
"Hosh... Hosh... Aku capek sekali!" Kata Lili. Terik matahari membuat mereka kelelahan.
"Ayo kita pergi ke sana!" Kata Lea sambil menunjuk ke arah gazebo.
Via dan Stella juga kembali setelah bersenang-senang.
"Bagaimana? Apa menyenangkan?" Tanya Duke sembari memberikan kain pada Via.
"Ah.. Iya Duke! Sangat menyenangkan sekali! Apa anda tidak ingin bermain juga?"
"Tidak perlu, mari kita pergi ke pondok yang ada di sebelah sana. Di sana akan menjadi tempat makan siang kita"
"Yeayyy! Saatnya makan!" Pekik Lea. Mereka berbondong-bondong pergi ke pondok itu. Perut mereka sudah tak kuasa menahan lapar.
Setelah sampai di pondok itu, mereka di sambut oleh para pelayan dengan ramah.
"Selamat siang!"
"Mari saya antarkan meja kosong untuk kalian!"
Mereka di antarkan oleh salah satu pelayan. Ada salah satu tempat yang sudah di siapkan dan sudah di pesankan oleh Zack. Tempat tersebut dekat sekali dengan arah laut. Jadi mereka dapat menyantap makanan sambil menikmati Suasana pantai.
"Ini buku menunya, silahkan di lihat-lihat terlebih dahulu."
Setelah memilih beberapa makanan utama, beberapa pelayan datang membawa makanan penutup yang sudah menjadi ciri khas di pondok itu.
"Wahh... Apa ini?" Tanya Lili.
"Ini minuman dingin Lili, sangat bagus di minum saat cuaca panas seperti ini" Jelas Leo.
"Kalau ini es krim! Hmm... Ini yang paling aku suka!" Kata Lea kegirangan.
"Aku ingin mencobanya juga! Nyam! Wuahhh.... Benar, enak sekali!" Kata Lili. Ia memang baru pertama kali melihat dan mencoba makanan yang tak pernah ia temukan waktu di rumahnya dulu. Via tersenyum simpul melihat Lili.
Beberapa saat kemudian, makanan yang mereka pesan pun telah datang. Langsung saja mereka serbu makanan yang ada di hadapan mereka.
...****************...
Hari kedua...
Mereka akan berjalan-jalan di kota Southdiff. Tak lupa berkunjung ke taman yang menjadi pusat perhatian di kota tersebut. Dengan cuaca yang cukup cerah, mereka memutuskan untuk piknik bersama di sana.
"Andai saja di sini ada smartphone... Bisa di jadikan kenang-kenangan nantinya" Gumam Via.
"Kenang-kenangan apa?" Sontak Via terkejut ada seseorang yang mendengar apa yang ia katakan.
"Ah.. Itu... Sangat di sayangkan jika hanya kita kenang dengan memori kita. Akan lebih baik jika ada seperti... Eum... Rekaman yang nantinya akan bisa kita tonton di lain hari" Kata Via. Ia agak sedikit bingung menjelaskannya.
"Sepertinya aku paham maksud mu! Sebelumnya aku sudah merekamnya di bola ini" Kata Zack sembari menyodorkan bola yang tidak begitu besar. Dengan sihirnya ia dapat mengaktifkan bola tersebut dan sama seperti smartphone, bola tersebut merekam semua yang mereka lakukan di hari pertama.
"Wahh... Hebat sekali!" kagum Via.
"Ini, ambillah! Letakkan saja ini di ujung sana, atau bisa kau pegang. Tapi akan kelelahan jika memegangnya." Jelas Zack dan memberikan satu bola itu kepada Via.
"Terima kasih Duke!" Via langsung meletakkannya di dekat pohon agar tidak tersandung oleh orang-orang yang lewat.
Selagi mereka sibuk dengan kegiatannya, Via memiliki ide untuk membuat rekaman indah di bola tersebut.
"Papa! Izinkan kami pergi berkeliling kota!" Kata Lea.
__ADS_1
"Baiklah, jangan jauh-jauh dari Blair. Kami juga akan menyusul nanti."
"Yeyay!" Mereka berempat langsung pergi meninggalkan taman itu.
Setelah merekam, Via langsung menyimpannya di saku bajunya. Memang mudah memasukkan ke dalam saku karena berukuran kecil namun bolanya sedikit berat. Tapi itu tidak masalah bagi Via.
"Akhh!"
Louis yang menggendong Lucinda mendengar rintihan dari Stella.
"Hah? Stella, ada apa?"
"Rasanya mau mual, Kepala ku juga sedikit sakit dan rasanya badan ku juga sakit semua" Kata Stella.
Via dan Zack juga menghampiri Stella yang terduduk di atas tikar.
"Via tolong gendong Lucinda sebentar" Ujar Louis.
"Baik"
"Duke, saya akan membawa Stella ke villa terlebih dahulu dan memanggil tabib!" Ujar Louis.
"Silahkan, tapi apa kamu tau tabib di kota ini?"
"Kebetulan ada kenalan saya tinggal di sini, semoga dia bisa membantu"
"Baiklah Louis, cepat bawa Stella. Lucinda biar kami yang menjaganya" Kata Via. Louis dan Stella langsung bergegas kembali ke Villa.
"Nah sekarang Lucinda bersama kami dulu ya!" kata Stella yang menggendong Lucinda dengan tenang.
