Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?

Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?
Eps. 68 Melamar dirimu


__ADS_3

Satu bulan berlalu setelah acara kerajaan tiga hari berturut-turut. Segala kegiatan kembali dilakukan seperti biasanya.


Namun kali ini sedikit berbeda. Akhirnya Zack memberanikan diri untuk melamar Via. Mereka pun memutuskan pergi ke toko madam Sunny untuk gaun pernikahan.


(Mari kita flashback sebentar)


Pagi hari itu sangat mendung. Itu menandakan hujan akan segera turun. Dan benar saja tak berlangsung lama, hujan turun dengan derasnya.


"Ah.. Hujannya deras sekali!" Ucap Via. Ia tengah berada di kamarnya. Setelah membereskan barang-barang ia pun bergegas pergi ke dapur.


Ia berencana membuatkan minuman coklat panas kesukaan Zack. Setelah membuatkannya ia pergi ke ruangan Zack.


TOK... TOK.. TOK...


"Zack, ini aku"


Via memasuki ruangan itu namun tidak ada orang sama sekali di sana. Ia melihat sekeliling lagi memastikan bahwa memang tidak ada Zack di sana.


"Dia di mana? Jarang sekali ia tidak di ruangannya." Via meletakkan nampan berisikan dua gelas di atas meja kerja.


Pandangannya seketika teralihkan pada sebuah kertas yang bertuliskan namanya 'Via'. Ia pun mengambilnya dan membacanya.


...Hai Via, jika kamu berada di ruangan ku dan aku tidak ada, aku berada di perpustakaan sekarang....


"Di perpustakaan ternyata, baiklah ayo pergi!" Via kembali keluar dari sana dan bergegas ke perpustakaan yang tidak terlalu jauh dari ruangan Zack.


CEKLEK....


Via masuk ke dalam dan menaruh nampan itu di atas meja. Ia melihat sekelilingnya, lagi-lagi tidak ada orang di sana.


Akhirnya ia memutuskan untuk duduk di sofa dan menunggunya. Ia melihat lagi secarik kertas lagi sama seperti tadi. Ada namanya di sana. Via pun mengambilnya dan membacanya.


...Jika membaca ini aku tidak lagi di perpustakaan, maafkan aku. Sekarang aku menuju ke kamarku....


"Huft... Apa baru saja dia pergi? Kenapa tidak bertemu di perjalanan?" Ucap Via. Ia pun keluar lagi dan menuju ke kamar Zack.


Di perjalanan ia melihat Zack keluar dari kamarnya dan pergi ke arah yang berlawanan.


"Zack?" Panggil Via.


Zack terkejut dan berhenti. Ia pun membalikkan badannya.


"Ah... Via! Aku baru saja ingin ke ruang kerja ku" Zack terlihat kaku sekali. Seperti ada yang ia rencanakan.


"Benarkah? Aku baru saja dari sana. Tapi tidak ada, kemudian ke perpustakaan, lagi-lagi tidak ada juga. Dan sekarang kamu mau pergi lagi?" kata Via.


"Aaa... Itu... Ada sesuatu yang ketinggalan."


"Baiklah, aku membawa coklat panas untuk di nikmati, ambil saja dulu barang mu, aku akan menunggumu di kamar" Via masuk ke dalam kamar. Seketika Zack terlihat was-was.


"Tunggu, jangan dul--"


CEKELK....


Via melihat kamar Zack. Tidak ada yang aneh di sana. Hanya saja hujan masih turun dengan derasnya yang terlihat dari jendela.


Via pun meletakkan nampan di atas meja, namun ia melihat sebuah kotak kecil di sana.


"Kacau sudah..." Gumam Zack.

__ADS_1


"Apanya yang kacau?"


"Sebenarnya aku hendak mempersiapkan sesuatu untuk mu" kata Zack lesu.


"Benarkah apa itu? Ah iya ini coklat panasnya... Yah sudah tidak panas lagi"


Zack duduk di samping Via dan mengambil kotak yang ada di dekat nampan tersebut.


"Karena kamu sudah ada di sini, langsung saja aku katakan" raut wajah Zack kembali serius.


Zack membuka kotak tersebut dan terlihat sepasang cincin mengkilap.


"Aku ingin melamar mu dengan suasana yang bagus tadi, tapi karena kamu sudah datang lebih awal..."


Via seketika terdiam tak percaya. Hari ini, di pagi hari ini Zack melamar dirinya.


Tidak mungkin, Zack melamar ku? Batin Via.


Senyum manis mengembang di bibirnya. Via langsung memeluk Zack senang.


"Di sini saja sudah bagus Zack, aku senang sekali!"


"Apa itu berarti... Ehemm... Via aku sangat mencintaimu, mau kah kamu menikah dengan ku?"


