Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?

Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?
Eps. 66 Kegelisahan


__ADS_3

Seseorang tengah duduk dengan pekerjaannya yang banyak. Sesekali ia menghela nafas atau kadang memegangi kepalanya.


"Aku tidak yakin akan menyelesaikan ini dengan cepat."


Matanya mulai terasa berat. Namun ia berusaha kembali membukanya dengan paksa.


"Kemana perginya wajahmu yang tampan dan sehat itu? Jelek sekali!" Sontak ia terkejut mendengar suara itu dan menoleh ke arah sumber suara.


"Ah.. Kau rupanya Zack! Sejak kapan kamu di sana? Aku tidak menyadari kedatangan mu" Ucap Alex.


Zack memasuki ruangan itu dan mendekati meja kerja Alex.


"Seharusnya aku yang bertanya, dari kapan kau sudah berada di sini?"


"Entahlah! Kurasa aku tidak keluar dari sini semalaman...." Alex menguap dengan sangat lebarnya.


"Ingat! Acara mu akan berlangsung sebentar lagi dan akan di adakan selama tiga hari, kau harus menjaga pola tidur dan makan mu"


"Iya, aku tau itu. Tapi ini semua tidak bisa aku tinggalkan"


"Biarkan aku yang mengerjakannya, kau tidurlah sana!" Ucap Zack.


"Benarkah? Baiklah kalau begitu aku akan tidur di sofa ini saja, jika kau butuh sesuatu bangunkan saja aku" Alex beranjak dari duduknya dan pergi merebahkan tubuhnya di sofa.


"Ahh... Nyaman sekali..."


Zack hanya menggeleng-geleng kepala melihat Alex. Ia pun melanjutkan tugas milik Alex. Walaupun ia seorang Duke, namun ia tau mengenai pekerjaan seorang pemimpin di kerajaan.


"Apa-apaan ini? Mereka meminta tanah karena tanah milik mereka tidak subur? Aku tidak habis pikir. Padahal bulan lalu sudah di bantu tapi mereka malah meminta lebih, abaikan saja lah!" Zack menyingkirkan secarik kertas itu dan melanjutkan kertas berikutnya.


Beberapa saat kemudian, akhirnya Zack menyelesaikan pekerjaannya di siang hari.


"Dia bahkan tidak bergerak selama tidur, dasar Alex!" Gumam Zack memperhatikan Alex yang sedang nyenyak tidur.


Tiba-tiba terdapat kertas di bawah buku tebal. Awalnya Zack ragu untuk mengambilnya namun bisa saja itu kertas yang tersalip di sana. Ia pun mengambilnya.


"Hari pertama... Pernikahan, hari kedua penobatan, hari ketiga sambutan...." Gumam Zack yang membaca kertas itu yang ternyata adalah catatan dari Alex.


"Ternyata melelahkan juga menjadi dirinya, apalagi setelah raja meninggal semua tugas langsung di berikan kepada Alex" Zack bangkit dari kursinya dan berdiri berhadapan dengan jendela di ruangan itu.


Ia mulai memikirkan Via. Ada perasaan yang aneh di hatinya semenjak mendengar ocehan para pekerja di istana Alex.


...****************...


Zack datang pagi-pagi sekali ke istana. Ia di sambut oleh beberapa ksatria di sana. Sepanjang perjalanan banyak para pekerja mulai bekerja membersihkan seisi istana.


"Dia siapa? Aku baru melihatnya di sini?"


"Ah.. Itu dia seorang Duke, namanya Zack Effenberg, beliau juga sepupu dari yang mulia Alex. Beliau memang sering ke sini, kamu saja yang baru melihatnya. Kau kan pekerja baru!"


"Ahh... Sepertinya aku pernah mendengar nama itu sebelumnya... Katanya beliau mempunyai kekasih dari seorang pengasuh ya?"


"Benar sekali! Pengasuh itu hebat sekali bisa menggoda Duke yang tampan itu!"


"Aku jadi ingin deh seperti dia, hahaha..."


Walaupun para pekerja itu berbisik namun Zack dapat mendengarnya. Ia hanya tak menggubris perkataan mereka.


...****************...


"Hahh... Apa aku akan menjadi beban untuk Via? Kira-kira apa dia memikirkan hal yang sama saat ini?" Gumam Zack.

__ADS_1


Ternyata Zack gelisah jika kedepannya mereka akan bersama justru akan menyulitkan Via.


Di sisi lain, Via yang telah menyelesaikan tugasnya, hendak kembali ke kamarnya. Namun di perjalanan ia bertemu Blair.


"Ah Via!"


"Blair, dari mana kamu?"


"Aku habis membersihkan pekarangan tadi. Ohiya pekerjaan mu sudah selesai?" tanya Blair.


"Iya sudah, baru saja!"


"Hmm.. Jika tidak keberatan mau minum teh bersama? Sudah lama kita tidak berbincang bersama."


"Benar juga ya, kalau begitu ayo!"


Blair membawa kereta makanan menuju taman samping mansion bersama Via. Sesampainya di taman, Ia menyiapkan perlengkapan dengan sangat baik.


