Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?

Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?
Eps. 40 Kesalahpahaman


__ADS_3

"Sepertinya papa menyelesaikan ini semalaman"


"Benarkah, huft... Kalau begitu ayo kita--"


"Ukh... Vi...Via... Di... mana" Rintih Zack.


"Sepertinya papa mengigau" Kata Leo.


"Kasian sekali papa, Apa kabar Via sekarang?" Kata Lea.


"Via... Hosh... Hosh... jangan... pergi... VIAA!" Zack terbangun dari tidurnya. Dengan nafasnya yang terengah-engah, ia melihat sekeliling. Tidak ada orang di sana.


Zack memegang kepalanya, sesekali menutup wajahnya dengan tangan. Ternyata Lea dan Leo telah keluar sebelum Zack terbangun.


Cahaya mentari mulai memasuki ruangannya. Zack kembali merebahkan tubuhnya.


"Ukh..."


...****************...


Di saat yang bersamaan, Via juga terbangun dari tidurnya. Ia menatap cahaya pagi dari balik jendela. Ia sempat memikirkan kejadian semalam.


TOK... TOK... CEKLEK...


"Pagi Via" Sapa Hans.


"Ah.. Pangeran! Ukh!" Via yang hendak berdiri itu tiba-tiba merasa sakit di bagian kakinya.


"Kau tidak apa-apa Via?" Hans segera berlari ke arahnya.


"Ah... Tidak apa-apa pangeran"


"Tidak apa-apa bagaimana! Lihat ini, kaki mu terluka"


Via melihat kakinya yang terluka. Ia baru menyadari pagi itu.


"Ini hanya luka kecil pangeran, sebentar lagi pasti sembuh"


"Huft... Kalau begitu ayo ikut aku, kita sarapan bersama, setelah itu aku akan menyuruh tabib istana mengobati mu" Hans menuntun Via keluar kamar tersebut. Via tidak dapat menolak kali ini karena memang perutnya sangat lapar.


...****************...


"Selamat pagi Duke!"


"Pagi Duke!


"..."


Zack berjalan gontai di lorong mansion. Beberapa pekerja di sana menyapanya tetapi tidak di gubris oleh Zack.


"Beliau kenapa ya?"


"Iya ya, aneh sekali hari ini"


"Sudahlah, kembali bekerja sana!"


Terdengar desas-desus para pekerja yang memperhatikan Zack.


"Papa! Kenapa tidak sarapan bersa-- ma.." Kata Lea yang tiba-tiba terhenti melihat raut wajah Zack.


"Aaa... Psst... Papa kenapa hari ini?" Bisik Lea pada Leo yang menyusul di belakangnya.


"Eumm... Entahlah. Ohiya Pa, Bagaimana kabar Via sekarang? Apa kami tidak boleh mengunjunginya?" Tanya Leo.


Ohiya, mereka tidak tau semalam Via sempat kembali. Batin Zack.


"Dia... Baik-baik saja, tidak usah khawatir" Kata Zack.


"Papa, apa kami boleh pergi ke istana?" Kata Lea penuh harap.

__ADS_1


"Iya papa, kami ingin melihat kondisi paman Alex" Lanjut Leo.


"Huft... Baiklah, setelah pulang dari akademik, Louis akan mengantarkan kalian"


"Hore! Ayo pa kita berangkat!" Seru Lea.


"Kalian juga akan di antar oleh Louis, papa ada kerjaan mendadak. Tidak apa-apa ya sayang? Kita akan bertemu di istana" Kata Zack.


"Yahh...." Akhirnya Lea dan Leo pergi ke akademik bersama Louis.


"Duke, apa anda mau sarapan terlebih dahulu sebelum saya siapkan kere--"


"Siapkan sekarang saja!" Ucap Zack.


"Tapi Duke...?" Kata Dion.


"Cepatlah!"


...****************...


Setelah sampai di ruang makan, ia melihat Raja dan Ratu tengah sarapan. Hans mengajaknya untuk duduk di sampingnya.


