
"APA... APA YANG KAU LAKUKAN!! BERANI SEKALI KAU!!" Mereka semua termasuk Via menoleh ke arah sumber suara itu. Via terkejut bukan main melihat Lea yang marah dan mendekati karyawan itu.
"Oh tidak! Lea?"
PLAKK!
Satu tamparan mendarat di wajah karyawan itu.
"Be-berani sekali kau anak kecil!" Katanya marah. Namun dua gadis itu justru ketakutan melihat wajah Lea.
"Dia kan anak dari duke--"
"Ayo cepat kita menjauh dari sini!" Mereka berdua pergi meninggalkan ruangan itu.
Wanita itu marah dan hendak menangkap Lea. Namun Lea mudah untuk menghindar. Langsung saja Lea mengeluarkan sihirnya dan mengikatnya dengan tali sihir.
"Apa yang kau lakukan!? Lepaskan!"
Di sisi lain Zack dan Leo sudah selesai membeli beberapa pakaian. Ada juga yang ia buat dan membutuhkan waktu dua hari untuk selesai.
"Apa Via dan Lea juga sudah menemukan gaun nya?" Tanya Leo.
"Entahlah, ayo kita hampiri mereka." Zack dan Leo keluar dari ruangan itu. Mereka terkejut mendengar suara teriakan dari dalam.
"Kenapa kau membedakan para pelanggan? Apa pemilik toko ini yang mengajarkannya? Tapi kurasa tidak! Madam Rosell tidak pernah seperti itu!" Teriak Lea.
Zack dan Leo mendengar suara teriakan Lea dan bergegas ke arahnya.
"Astaga! Lea? Apa yang kau lakukan!?" Pekik Leo melihat saudari nya marah dan mengikat karyawan toko.
"Apa yang terjadi Via?" Tanya Zack.
"Ah itu..."
"Tidak usah Via! Biarkan dia yang mengatakan apa yang ia perbuat tadi kepadamu!" Kata Lea.
"Cepat katakan! Atau badan mu akan ku remuk kan!" Sambungnya.
"Aakhhh!"
"Ada apa ini?" Madam Rosell datang karena mendengar keributan juga.
"Mad-Madam Rosell! Tolong aku!" pekik wanita itu.
"Lune? Apa yang terjadi? Hah? Duke Effenberg! Lama kita tidak bertemu!" Kata Madam Rosell dan membungkuk sopan pada Zack.
Apa? Pria itu... Duke Effenberg? Apa jangan-jangan dua anak ini adalah.... Batin Lune karyawan yang bekerja di toko madam Rosell.
"Lady Lea, ada apa ini sampai-sampai anda mengikat karyawan saya?" Tanya madam Rosell sopan.
"Anda bisa mengetahui darinya langsung. Cepat katakan!"
"Akh! Maaf... Maafkan aku! Aku bersalah! Aku tidak melayani nona itu dengan baik! Maafkan aku!" Ujar Lune.
"Benarkah itu nona?" Tanya madam Rosell.
"Benar madam Rosell. Mungkin karena pakaian yang aku kenakan ini. Tidak apa, mungkin lebih baik aku membeli di toko pakaian yang lusuh dan jelek seperti saran dua gadis tadi!" Kata Via.
"Dua gadis? Apakah itu Bianca dan Ariel? Apa mereka ada ke sini Lune?"
"Iya madam, tadi mereka ada ke sini. Tapi mereka sudah pergi... Ukh..."
__ADS_1
"Huft... Sekali lagi maafkan atas sikap karyawan saya dan keponakan saya. Atas permintaan saya, kalian boleh memilih gaun dan membawany--"
"Tidak perlu madam Rosell! Aku tunggu kebijakan dari mu saja. Untuk pakaian yang aku pesan tidak perlu di lanjutkan dan baju yang sudah aku beli akan aku kembalikan. Ayo kita pergi!" Tanpa ba-bi-bu lagi Zack dan Via serta si kembar pergi dari toko itu.
"Du-duke! Huft... Hari ini benar-benar kacau!" Gumam madam Rosell kesal dan melihat ke arah Lune.
Lune yang sudah terlepas dari ikatan itu masih merasa kesakitan. Ia tinggal menunggu madam Rosell menceramahi dirinya.
...****************...
"Maafkan aku, harusnya aku tidak meninggalkan kalian tadi" Ucap Zack di kereta.
"Tidak apa Zack, aku jadi tau kebanyakan orang di sini hanya melihat penampilan saja dan juga kasta mereka." Kata Via tersenyum.
Mereka kembali berjalan untuk mendatangi toko lain. Sesampainya di toko mereka masuk ke dalam. Suasananya cukup hening di bandingkan toko sebelumnya.
"Wah.. Gaunnya juga tidak kalah bagus dari toko tadi..." Ucap Lea.
Zack memperhatikan sekelilingnya. "Permisi! Apa ada orang di sini?"
"Ah... Ada pelanggan rupanya, maafkan aku!" Kata seorang wanita yang keluar dari belakang.
