Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?

Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?
Eps. 28 Duke beraksi!


__ADS_3

"Apa maksudmu?" Kata Zack yang mulai terpancing oleh Hans.


"Wah.. wah... Kemana tadi sopan santun mu zack? Hn... aku sudah mendengar dari raja dan ratu, kau meminta mereka untuk memberikan nama belakang padanya kan? Kau tau nama yang akan di usulkan itu milik siapa? Nama itu milik keluarga ku, jadi aku bisa kapan saja bertemu bahkan bisa mengambil nya semau ku.."


Tiba-tiba terdengar Auman monster dari jauh.


"Sepertinya yang kau tunggu telah tiba, seperti yang kau katakan lebih baik aku pergi dari sini, tenang saja Via akan aman bersama ku dan juga anak-anak mu..." Seketika Hans hilang terbawa portal sihirnya.


Zack makin kesal dengan perkataan Hans. Belum lagi ia di hadapkan monster yang menggangu perkotaan.


Sial! Kenapa waktunya bersamaan dengan muncul monster ini! Aku harus bergegas bertemu Via untuk tidak perlu menandatangani itu.


...****************...


"Duke! Untuk wilayah barat sudah saya evakuasi, tapi ada sebagian yang masih di sana!" Pekik Dion.


"CK! Baiklah aku akan ke sana" Zack pergi ke arah di mana monster-monster itu berada.


Tapi aku tidak bisa langsung turun tangan di saat seperti ini. Batin Zack.


Ia teringat kejadian masa lampau yang membuatnya tidak ingin menggunakan sihirnya. Tapi ia langsung teringat perkataan Via.


...###...


"Huft... Bukankah mereka sangat kejam! Tapi saya yakin suatu saat nanti kekuatan anda akan di terima oleh mereka. Aku yakin itu!" kata Via.


...###...


Apa yang harus kulakukan?


Tentu saja perasaan Zack sangat gundah. Ia bisa saja melawan monster itu dengan sihirnya tetapi para warga di sana akan melihat dan pasti ketakutan.


"Mama.... huhuhu" Seorang anak kecil tengah sendirian dan di saat yang bersamaan monster mulai terbang ke arah itu.


Tanpa ba-bi-bu lagi Zack mulai menyelamatkan anak itu dengan sihirnya. Ia tidak bisa diam begitu saja.


"Li... Lihat!? Itu sihir Duke!"


"Wah.... Iya, tapi apa tidak berbahaya?"


"Aku ingat sekali dia pernah menghancurkan isi kota dengan sihir itu..."


Terdengar sekali di telinga Zack orang-orang pada membicarakan dirinya.


"Anakku!" Pekik seorang ibu menghampiri anak yang hampir menjadi mangsa monster itu.


"Mama!"


"Cepat pergi dari sini dan ikuti orang itu!" Kata Zack sambil menunjuk ke arah Dion.


"Ba... Baik Duke! Terimakasih banyak" Kata ibu dan langsung pergi sambil menggendong anaknya.


Huft... Dasar Orang-orang tak tau di untung! Aku bisa saja meninggalkan mereka di sini, tapi masalahnya mereka juga butuh seseorang yang melawan monster gila itu!

__ADS_1


Walaupun Zack kesal dan juga marah ia langsung buru-buru memusnahkan para monster itu agar dapat ke istana.


Di saat yang bersamaan, Via yang hendak menjemput Lea dan Leo menaiki kereta kuda di cegat oleh para ksatria dari istana.


"Berhenti!" Teriak salah satu ksatria itu.


Ada apa ini? batin Via.


Via membuka pintu dan keluar dari sana.


"Nona Via! Ikut kami ke istana sekarang juga!"


"Tapi, saya mau menjemput--"


"Lady dan Lord sudah berada di istana duluan"


"Apa?" Kata Via terkejut.


Para ksatria itu langsung membawa Via tanpa persetujuan dari nya. Mereka seperti masuk ke dalam sebuah portal sihir yang mereka buka.


"Loh? Nona Via! Tunggu!" Pak kusir sampai kebingungan melihat Via telah di bawa oleh para ksatria itu.


...****************...


Via telah sampai di istana. Para ksatria itu langsung mengantar Via ke sebuah ruangan.


Di ruangan itu terlihat seseorang telah menunggu dirinya.