"Sini Via!" Kata Hans.


"Aa... Itu... Sepertinya saya akan makan di kamar saja" kata Via.


"Kenapa Via? Tidak apa-apa duduklah karena kau tamu di sini, silahkan" Ucap Raja. Via langsung saja duduk di sebelah Hans. Banyak sekali makanan yang ada di hadapannya.


Ia hanya mengambil makanan yang ada di dekatnya. Alih-alih untuk menghilangkan rasa lapar.


Setelah sarapan, seperti kata Hans tadi ia meminta tabib istana mengobati Via.


"Kaki mu terluka, ketika berdiri akan susah karena sakit. Jadi jangan terlalu banyak bergerak" Kata Tabib.


"Baik tuan, terima kasih banyak" Tabib itu pergi dan membungkuk sopan pada Hans.


"Saya pamit yang mulia"


"Hmm... Sepertinya cukup bosan ya di kamar" kata Hans sembari melihat ke luar jendela.


Via melirik Hans, ia hanya terdiam memikirkan perkataan Hans.


"Hahah, maksud ku bagaimana kalau kita jalan-jalan di taman?" Ajaknya.


"Apa... Tidak masalah? Kata tabibnya saya tidak boleh banyak berge--"


"Hiiaa! Kalau sekarang bagaimana? Kamu jadi tidak banyak bergerak kan?" Kata Hans yang tiba-tiba menggendong Via.


"Ta... Tapi saya sangat berat pangeran, saya akan mencoba berjalan sendiri" Kata Via kikuk. Ia sangat terkejut dengan tindakan Hans.


"Ahh... Tidak perlu, ayo kita jalan!" Mereka berdua pergi ke luar istana.


Sesampainya di taman istana, Hans menurunkan Via dekat dengan sebuah bangku sehingga ia dapat duduk nantinya.


"Huftt.... Huhh... (Menghirup udara) Bagaimana? ini lebih baik kan dari pada di kamar?" Kata Hans. Via hanya tersenyum sembari menikmati angin sejuk di pagi hari.


Muncul kupu-kupu terbang dan hinggap di bunga tepat di depannya. Via lupa kakinya yang terluka, ia kemudian melangkahkan kaki untuk mendekat, alhasil ia hampir terjatuh. Untung Hans siap siaga di samping dan menangkapnya.


"Akh!"


"Via!" Pekik Hans.


Di saat bersamaan Zack telah sampai dan sempat menanyakan para pekerja di sana di mana Via berada. Mendengar ia di taman, Zack bergegas ke sana untuk menanyakan perihal kemarin.


Di sana ia melihat Hans dan Via tengah berdiri. Langsung saja Zack hendak menghampiri mereka. Tetapi langkah kakinya terhenti. Via yang terjatuh itu langsung di tangkap oleh Hans.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Hans.


"Ah, iya. Maaf saya lupa kalau kaki saya terluka" Kata Via. Ia langsung terduduk di bangku itu.

__ADS_1


"Untung saja aku tepat di samping mu" Kata Hans.


"Ehem..." Terdengar suara berdehem dari belakang mereka. Sontak Via dan Hans menoleh ke arah suara itu.


"Wah... Wah... Kapan kau datang Zack?" Kata Hans.


"Sudah dari tadi... Yang mulia. Aku ingin berbicara dengan Via" Kata Zack.


"Oh iya tentu! Silahkan" Hans bergeser sedikit dan mempersilahkan Zack di sampingnya.


"Tetapi aku hanya ingin berbicara berdua saja" Mendengar kata-kata itu, Hans tersenyum kecut dan mulai melangkahkan kakinya.


"Hn... Baiklah, Via kalau ada apa-apa kau bisa memanggilku, aku pergi" Kata Hans. Setelah Hans sudah pergi dari sana, Zack mulai mendekati Via.


Entah mengapa, Via seperti orang ketakutan. Ia sempat menghindar dari tatapan Zack.


