
Hari mulai gelap. Pemandangan yang paling di tunggu-tunggu oleh semua orang. Mereka menikmati dari keindahan matahari yang mulai terbenam.
Lampu-lampu di jalanan mulai memancarkan sinarnya. Toko-toko mulai ramai pada malam hari.
Zack, Via, si kembar, Lili dan Blair memutuskan untuk kembali ke Villa untuk berisitirahat. Louis menyambut mereka dari luar.
"Selamat datang kalian!"
"Apa yang kau lakukan disini? Dimana Stella?" Tanya Zack.
"Dia ada di dalam, terima kasih Duke, Via telah menjaga Lucinda"
"Sama-sama Louis! Oh iya bagaimana kabar Stella? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Via.
"Ah... itu... Sepertinya aku ada kabar baik dan juga kabar buruk untuk kalian"
"Ada apa? Katakan saja Louis!"
"Huft... Kabar buruknya aku, Stella, dan Lucinda akan kembali duluan. Jadi liburannya hanya sampai disini saja"
"Lalu kabar baiknya?" kata Zack.
"Kabar baiknya... Lucinda akan mempunyai adik!" Raut wajah Louis seketika berubah senang.
"Hah? Benarkah? Stella hamil?" Kata Via. Louis membalasnya dengan anggukan. Via langsung menghampiri Stella yang berada di kamar.
CEKLEK...
"Stella?"
"Ah? Via... Kau sudah kembali rupanya"
Via langsung memeluk Stella.
"Tunggu, ada apa ini?"
"Aku sangat bahagia untukmu Stella!"
"Kau sudah dengar dari Louis ya? Aku juga sangat bahagia Via, tapi maaf aku harus kembali ke rumah. Aku benar-benar tidak enak badan khawatir justru aku akan menyusahkan kalian..." Ucap Stella.
"Apa yang kau katakan? Kau tidak menyusahkan sama sekali Stella"
"Tidak apa-apa Via, di rumah memang tempat yang paling nyaman untuk ku. Setelah kalian kembali, berkunjunglah ke rumah ku"
"Baik Stella, sini biar aku bantu!" Via membantu Stella membereskan beberapa barang milik Stella.
"Duke! Jangan lupa ini kesempatan anda untuk hari besok!" Ucap Louis.
"Huft... Baiklah!"
...****************...
__ADS_1
Mereka bertiga akhirnya meninggalkan Southdiff. Mereka yang masih berada di villa bersiap untuk beristirahat.
Sama halnya dengan Via dan Zack. Suasana di villa itu sangat canggung. Karena hanya tinggal mereka berdua saja di sana.
Via tengah berdiam diri di kamarnya. Ia mencoba untuk tidur namun tidak bisa. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke lantai bawah. Untuk pergi ke bawah ia melewati kamar Zack.
"Apa sekarang dia sedang tidur ya?" gumam Via. Ia pun melanjutkan perjalanannya ke bawah.
Semua ruangan seperti ruang tamu, ruang keluarga sangat gelap, itu menandakan bahwa tidak ada orang di sana. Namun berbeda dengan dapur, lampunya menyala tidak seperti biasanya.
Ada bunyi bising dari arah dapur. Via pun memutuskan untuk pergi ke sana. Siapa tau ada orang jahat menyelinap di Villa. Ia mengendap-endap pelan untuk memastikan apakah benar ada orang jahat.
Seketika langkah Via terhenti, ada bau makanan yang sangat menggiurkan.
"Hmm? Apa ada orang jahat sedang memasak di sini?" Gumam Via. Ketika Via memberanikan diri melihatnya, ia terkejut bukannya orang jahat tapi ternyata Zack yang sedang memasak di dapur.
"Du-Duke?!" Pekik Via. Zack yang tampak serius terkejut mendengar suara Via yang cukup nyaring.
"Ha? Vi-via? Apa yang kau lakukan malam-malam begini?"
Via hanya bisa menghela nafas mendengar ucapan Zack.
"Anda sendiri sedang apa di dapur sendirian? Saya hanya tidak dapat tidur, jadi saya memutuskan untuk pergi ke bawah"
"Ah begitu, baguslah kalau kau bangun. Aku sedang memasak, jadi kau tunggu saja ya" Zack kembali melanjutkan aktivitas memasak nya.
Via hanya memperhatikan Zack dari belakang. Ia teringat ketika Zack pernah membuatkannya minuman cokelat panas. Itu pertama kalinya ia melihat dan mencoba apa yang di buat Zack.
