Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?

Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?
Eps. 33 Taman Yang Indah


__ADS_3

Dari arah kejauhan Zack bisa mendengar langkah kaki yang berat tengah mengarah ke ruangannya.


CEKLEK


"DUKE!?" pekik Dion.


Zack langsung mengehentikan aktivitasnya.


"Ada apa?"


"Mereka.... Lady dan Lord.... Tidak ada di kamar?!"


"Apa!?" Zack langsung pergi menuju kamar si kembar. Tak ada siapapun di sana.


"Ck! Ke mana anak-anak itu? Dion cepat suruh orang-orang untuk mencari mereka!" Kata Zack.


"Ba... Baik Duke!" Dion langsung meninggalkan Zack sendirian di sana.


...****************...


Aduh... Bagaimana ini? Batin Via. Perasaan Via mulai tidak karuan lagi. Lea dan Leo melihat raut wajah Via yang panik.


"Via... Maafkan kami, kami tidak bermaksud membuat mu pusing seperti ini...." Kata Leo.


"Tidak apa Leo, Saya memikirkan bagaimana Duke di sana. Semoga saja dia tau kalau kalian baik-baik saja di sini" Kata Via.


"Iya Via... tapi jangan benci kami..." Sambung Lea.


Hans terharu melihat mereka bertiga itu.


"Dari pada sedih seperti ini, bagaimana kalau kita pergi ke taman di istana ini?" kata Hans.


Lea dan Leo langsung senang seketika.


"Mau! Mau!" Seru mereka.


"Tapi kue nya..." Kata Lea.


"Fugo suruh pelayan mengantarkan kue-kue ini ke taman!" Titah Hans.


"Baik pangeran!"


Mereka berempat langsung pergi ke taman, di pandu oleh Hans sendiri.


"Wahh... Sangat indah sekali!" Pekik Lea. Tidak seperti taman biasanya yang sering Lea dan Leo lihat di istana milik Alex.


Air mancur dengan interior yang sangat cantik dan di kelilingi emas asli yang tersusun. Belum lagi gazebo indah yang juga di lapisi dari emas dan di hiasi berlian-berlian yang indah.


Hal itu membuat Via, Lea, dan Leo terkagum-kagum pada keindahan taman itu.


"Sangat indah sekali pangeran..." Kata Via.


"Benarkah? Kalau begitu nikmatilah sesuka kalian" Kata Hans. Mereka bertiga bersenang-senang di sana.


Tak jauh dari mereka, seseorang yang tengah berlari dari depan istana menuju ke dalam. Dengan raut wajah khawatir, ia terus mencari di setiap ruangan.


Di hadapannya lewat seorang pelayan dengan membawa nampan berisikan kue-kue.

__ADS_1


"Permisi! Apa... Kau.. hosh... Melihat di mana pangeran dan juga seorang perempuan dan... Hosh...."


"Dan dua anak kembar?" Kata pelayan itu.


"Benar! Di mana mereka?"


"Mereka ada taman tuan! Mari saya antarkan" Lelaki itu mengikuti pelayan tadi. Sampailah ia di sebuah taman yang indah. Ia melihat taman yang tak asing baginya dan juga... Ada seorang lelaki, wanita dan dua anak kembar sedang tertawa ria di tengah-tengahnya. Raut wajah itu kembali serius.


Cih... Sia-sia aku mengkhawatirkan mereka! Batinnya.


Leo menyadari keberadaan seseorang yang tak jauh darinya.


"Papa!" Teriak Leo. Mereka semua yang ada di sana langsung mengehentikan aktivitas yang mereka lakukan.


"Sepertinya kalian sangat bersenang-senang di sini" Kata Zack sambil berjalan ke arah mereka.


"Papa, kami minta maaf--"


"Sudahlah, yang penting kalian baik-baik saja. Jangan membuat papa mengkhawatirkan kalian lagi" Kata Zack lembut pada kedua anaknya.


"Karena tamu kita bertambah, bagaimana kalau kita menikmati ini semua bersam--" kata Hans.


"Tidak perlu pangeran, kami akan segera kembali" kata Zack.


"Terima kasih pangeran sudah menjamu kami di sini, lain kali kami akan ke sini lagi" kata Lea sambil membungkuk sopan pada Hans.


"Terima kasih pangeran, ayo Via ikutlah pulanglah dengan kami saja!" Kata Leo.


"Via masih ada urusan di sini. Ayo kita pergi!" Kata Zack dan berlalu pergi bersama Lea dan Leo.


Dari kejauhan Via melihat raut wajah sedih si kembar.


"Apa? Ke... Kenapa? masih ada waktu Via, aku akan mengantarmu nanti" Kata Hans yang tidak ingin Via cepat pergi dari istananya.


