
"Bolehkah saya... Mempercayai anda, Duke?" Kata Via dengan menatap kedua mata Zack.
"Tentu saja, percaya padaku bahwa aku sungguh-sungguh mencintai mu" Kata Zack tersenyum.
Mendengar hal itu wajah Via memerah bak tomat. Ia langsung memeluk Zack. Harusnya ia memang tidak percaya dengan ucapan Blair tentang Zack semalam.
Tepat di balik jendela, seseorang yang dari tadi memperhatikan mereka. Kedua tangannya saling mengepal. Ia berjalan menjauh dari kedua insan tersebut.
Di tengah perjalanan, ia bertemu Ratu yang sedang bergegas ke arah yang berlawanan.
"Yang mulia! Ada apa?"
"Ah.. Hans! Aku dengar Alex sudah terbangun, jadi aku hendak ke sana" Ucap Ratu.
"Syukurlah, aku akan ikut dengan anda!" Kata Hans. Mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju kamar Alex.
...****************...
"Bagaimana keadaan putra ku sekarang?" Tanya Ratu pada tabib yang memeriksa Alex.
"Hmm... Kondisinya mulai stabil yang mulia, karena racun yang beliau konsumsi sangat sedikit, jadi putra mahkota akan lebih cepat pulihnya" Kata tabib.
"Huft... Syukurlah" Kata Raja.
"Kalau begitu saya permisi dulu" Kata tabib.
"Baik akan saya antarkan" Ucap Hans.
"Tidak perlu yang mulia"
"Tidak apa, ayo!"
Hans mengantarkan tabib keluar dari kamar Alex.
"Sampai sini saja yang mulia, terima kasih"
"Baiklah kalau begitu, kami juga sangat berterima kasih"
Tabib itu pun berlalu pergi. Ketika Hans hendak masuk kembali, terlihat Zack dan Via tengah bersama menuju kamar Alex.
"Oh... Kalian rupanya" Ucap Hans. Matanya tertuju pada tangan Zack dan Via yang saling berpegangan.
Melihat hal itu, Via langsung melepaskan dengan pelan genggaman dari Zack.
"Ah itu.. Kami dengar kondisi putra mahkota telah membaik" Kata Via.
"Benar sekali Via, silahkan masuk" Ujar Hans.
Mereka bertiga memasuki kamar Alex. Terlihat Alex dapat melihat mereka dengan jelas.
"Wahh.. Via... Apa.. Kau... Baik-baik saja?" Kata Alex dengan suara yang tertatih-tatih.
"Saya baik-baik saja yang mulia"
__ADS_1
"Syukur... Lah" Alex menatap ibunya dengan tatapan lembut.
"Ibu... Maaf... Kan... aku... Karena membuatmu... Khawatir"
"Sayang... Hiks... Beristirahatlah sekarang, kau harus menjaga kondisi sampai pulih kembali" kata Ratu.
"Ibu, Ayah... Sebenarnya... Bukan Via pelakunya, aku khawatir... Via akan... di hukum... Karena kesalahpahaman..."
"Untuk masalah Via sudah terselesaikan Alex! Kami hampir menemukan pelakunya, tetapi dia meledakkan diri sebelum mengatakan yang sebenarnya" kata Raja.
"Benarkah itu? Aku juga... Telah merasakan... Ada seseorang... Yang mencurigakan di istana ini... Makanya aku tau bahwa teh itu telah diracuni"
"Tunggu!? Apa? Kalau sudah tahu mengapa kau minum sayang..." kata Ratu yang terkejut pada ucapan Alex.
"Ahaha.. Maaf kan... Aku ibu, aku hanya penasaran siapa orang yang tega... melakukan itu... Apa itu karena... Ingin menyingkirkan Aku... Atau... Via"
"Huft... Begini saja, kamu istirahat dulu hari ini, besok setelah keadaan mu membaik, kita bicarakan ini, bagaimana?" Kata Raja.
