ia berlari sejauh mungkin dari wilayah kerajaan.
Cukup jauh ia berlari. Ia mulai merasa aneh pada tubuhnya. Kepalanya mulai terasa berat. Pandangannya mulai kabur. Merlin pun terjatuh di atas tanah.
Seseorang menyelamatkannya dan membawanya di sebuah rumah kecil. Merlin terbangun dan terkejut melihat ibu tua dengan wajahnya yang pucat.
"Nak, minumlah air hangat ini" Kata ibu itu.
"Ah.. Iya Terima kasih" Merlin meminum air tersebut.
"Sepertinya kandungan mu sudah jalan hampir satu bulan ya..." Kata ibu itu tiba-tiba.
"Ekhkk! A-Apa!?" Merlin terkejut mendengar hal itu keluar dari mulut ibu tua itu.
"Kau baru tau rupanya? Apa ada orang yang melakukan hal itu padamu nak?"
Merlin hanya terdiam tak berani mengatakan hal tersebut. Orang-orang tidak akan percaya jika yang mulia mereka cintai itu yang melakukannya.
"Maaf, Aku tidak bermaksud membuat mu tidak nyaman. Perkenalkan namaku Risha" Kata Risha.
"Ah.. Namaku Merlin. Terima kasih karena sudah membantuku. Keadaan ku sudah agak membaik aku akan-- Ekh!" Merlin hendak bangun dari tempatnya namun tubuhnya masih terlalu lemah.
"Tidak bisa, anda pasti juga memiliki keluarga, aku tidak ingin membebani anda" Kata Merlin.
"Tidak apa nak, aku hanya tinggal dengan anak laki-laki ku, nanti dia akan pulang sehabis berburu"
Tak lama kemudian, anak laki-laki Risha pulang ke rumah.
"Aku pulang ibu! Huft... Hari ini kita akan makan ena- Loh Mer- Merlin?" Ucap Lelaki itu.
Merlin melihat ke arah suara itu dan terkejut sama halnya dengan lelaki itu.
"Ke- Ken?"
"Kalian saling kenal rupanya?" Kata Risha.
"Bagaimana kamu bisa sampai ke sini? Ah bukan, apa kamu di pecat di sana?" Kata Ken.
__ADS_1
Merlin hanya menggelengkan kepalanya. Karena ia percaya sekali pada Ken ia pun menceritakan hal yang terjadi. Risha pun ikut mendengarnya dengan seksama.
"Apa? Raja yang melakukan ini padamu?"
"Tapi orang-orang pasti tidak akan percaya" Kata Merlin.
"Dasar raja sialan! Pantas saja dia memecat ku dari sana. Dengan alasan ibuku sedang sakit parah jadi aku harus menjaga ibuku" Kata Ken.
"Kalian berdua harus waspada kedepannya, kita tidak tau apa lagi yang akan dilakukan raja pada kalian" kata Risha.
Setelah itu, Merlin menjadi anggota keluarga Ken mulai sekarang. Mereka mulai berpindah rumah dan mencari tempat yang aman dan damai untuk mereka.
"Ibu, dimana Merlin?" Tanya Ken pada Risha yang tengah menyiapkan makan malam.
"Eum.. Tadi dia membantu ibu, setelah itu dia keluar katanya ingin melihat bintang sebelum makan malam" Kata Risha.
"Baik bu" Ken berjalan keluar rumah. Ia melihat ke atas langit. Saat itu langit sangat indah sekali karena di taburi bintang-bintang. Di hadapannya terlihat Merlin tengah duduk di atas rumput. Ia pun menghampirinya.
"Sedang apa?" Tanya Ken sembari duduk di sampingnya.
"Ah... Hari ini langit sangat indah. Coba lihat! Benarkan" Kata Merlin tersenyum.
Ken merasa sejuk ketika melihat senyuman damai dari Merlin. Kini usia kandungannya jalan 9 bulan. Ken mengelus perut Merlin.
"Sayang sekali, kamu belum bisa melihat ya... Nanti setelah kamu keluar dari sana, kita akan melihat bintang-bintang ini bersama-sama" Ucap Ken. Merlin sangat senang sekali ia mencintai Ken dan Ken pun mencintai dirinya dan juga bayinya. Walaupun bukan darah daging dari Ken.
"Wah... Ada bintang jatuh!" Pekik Merlin. Ia langsung menutup matanya. Ken yang melihat itu tertawa dan ikut menutup matanya.
"Apa yang kamu mohonkan?" Kata Ken.
"Eum... Rahasia! Hahaha.. Yang pasti aku sangat berterima kasih pada mu Ken dan juga ibu" Kata Merlin.
"Aku juga berterima kasih padamu karena telah kembali bersama ku" Ujar Ken. Ia mulai mendekati tubuhnya pada Merlin. Bibir mereka saling menempel. Merlin bisa merasakan hembusan nafas hangat milik Ken.
"Aku mencintaimu, Merlin!"
"Aku juga mencintaimu Ken"
...****************...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