"Iya, aku mau! Aku mencintaimu Zack"


Mereka berpelukan dengan eratnya dilanjutkan dengan ciuman mesra mereka.


(kembali ke saat ini)


"Baiklah Duke, ini gaun kedua! Silahkan nona Via!" Tirai terbuka dan memperlihatkan Via dengan gaun pengantin berwarna putih.


"Aku suka gaun ini!" Pekik Lea.


"Bagaimana Zack? Apa tidak terlalu aneh?" Kata Via. Zack dari tadi hanya melihatnya saja.


"Aku sangat suka dua-duanya, jadi senyaman dirimu saja mau memakai yang mana" Ucap Zack.


"Baiklah, tapi kalau dilihat-lihat kamu lebih suka aku pakai gaun ini ya?" ucap Via yang tertawa.


"Apa aku terlihat seperti itu? Haha!"


"Sekarang giliran anda Duke, cobalah setelan pertama ini" Ucap madam Sunny.


Tak lama kemudian, Zack keluar dari tirai itu dan memperlihatkan kesan elegan dan tegas dari dirinya.


"Wah.. Seketika aura papa sangat berubah!" Kata Leo.


"Benarkah?" kata Zack.


"Bagaimana nona Via?"


"Ini Bagus, sangat sederhana. Tapi kita lihat setelan yang kedua"


Zack kembali memakai setelan yang kedua. Kali ini pakaiannya terkesan mewah dan mungkin agak susah untuk di pakai.


"Aku lebih suka yang pertama tadi. Bagaimana Zack?" Kata Via.


"Aku setuju, aku lebih suka yang pertama"

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, saya akan menyiapkan pakaian tadi. Kapan acaranya akan di mulai?" tanya madam Sunny.


"Tiga hari lagi, tidak perlu terburu-buru madam Sunny" Ucap Zack.


Setelah selesai mencoba pakaian untuk pernikahan nanti, mereka pun kembali ke kediaman Effenberg.


...****************...


Hari ini adalah hari kedua yang mana besoknya akan di adakan pesta pernikahan dari Zack dan Via. Para pekerja sudah mulai bekerja ekstra untuk hari besok.


Perasaan Via kini tidak karuan. Perasaan senang, gugup, bahagia, dan lainnya bercampur aduk sekarang.


"Huft... Ayolah Via, di bawa tenang saja" Via terlihat mondar-mandir di kamarnya.


Seharian ini ia tidak ada bertemu dengan Zack. Ia ingin sekali bertemu Zack namun ia terlalu gugup untuk hari besok.


Via pun memutuskan untuk tidur siang agar besok bisa mempersiapkannya dengan baik.


Pada malam hari Via baru terbangun. Ia baru tersadar melihat langit sudah gelap dari balik jendela.


"Oh ya ampun! Bagaimana bisa aku ketiduran sampai malam begini?" Via bangkit dari atas ranjangnya. Saat itu ia melihat secarik kertas tergeletak di lantai.


"Hm? Kertas apa ini? Sepertinya aku baru melihatnya?" Via pun mengambilnya.


...Apa tidur mu nyenyak? Aku tidak ingin membangunkan mu, jadi jika kamu sudah bangun bagaimana kalau kita bertemu di taman yang di dekat danau....


^^^Aku menunggumu^^^


^^^Zack^^^


"Sejak kapan dia masuk ke kamar? Bagaimana aku tidak menyadarinya? Ah dari pada itu aku harus bergegas!" Via mengambil beberapa pakaian dan masuk ke dalam kamar mandi.


Ia membersihkan badannya secepat kilat lalu memakai pakaiannya. Setelah itu ia bergegas ke luar tempat yang telah di tentukan.


Sesampainya di taman itu, Via tidak melihat seseorang pun di sana.


"Huft... Aku pikir aku yang terlambat." Via menunggu Zack berdiri di dekat danau itu. Sekilas ia melihat wajahnya dari pantulan air.


SREKK...


"Ah itu pasti zack-- Aaaa!"


BYURRR!


Via masuk ke dalam danau yang cukup dalam itu. Sebelumnya ia merasa ada seseorang yang sengaja mendorongnya.


"Akhhrhh! Tol--"


CEPLAKK... CEPLAKK...


Sayangnya Via tidak bisa berenang. Ia berusaha menarik tubuhnya ke atas. Namun ia tidak mampu menahannya. Sekujur tubuhnya seketika melemas. Via terjatuh makin ke dalam.


Pandangannya yang cukup kabur, ia bisa melihat ada seseorang yang memperhatikannya dari atas. Orang itu tidak ada sama sekali untuk menolong Via. Ia pun pergi dari sana.


...****************...


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋

__ADS_1


__ADS_2