"Hah... Via akhirnya kau datang juga!"


"Baiklah! Kalian boleh pergi!" Kata Alex pada kstaria itu.


Seketika para ksatria langsung pergi dan menutup pintunya.


BRAK!


Via sempat terkejut mendengar suara keras itu.


"Kau pasti kaget sekali ya" Kata Alex.


"Ah iya... Bagaimana dengan Lea dan juga Leo?" Tanya Via.


"Tenang saja, saat ini mereka bersama Hans"


Alex mempersilahkan Via untuk duduk di sofa lalu menyerahkan sebuah kertas dan pena.


"Ini..."


"Seperti yang kamu lihat, ini surat untuk ujian mendapatkan nama belakang mu. Kamu bisa membaca terlebih dahulu lalu menandatangani nya di sini" Kata Alex.


Via membacanya dengan seksama. Tangannya mulai mengambil pena dan mengayun-ayun tangannya. Via sudah memikirkan ini cukup lama jadi ia tidak perlu membaca secara detail.


...****************...

__ADS_1


Zack berlari dari pintu masuk istana sampai lorong-lorong pun ia lewati. Mencari keberadaan Via tetapi tak kunjung ia temui karena istana tersebut itu cukup luas.


Hosh... Hosh... Di mana dia?


Zack terus berlari tanpa hentinya dengan pakaian penuh darah. Sampai akhirnya langkahnya terhenti.


Entah mengapa melihat yang ia nantikan di hadapannya membuat dia lega seketika. Tapi tentu saja itu belum cukup. Zack harus menanyakan tentang hal itu.


"Via!" Zack berlari ke arah Via yang tidak jauh darinya.


"Duke?! Apa anda... Terluka?" Kata Via melihat dari ujung rambut hingga ujung kaki Zack berlumuran dengan darah.


"Ah ini hanya darah monster bukan sepenuhnya darah ku" Kata Zack.


"Berarti ada yang terluk--"


"Sebentar... Hosh... kamu sudah.. Tanda tangan?" Kata Zack masih terengah-engah.


"Tanda tangan untuk nama belakang saya kan? Tentu saja sudah. Pekan depan akan ujian tertulis lalu hari selanjutnya akan ujian yang terakhir" Kata Via.


"Apa? Tapi kenapa kamu bisa--" Zack sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Mungkin ia juga menyalahkan dirinya karena menyetujui permintaan Via untuk melepaskan nama belakang miliknya dulu dan menggantinya.


Tapi hal itu perlu persetujuan dari raja dan ratu dan juga melewati ujian untuk bisa mendapatkan nama belakang.


Ukh! Kenapa si Alex itu mendadak sekali!


"Anda kenapa? Apa anda jadi berbuah pikiran?" Tanya Via yang melihat raut wajah Zack menjadi tidak enak.


"Tidak, kalau sudah selesai lebih baik kita pulang" Kata Zack.


"Baik Duke! Saya akan memanggil Lea dan Leo dulu!" Via langsung pergi. Zack terus kepikiran mengenai Via. Belum lagi perkataan Hans yang terus menggangu dirinya.


"Loh Zack? Kenapa kau tiba-tiba di sini?" Kata Alex yang baru saja keluar dan bertemu Zack di sana.


"Tidak apa-apa, aku sedang menjemput mereka saja"


"Lihat pakaian mu! Bagaimana ganti dulu saja di si--"


"Tidak usah! Lebih baik kau perintah kan saja para ksatria mu untuk lebih gesit saat bahaya melanda kota!" Zack langsung pergi dengan kata-kata terakhir itu. Alex justru kebingungan dengan perkataanya.


...****************...


"Via! Kau tau? Pangeran Hans bercerita tentang wilayah timur! Katanya di sana banyak sekali persaingan pedang di lakukan. Aku jadi ingin melihatnya!" Kata Lea kesenangan.


"Benarkah? Sepertinya kita bisa kapan-kapan pergi ke--"


"Bisakah kalian diam! Jika ada monster di sini aku akan memberikan kalian sebagai makan malam mereka!" Kata Zack yang membuat Lea, Leo, dan Via bergidik ngeri dan bingung dengan tingkah Zack.


Aneh.. Entah sejak Zack jadi sensitif seperti ini? batin Via.


...****************...


Terimakasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊

__ADS_1


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋


__ADS_2