"Sudah siap! Mari kita makan!" kata Zack. Ia mulai memberikan semangkuk makanan untuk disajikan kepada Via.
Via mulai mencoba masakan Zack.
"Hmm...? Waw! Enak...!"
"Hahaha... Benarkah?" Zack juga mulai mencoba masakannya.
"Menurut ku masih kurang" kata Zack.
"Bagaimana bisa? Apa ada makanan yang lebih enak dari ini?"
"Iya ada! Ternyata benar masakan nenek ku tidak ada yang bisa menandinginya. Padahal semua bahan dan langkahnya sudah sesuai sekali dengan yang nenek ku ajarkan!" kata Zack.
"Tidak apa Duke, itu berarti anda hanya bisa mengenang rasa itu dan membuat rasa baru yang anda buat sendiri. Nenek anda pasti sangat bangga melihat anda sekarang..." Kata Via.
"Hahh... Kau benar! Terima kasih telah mengatakan hal itu"
"Sama-sama Duke!" Mereka berdua menikmati makanan itu sampai habis tak tersisa.
"Baik! Karena anda sudah memasak ini semua, giliran saya yang mencuci ini!" Kata Via.
"Tidak perlu! Biar aku saja" Sela Zack.
__ADS_1
"Tidak Duke, biar saya saja yang mencucinya. Mungkin anda bisa merapikan sedikit yang ada di sana..." Kata Via sambil menunjuk ke arah tempat yang sebelumnya ia jadikan tempat memasak.
"Baiklah, Wahh... Ternyata parah sekali jika aku yang memasak..." Kata Zack diikuti tawa kecil dari Via.
...****************...
Hembusan air laut Terdengar seperti alunan musik di malam hari. Bintang-bintang yang menghiasi langit berserta bulan yang indah.
Setelah selesai membereskan dapur, mereka memutuskan untuk pergi keluar dan berjalan-jalan di pinggir pantai.
"Kau benar tidak mengantuk?" Tanya Zack.
"Benar Duke! Saya belum mengantuk... Tinggal beberapa hari saja lagi kita disini, saya tidak mau meninggalkan momen menikmati malam di pantai yang sangat indah ini...." Kata Via.
Apa aku harus mengatakannya? Bagaimana jika dia menolak? Batin Zack.
"Eum... Via, aku mau mengajak mu besok malam pergi ke festival. Apa kau mau ikut?" kata Zack sedikit gugup.
Wahh... Apa Zack baru saja mengajakku berkencan? Batin Via.
"Festival ya? Boleh! Sepertinya sangat menyenangkan!" Kata Via.
Zack tersenyum puas mendengarnya.
"Cuacanya sangat dingin... Mau berpegangan tangan?" Kata Zack sambil memberikan tangannya.
"Tentu saja!" Via membalas tangan Zack. Mereka berdua berjalan menyusuri pantai sambil berpegangan tangan.
Malam itu benar-benar malam yang sangat indah bagi mereka berdua. Karena hanya mereka berdua saja yang menghabiskan waktu bersama.
Namun siapa sangka dari kejauhan ada orang yang sedari tadi memperhatikan mereka.
"Wah... Wah... Benar-benar pemandangan yang sangat indah sekali!"
"Iya! Mereka sangat romantis sekali!"
"Hei! Bisakah kita tidak usah mencampuri hubungan mereka? Tanpa kita mereka juga bisa menghabiskan waktu bersama!"
"Ishh.. Kau ini Leo! Tentu saja kita harus mencampuri hubungan mereka. Coba kau pikir, bagaimana jika ada Louis dan Stella di villa itu. Mereka pasti tidak bisa melakukan yang seperti ini sekarang!" Kata Lea.
"Huft... Terserah mu lah! Tapi ini sudah malam, lebih baik kita beristirahat saja! Kau tidak kelelahan huh setelah di kejar anjing gila itu?" Kata Leo. Ia mengingatkan ketika mereka tengah berjalan-jalan di kota, tak sengaja mereka bertemu anjing gila dan mengejar mereka.
"Benar sekali Nona Lea, ini sudah malam... Bagaimana jika kita ketahuan oleh mereka?" Kata Blair.
"Arggh! Baiklah ayo kita kembali! Rasa lelahku juga terbayarkan setelah melihat mereka" Kata Lea tersenyum senang.
...****************...
Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋
__ADS_1