
"kau harus membayar semua ini!"
"baik Duke! apa... apa yang saya lakukan?"
"ikuti perintah ku!"
"baik Duke!"
"lepaskan kuda itu! dan pergi kau dari sini!"
"baik Duke!"
tuan John langsung melepaskan kuda itu dan berlari terbirit-birit.
"Duke, kasian sekali kudanya anda ambil dari tuan itu" kata via.
"aku akan mengganti yang lebih bagus, ayo cepat naik!"
via bingung harus naik seperti apa karena ini pertama kalinya ia menaiki kuda. tiba-tiba Zack langsung mengangkat via dan ia lalu naik dan melajukan kuda itu.
via hanya malu ketika tubuhnya di angkat. kenapa dia tidak memakai sihirnya saja pikir via.
"akan merepotkan jika aku memakai sihir di saat-saat seperti ini, yang ada masyarakat mengeroyok kita" kata Zack yang seakan-akan membaca pikiran via.
via memang pernah mendengar bahwa masyarakat di sini agak ketakutan dengan sihir yang muncul tiba-tiba. mereka percaya kalau sihir itu akan membawa malapetaka.
tapi ia tidak tau selengkapnya kenapa bisa masyarakat takut sedangkan mereka berada di bawah perlindungan keluarga Effenberg.
...****************...
kereta kuda yang di tumpangi Louis dan Stella terus berjalan di tengah keramaian warga di sana. Stella terus memperhatikan arah ke luar.
"tunggu, ini seperti ke arah mansion milik Duke?" tanya Stella di tengah-tengah perjalanan.
"eum... kau pasti bingung, ini akan menjadi hadiah yang kau tunggu-tunggu" kata Louis membuat Stella makin penasaran.
Lea dan Leo tertawa kecil melihat tingkah ksatria dan mantan pengasuh nya itu.
...****************...
"HIAA!!"
Zack dengan cepat melajukan kuda nya. Ia mengambil jalan pintas untuk datang lebih awal ke tempat itu.
__ADS_1
Di perjalanan mereka hanya terdiam satu sama lain. terlarut dalam pikiran masing-masing. akhirnya mereka sampai terlebih dahulu di rumah itu.
rumah berlantai dua itu merupakan dari hasil kerja keras Louis selama ini. Zack membantu Louis memilih tempat yang cukup dekat dengan mansion Effenberg.
itu bertujuan agar via dan Stella bisa sering berjumpa tanpa ada halangan. sekarang via dan Zack berada di dalam berdua. mereka saling diam.
Zack duduk di atas sofa yang ada di sana. sedangkan via lebih memilih berdiri didekat pintu.
"Duke..." panggil seseorang.
Zack sontak menoleh tetapi tidak ada seorang pun di sana.
"Duke..."
sekali lagi ia mencari, tapi tak kunjung ia menemukan siapa yang memanggilnya. tiba-tiba cahaya muncul menyilaukan pandangan Zack.
ia melihat via dengan seseorang lelaki membawanya pergi.
"via? kau..." kata Zack
"Duke... aku akan pergi..." seketika via menjauh perlahan terbawa cahaya itu.
"via!!" teriak Zack. ia terus berlari sampai tak tentu arah.
...****************...
"aneh... aku sudah membangunkan tapi dia tidak bangun juga!" gumam Via.
"duke..."
"ukh.." Zack merintih dan mulai membuka matanya perlahan. dengan pandangan sedikit kabur ia melihat via di hadapannya.
"Duke... syukurlah ada bangun juga, keretanya akan--" tiba-tiba tubuh via seakan tertarik ke depan.
betapa terkejutnya ia Zack langsung memeluknya dan menundukkan kepalanya di pundak via.
"du... duke? apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya via. ia sungguh bingung dengan tingkah laku tuannya itu.
"ku mohon... jangan..."
via hanya terdiam mendengar hal itu. mungkin ia baru saja bermimpi buruk pikir via. via mulai mengelus pelan punggung Duke.
"iya duke" kata via. tiba-tiba terdengar suara langkah kuda berhenti di depan rumahnya. diikuti gelak tawa Lea dan Leo. seketika itu Zack tersadar dan melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"ah... maaf... maafkan aku!" Zack langsung berdiri dan menjauh pada via.
via mengikuti Zack di belakangnya. via memperhatikan Zack dengan sembunyi-sembunyi.
kira-kira Zack kenapa ya? batin via.
mereka berdua membuka dua pintu itu bersamaan. Stella dan Louis yang baru mau membuka terkejut pintunya yang tiba-tiba terbuka sendiri.
"loh... papa? via?" kata Leo.
"ah.. itu..." Zack bingung harus mengatakan apa.
"emh... kejutan!!" pekik via. mereka terdiam melihat tingkah via saat itu.
"woahh... via terimakasih! Duke terimakasih banyak!" kata Stella yang terharu melihat sahabatnya memberikan kejutan.
huft... akhirnya batin via. via sempat melihat Zack yang tengah kebingungan. untungnya via memiliki ide yang sama sekali tidak di pikirkan oleh Zack.
"bagaimana rumahnya?" tanya Louis pada Stella. Stella terkagum-kagum melihat indahnya rumah besar itu.
"apa ini tidak terlalu besar?" tanya Stella.
"tentu saja tidak, karena kita akan memiliki banyak anak nantinya" kata Louis yang membuat wajah Stella memerah seperti tomat.
semua orang tertawa melihat pengantin baru itu. mereka pun berkeliling rumah itu.
"pantas saja kita seperti menuju mansion Duke, ternyata rumah ini dekat sekali! terimakasih Loui" ucap Stella.
setelah mengantar Stella dan Louis kini saatnya Zack, via dan si kembar pulang kembali ke mansion.
"dadah stella!" kata Lea.
"kapan-kapan kami mampir!"
"baik lady, lord!"
"jaga kesehatan kalian di sini, sesekali aku akan mengunjungi kalian!" kata via.
"iya via!" mereka berpelukan hangat. akhirnya mereka pulang, sedangkan Louis dan Stella kini menghabiskan waktu bersama.
...****************...
terimakasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
__ADS_1
mampir yuk ke novel baru aku judulnya "pergi dan Kembali"
tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