"Ah... Kamu... Tidak apa-apa? Kudengar kaki mu terluka" Kata Zack. Ia ingin menunduk untuk melihat keadaan kaki Via, tetapi Via justru menyembunyikan dari balik baju.


"Tidak perlu, Duke. Saya baik-baik saja. Tadi sudah di obati" Kata Via kikuk.


Zack hanya menghela nafas panjang dan duduk di sampingnya.


"Eum... Via, aku langsung saja bertanya padamu. Kemarin malam apa yang terjadi? Lalu mengapa kamu menghindari aku?" Tanya Zack.


Via hanya terdiam sejenak. "Ah itu, sebenarnya tidak apa-apa Duke, itu salah saya mengira itu anda yang padahal bukan" Kata Via sambil tertunduk.


Ada rasa bersalah pada diri Zack. "Itu bukan salah mu Via, justru orang itu ingin mencelakakan mu. Via aku minta maaf karena tidak becus menjagamu. Padahal aku sudah berjanji pada diriku sendiri" Kata Zack. Ia kembali melihat luka di kaki Via dan segera mengobati dengan sihir penyembuh.


"Ah, Duke..."


"Tidak apa-apa, kau boleh marah padaku, tapi biarkan aku mengobati kakimu dengan sihir ku" Kata Zack. Akhirnya Via mengikuti kata-kata Zack. Ia hanya pasrah melihat tuannya tengah mengobatinya.


Dag... Dig.. Dug...


Astaga! Jantung ku dari tadi tidak berhenti berdebar! Setelah Stella menikah, aku seperti merasa sendirian di sini, tapi jika bersama Zack, entah mengapa aku... Argh! Ya ampun, bagaimana bisa aku jadi menyukainya?! Sejak kapan coba? Apalagi tentang ciuman kemarin... Argh! Otak ku tidak bekerja semestinya sekarang. Batin Via.


Perlahan luka di kaki Via menghilang dan rasa sakit yang tadi ia rasakan juga menghilang. Sekarang Via dapat menggerakkan kakinya seperti biasanya.


"Bagaimana bisa saya marah pada anda" Gumam Via. Zack yang mendengarnya sontak melihatnya.


"Apa? Kamu bilang apa tadi?"


"Aa... itu... saya bilang Terima kasih Duke!" Kata Via. Zack tersenyum melihat Via senang seperti itu. Ia kembali duduk di samping Via.


"Benarkah? Sepertinya bukan itu yang aku dengar" Kata Zack. Via hanya terdiam mendengarnya.


"Baiklah kalau kamu tidak mau..." kata Zack. Zack langsung mendaratkan bibirnya dengan Via. Sudah dua kali ia dikejutkan oleh Zack seperti ini.


"Kali ini aku tidak akan menahan lagi" ucap Zack sembari menjauhkan sedikit wajahnya.


"Bolehkah saya... Mempercayai anda, Duke?" Kata Via dengan menatap kedua mata Zack.


"Tentu saja, percaya padaku bahwa aku sungguh-sungguh mencintai mu" Kata Zack tersenyum.


Mendengar hal itu wajah Via memerah bak tomat. Ia langsung memeluk Zack. Harusnya ia memang tidak percaya dengan ucapan Blair tentang Zack semalam.


Tepat di balik jendela, seseorang yang dari tadi memperhatikan mereka. Kedua tangannya saling mengepal. Ia berjalan menjauh dari kedua insan tersebut.


Di tengah perjalanan, ia bertemu Ratu yang sedang bergegas ke arah yang berlawanan.


"Yang mulia! Ada apa?"


"Ah.. Hans! Aku dengar Alex sudah terbangun, jadi aku hendak ke sana" Ucap Ratu.


"Syukurlah, aku akan ikut dengan anda!" Kata Hans. Mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju kamar Alex.


...****************...


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊

__ADS_1


Tetap semangat menuaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 💪


sampai jumpa lagi 👋


__ADS_2