Dua orang pelayan melewati taman tersebut dan melihat ke arah Blair dan juga Via.


"Baru kali ini aku melihatnya dengan jarak yang cukup dekat. Dia cukup tampan ya..." Kata salah satu dari pelayan itu.


"Iya sih, tapi kan dia berasal dari anak haram"


"Hah, yang benar? Sayang sekali!" Tak lama setelah itu mereka pergi dari sana.


Via yang mendengar hal itu menjadi tidak enak kepada Blair.


"Eum... Apa kita pindah saja dari sini?" Tanya Via.


"Kenapa? Bukankah di sini udaranya sangat sejuk?"


"Aku tidak masalah Via, Sudah biasa bagi ku mendengar hal tersebut"


"Benarkah?" Via tidak menyangka Blair sudah tidak asing lagi mendengar hal itu, namun Via juga merasa tidak enak padanya.


Blair pun menuangkan teh pada cangkir di hadapannya.


"Silahkan di minum!"


"Terima kasih!"


Sangat cocok sekali meminum teh di cuaca seperti ini.


"Sebenarnya selain aku mengajak mu minum teh bersama, ada hal yang ingin ku sampaikan padamu" Ucap Blair. Ia meletakkan kembali cangkir tersebut dan mulai membicarakan hal yang serius.


"Apa itu?"


"Aku memutuskan untuk mengikuti militer, kemarin waktu kita berlibur di Southdiff, aku bertemu temanku di sana. Ia bercerita banyak mengenai kekaisaran dan katanya akan ada ujian militer yang di buka untuk umum..."


Via hanya terdiam. Ia mengerti apa yang di katakan Blair. Jika ia mengikuti militer itu ia akan pergi dari sini.


"Blair, aku akan selalu mendukung apapun yang kamu inginkan. Jika kamu sangat ingin pergi, tidak apa" Kata Via.


"Benarkah? Terima kasih. Aku cukup lega mendengarnya. Sepulang Duke, aku akan mengatakan juga padanya"


"Tapi jangan pernah berpikir kamu tidak memiliki posisi di sini, aku harap keputusan mu bukan karena ingin pergi dari sini" Sambung Via lagi.


"Iya Via, aku tidak berpikir seperti itu. Kalian sudah banyak membantu ku sampai saat ini. Sesekali aku akan berkunjung menemui mu."


"Hahaha... Iya, jangan menemui ku saja, Lili juga--"

__ADS_1


"Ah... Iya, Lili juga akan ku bawa ke sana" Potong Blair.


"Apa? Tapi kenapa?"


"Awalnya aku juga ingin meninggalkannya di sini, tapi dia ingin sekali bersamaku. Aku juga tidak masalah jika Lili akan ikut bersama" Kata Blair.


"Huft... Baiklah, karena itu keputusan Lili juga, aku tidak akan melarangnya. Tapi jika kalian ada kesulitan di sana, jangan sungkan untuk meminta bantuan!"


"Baik Via, ayo kita lanjutkan minum nya."


...****************...


Sepertnyai dia sudah tidur, mungkin besok saja aku temui dia. Batin Zack.


Zack baru saja pulang dari istana pada malam hari. Hampir semua orang sudah terlelap di kamar masing-masing. Zack juga merasa lelah dan memutuskan untuk pergi ke kamarnya.


CEKELK...


Setibanya di kamar, ia terkejut bukan main melihat seorang wanita tengah menunggu di kamarnya.


"Akhirnya kamu sudah datang, aku sudah lama menunggumu"


"Apa yang kau lakukan di sini? Lancang sekali!" marah Zack.


"Kenapa kau tidak senang sekali melihat ku? Padahal aku sudah memelas pada ibu untuk kemari"


"Aku tidak peduli, cepat katakan apa mau mu dan keluar dari sini!"


"Jadikan aku sebagai pendamping mu!"


"Aku tidak menerima lelucon seperti itu"


"Aku bersungguh-sungguh Zack! Kalau gitu pekerjakan saja aku di sini! Sudah lama sekali aku tidak melihat mu. Aku sangat merindukanmu!"


"Baiklah, kau bisa kerja mulai besok. Sekarang cepat pergi dari sini sebelum ku usir paksa!"


Wanita itu mengambil tasnya dan pergi keluar kamar Zack. Namun tepat di sebelah Zack, ia langsung memeluk tubuhnya.


"Apa-apaan kau ini?!"


"Aku pasti akan menjadi pendamping mu suatu hari nanti!"


"Dasar bodoh, kita hanya sebatas sepupu, carilah lelaki lain selain aku!"


"Tidak mau! Lagipula kita sepupu dari pihak ibu, jadi tidak masalah"


Zack berusaha melepaskan pelukan dari wanita itu.


"Jika kau mengganggu ku lagi, aku tidak segan-segan mengirimkan mu ke orang tua mu!"


BRAKK!


...****************...


Wah... ada karakter baru lagi...


Kira-kira siapa ya wanita itu?


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋

__ADS_1


__ADS_2