"Tidak apa-apa, maaf mengganggu waktu anda."
"Apa kalian ingin membeli baju atau membuatnya?" Tanyanya.
"Benar Madam, bisakah kami berempat membuat baju untuk di pakai di pesta pekan depan"
"Hmm... Tentu saja aku bisa. Tunggu sebentar ya aku akan memanggil asisten ku. Luze! Di mana kau!"
"Iya madam Sunny! Tunggu sebentar!" Seorang gadis masuk dari pintu masuk.
"Apa yang kau lakukan? Kita ada pelanggan cepat siapkan alat untuk mengukur mereka" perintah madam Sunny.
"Ah maafkan saya! Saya sedang menyiram tanaman di samping toko tadi. Baiklah akan saya laksanakan!" Kata gadis itu dengan ceria.
"Tunggu, kamu bukannya yang sudah mengatai Via kami di toko madam Rosell?" Kata Lea terkejut melihat wajah gadis itu sama dengan karyawan yang mereka temui tadi.
"Apa? Ah... Mungkin yang anda lihat adalah saudari kembar saya" Katanya sambil tersenyum.
"Saudari kembar?!" ucap Lea dan Leo bersamaan.
"Nama mu Luze ya? Apa Lune itu kembaran mu?" Tanya Via.
"Benar nona! Bagaimana bisa anda mengetahui nya? Apa kalian baru saja dari sana?"
"Benar, sebelum kami ke sini, kami sempat mampir sebentar ke sana"
"Tapi kami tidak di layani dengan sangat baik dengan si Lune itu!" Sambung Lea.
"Benarkah? Maafkan perilaku saudari saya! Saya minta maaf sebesar-besarnya" Ucap Luze. Justru Luze lah yang seperti merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, masalahnya sudah selesai"
"Syukurlah... Terima kasih nona. Baiklah saya akan mengukur anda terlebih dahulu." Luze mulai bekerja dengan sangat baik dan juga sangat ramah pada mereka.
Setelah mereka mengukur saatnya memilih model yang akan di kenakan.
"Tolong model nya seperti ini saja. Buatkan 3 setelan namun ada sedikit perbedaan di setiap setelannya"
"Aku juga ingin sama seperti papa, tapi bisakah ini tidak di gunakan?" Kata Leo.
__ADS_1
"Bisa Lord! Akan saya buatkan!"
"Hmm.. Kalau aku mau yang simpel tapi terlihat imut jika di kenakan!" Kata Lea.
"Pakaiannya imut tapi orangnya sangat ganas!" Ejek Leo.
"Ishh... Kau ini!"
"Baiklah lady, kalau begitu bagaimana dengan ini?" Kata Luze mengusulkan satu gaun.
"Wahh ini cantik! Tapi ini juga cantik!" Kata Lea melihat gambar gaun di sebelahnya.
"Hmm... Saya bisa menggabungkan dua model ini menjadi satu. Untuk bagian atasnya kita pakai yang ini"
"Wahh.. Ide bagus! Pasti sangat cantik! Aku juga ingin 3 gaun dengan warna yang berbeda dan buatlah ketiga berbeda juga"
"Baik Lady! Sekarang giliran anda nona, seperti apa yang anda inginkan?"
"Aku ingin sederhana saja, tapi tetap memperlihatkan kesan mewah di gaunnya" Kata Via.
"Coba aku lihat-lihat dulu... Apa anda ingin seperti ini?"
"Untuk modelnya cantik, tapi bagian atasnya terlalu terbuka"
"Kalau begitu bagaimana kalau bagian atasnya yang ini saja? Oh dan yang ini juga cantik"
"Benar! Baiklah aku pilih ini dan ini"
"Baiklah, kami akan membuatnya dengan sangat cepat dan selesai kurang lebih 5 hari"
"Aku percayakan kepada mu Luze!" Kata Zack.
"Baik Duke! Terima kasih telah berkunjung ke Toko kami!" Luze membungkuk dengan sopan.
Akhirnya mereka telah selesai membuat pakaian. Mereka kembali menaiki kereta.
"Walaupun toko nya kelihatan sederhana namun kualitasnya juga sangat bagus!" Kata Leo yang masih memperhatikan toko itu dari jendela kereta.
"Iya benar! Tidak seperti yang tadi!" sambung Lea.
"Tapi kita tidak bisa mengatakannya begitu saja. Milik mereka juga bagus namun perlu di perhatikan juga tata Krama dari orang-orang di sana. Kalian juga tidak boleh yang melihat seseorang dari penampilan luarnya saja" Kata Via menasehati mereka.
Lea dan Leo mengangguk mengerti.
"Apa kita akan kembali, papa?" tanya Lea.
"Benar! Apa ada tempat yang kalian ingin datangi?"
Lea dan Leo saling pandang dan tersenyum.
"RESTORAN!!"
"Baiklah, kita akan makan bersama di sana!"
"Yeayy!"
...****************...
Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋
__ADS_1