"Tidak apa pangeran, saya juga cukup lama di sini... dan selain kedatangan saya bertemu pangeran, saya juga ingin mengembalikan ini" Kata Via sambil menyodorkan sebuah kotak pada Hans.


"Apa ini? Hah.. Kenapa kamu tidak menerimanya? Apa... Apa hadiahnya kurang mewah?" Kata Hans yang sedih pemberian hadiahnya telah di tolak oleh Via.


"Bukan begitu pangeran, hadiahnya sangat indah sekali, tapi saya tidak berhak untuk menerima ini. Ucapan selamat dari pangeran sudah membuat saya senang" Jelas Via.


"Mungkin saya pamit dulu pangeran, saya meminta maaf dan mengucapkan terima kasih sekali lagi" Sambungnya.


"Huft... Baiklah kalau begitu, mari aku antar..." Hans dan Via pergi dari taman itu dan menuju halaman istana.


Di sisi lain, Zack yang hendak keluar bersama si kembar tanpa sengaja bertemu raja dan ratu, orang tua Hans.


"Salam saya pada yang mulia raja dan ratu" Kata Zack sopan.


"Hohoho... Siapa ini? Apakah ini Zack Effenberg? Sudah sangat lama sekali kau tak berkunjung ke sini, nak!" Kata raja yang sudah lama mengenal Zack.


"Ah itu, anda pasti tau sekarang saya bekerja di luar dan juga di dalam mansion bersamaan, jadi tidak sempat untuk berkunjung ke sini, maafkan saya" Kata Zack.


"Tidak apa-apa, nak dan ini... Anak-anak mu?" Kata ratu yang sedari tadi memperhatikan Lea dan Leo.


"Benar sekali yang mulia! Beri salam pada mereka, sayang" Kata Zack.


"Aa.... Umm... Salam kami kepada yang mulia! Perkenalkan saya Leo Effenberg dan ini adik saya Lea Effenberg" Kata Leo sopan. Sedangkan Lea hanya membungkuk sedikit kepalanya.

__ADS_1


"Waktu sangat berlalu cepat ya, hahaha" Kata ratu.


Tepat di belakang Zack, Via dan Hans menghampiri mereka yang sedang bercengkrama itu.


"Salam saya pada yang mulia raja dan ratu!" Kata Via.


"Eum.. Siapa ini? Baru pertama kali aku melihatnya?" Tanya raja keheranan.


"Saya bekerja di bawah Effenberg, sebagai pengasuh Lady dan juga Lord, yang mulia" Ujar Via.


"Hmm... Begitu rupanya, baiklah bagaimana kalau kalian di sini saja dahulu" Kata raja.


"Maafkan kami yang mulia, kami harus segera kembali Ke mansion" Kata Zack.


"Sangat di sayangkan, kalau begitu Hans antar kan mereka."


"Baik ayah!" Kata Hans.


...*...


...*...


...*...


"Dah... Dah... Pangeran!" Pekik Lea dan Leo yang sudah berada di kereta kuda bersama Zack dan Via.


Dari kejauhan Hans membalas lambaian tangan Lea dan Leo. Setelah jauh dari istana, Lea dan Leo langsung duduk manis dan memperhatikan ayahnya.


"Papa tidak marah kan?" Kata Lea di saat suasana hening itu.


"Iya, tidak marah lain kali jangan di ulang kembali" Kata Zack.


Lea dan Leo tersenyum lega karena ayahnya tidak marah pada mereka.


"Ohiya pa? Sepertinya tadi papa sangat akrab sekali dengan raja dan ratu?" Tanya Leo.


"Bukan papa yang akrab dengan mereka, tapi paman Zayn yang dulu pernah menjadi teman belajar pangeran Hans." Kata Zack. Lea dan Leo sangat terkejut mendengar hal itu.


"Apa!? Teman belajar! Sepertinya sangat keren. Aku juga mau punya teman belajar papa!" Kata Lea yang mulai bersemangat.


"Bukannya kamu sudah mempunyai nya?" Kata Zack.


"Hah? Siapa?" Tanya Lea. Arah mata Zack berpindah melihat Leo.


"Aihh... Bukan itu yang ku maksud papa! Kenapa harus Leo!" Pekik Lea.


"Hey, jadi kamu tidak senang belajar bersama ku?" Balas Leo yang tidak senang mendengar pernyataan dari adik kembarnya itu.


"Tentu saja! Aku akan mencari teman belajar ku sendiri, kau juga carilah sana!" Kata Lea.


"Ihh.. Awas kau ya!" Kata Leo.


Via tertawa melihat tingkah Lea dan Leo dan tanpa sadar Zack juga memperhatikan Via dari tadi.


...****************...


Terimakasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊

__ADS_1


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋


__ADS_2