"Ohiya duke, apa kita juga harus pergi?"
"Biar saya saja Duke, anda jaga saja Lucinda"
"Tidak... tidak... Kau saja yang menjaganya, aku akan membereskan ini semua!" Kata Zack dengan cepat. Mengingat kejadian kemarin ia lebih baik mengerjakan hal lain daripada harus menggendong Lucinda.
Setelah membereskan semuanya, mereka pun berjalan-jalan menyusuri kota. Ada banyak orang-orang yang berjualan di toko-toko maupun di pinggir jalan.
"Wahh, saya ingin makan pie susu itu, sepertinya enak!" Kata Via melihat salah satu toko yang cukup ramai.
"Tapi cukup ramai di sana, apa tidak apa menunggu?"
"Hmm... Benar juga, terlalu lama di sana. Kalau begitu lain kali saja kita ke sini lagi" Via mulai mencari toko lain. Namun Zack tidak tega melihat Via yang sangat ingin pie susu itu.
"Tunggu! Aku akan mengantri di sana, kamu dan Lucinda bisa mencari tempat duduk dulu" Ujar Zack. Ia pun masuk ke dalam barisan yang cukup panjang itu.
Via masih bingung mencari tempat duduk, karena belum kunjung ketemu ia memutuskan berdiri di belakang Zack.
"Apa yang kau lakukan di sini? Biar aku saja yang mengantre" Kata Zack.
"Bukan begitu Duke, susah mencari tempat duduk di sini, tidak apa-apa saya berdiri sebentar sampai mendapatkan tempat duduk"
Zack melihat sekelilingnya. Memang benar tidak ada kursi ataupun bangku yang kosong.
"Baiklah"
Sedikit demi sedikit antriannya semakin pendek. Ada empat orang lagi yang berada di depan Zack.
Seorang lelaki keluar dari toko tersebut. Ia berencana membuang sampah tepat di sebelah tokonya. Setelah membuangnya ia melihat Via membawa Lucinda ia pun menghampirinya.
__ADS_1
"Selamat siang nona, apa anda berencana untuk membeli pie susu kami?" Tanyanya.
"Ah.. Benar tuan" kata Via. Zack sontak menoleh.
"Ada apa?" Tanya Zack. Lelaki itu melihat ke arah Zack dan bergantian lagi ke arah Via dan Lucinda.
"Oh ya ampun... Maafkan aku karena tidak tau ada keluarga kecil di sini. Hei kalian! Kenapa kalian tidak memperhatikan ada pasangan yang membawa bayi. Kasihan sekali mereka menunggu lama!" Kata lelaki itu pada empat orang di depan.
keempat orang itu menoleh ke arah mereka dan langsung menepi memberikan jalan.
"Kenapa mereka melakukan itu?" Tanya Zack.
"Ahaha... Maafkan kami tuan, di kota ini setiap pembeli harus mendahulukan orang yang sudah tua, ibu hamil, dan juga pasangan yang baru saja mempunyai bayi seperti kalian. Silahkan tuan pesanlah! Maafkan aku bayi cantik, kau pasti menunggu ayah dan ibumu memesan kue pie susu kan..."
Via dan Zack hanya tertegun mendengar lelaki pemilik toko itu mengatakan 'ayah dan ibu'.
"Tapi kami tidak seper--"
"Aa... baiklah kami akan memesan, ayo sayang! Kamu tadi mau pesan berapa?" Kata Zack memotong pembicaraan Via. Via hanya gelagapan dengan tingkah Zack.
"A-Aku... Mau pesan empat biji saja..."
"Baiklah, bibi! Tolong berikan empat pie susu"
"Baik tuan, sebentar yaa" Mereka langsung menyiapkan pesanan Via.
"Kalau begitu aku permisi dulu tuan-nyonya... Kembalilah kapan-kapan lagi" Lelaki itu pun masuk lagi ke dalam toko.
"Ini tuan, pie susu nya! Maaf menunggu lama ya..." Kata seorang perempuan muda memberikan makanannya pada Zack.
"Tidak apa, ini uangnya"
"Entah kenapa aku senang sekali melihat pasangan yang baru memiliki anak, jagalah istrimu tuan. Dia begitu cantik jangan sampai di ambil orang..." Kata Bibi itu.
"Baik Bibi, terima kasih" Zack dan Via bergegas pergi dari tempat itu.
"Huft... Akhirnya kita bisa mendapatkan tanpa antri panjang" Kata Zack. Entah mengapa suasananya jadi membaik.
"Apa tidak apa kita melakukan hal tadi? Kita kan bukan--"
"Kau tidak suka ya berpasangan dengan ku?" Potong Zack.
"Bu-Bukan begitu, maksudnya mereka justru berpikir kita pasangan yang sudah memiliki anak"
"Kalau begitu kita buat pemikiran mereka menjadi kenyataan" Goda Zack.
Sontak wajah Via memerah. Ia langsung memalingkan wajahnya dari Zack.
"Ada apa? Apa aku mengatakan hal yang salah?"
"Ti-tidak, aa-ayo kita mencari tempat untuk duduk!" Via langsung berjalan cepat meninggalkan Zack.
Zack tersenyum sumringah melihat tingkah Via.
"Tunggu aku!"
...****************...
Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
__ADS_1
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