"Baiklah... Ayah!"
Dari kejauhan terdengar sekali suara gaduhan yang menuju kamar Alex.
"Ada apa ini? Seperti gempa?" Ucap Hans.
CEKLEK... DUBRAKKK!!
"Paman Alex!"
"Via!"
Ternyata Lea dan Leo yang baru saja sampai, langsung menuju kamar Alex setelah mendengar bahwa mereka semua berkumpul di sana. Lea dan Leo langsung menghampiri Via lalu Alex bergantian.
"Via! Kamu... Kamu tidak apa-apa kan?" kata Leo.
"Wajahmu? Rambutmu? Tanganmu? Huaa... Jangan sampai tangan ini terluka, nanti tidak ada yang membuatkan ku kue coklat...." Renegk Lea.
Seketika kamar Alex sangat berisik karena kegaduhan Lea dan Leo.
"Ah... iya Lea, Leo, saya baik-baik saja, Lihat!" Kata Via yang tertawa melihat tingkah mereka berdua.
"Sstt... Kenapa kalian berisik sekali! Putra mahkota baru saja sadar, lebih baik kecilkan suara kalian" Kata Zack.
"Oh iya... Paman!"
"Paman-- Ups... Salam kami pada yang mulia raja dan ratu..." Lea dan Leo langsung bersikap sopan ketika melihat Raja dan Ratu yang ada di hadapannya.
"Hahaha.... Tidak usah terlalu formal begitu sayang..." Ucap Ratu tertawa.
"Benar sekali! Kemari lah cucu ku" Ucap Raja.
Lea dan Leo memeluk hangat sang raja dan bergantian dengan Ratu.
"Huft... Kapan aku bisa memiliki cucu dari anakku" Sindir Raja. Seisi kamar Alex menjadi penuh tawa.
__ADS_1
"Paman... Kembalilah sehat, agar kita bisa berlatih pedang lagi!" Kata Lea.
"Iya paman, kami merindukan paman" Kata Leo.
"Ahaha... Iya iya, aku akan kembali sehat dengan cepat." Kata Alex.
"Nah, kalau begitu ayo kita ke ruangan lain. Putra mahkota harus istirahat sekarang" Ucap Zack.
"Baiklah"
Mereka semua keluar dari kamar Alex membiarkan Alex dapat berisitirahat dengan tenang.
"Via, bagaimana kalau kita minum teh bersama di taman bersama Lea dan Leo" Ajak Ratu.
"Dengan senang hati yang mulia" Via dan si kembar mengikuti Ratu.
"Bisakah kalian ikut ke ruangan ku sebentar, ada yang ingin ku bicarakan mengenai Alex"
"Baik Yang mulia"
Sedangkan Hans dan Zack bersama sang Raja untuk membahas lebih lanjut peristiwa mengenai Alex dan Via.
"Seperti yang kalian dengar tadi, Alex sudah mengetahui gerak-gerik keanehan di sini, makanya dia sengaja meminum racun itu agar pelaku itu merasa senang dan bertindak selanjutnya..."
"Untung saja ada Duke Kedrey, beliau memang lebih peka di saat-saat seperti ini dan betul saja pelaku itu langsung pergi ketakutan saat beliau meminta semua pelayan di suruh berkumpul..." Lanjut Zack.
"Tapi ini bukan hanya meracuni putra mahkota, bisa saja Via yang nantinya tertuduh itu akan di hukum mati, seperti peraturan yang ada 'Apabila seseorang merencanakan atau melaksanakan pembunuhan pada anggota kerajaan dia akan di hukum mati' benar kan" Kata Hans.
"Benar sekali Hans, aku mencurigai mereka yang melakukannya. Kalian! Tetap awasi keadaan sekitar dan kita tidak tau jika mereka akan kembali suatu saat nanti..." Kata Raja.
"Baik yang mulia"
CEKLEK....
Setelah selesai membahas dengan Raja, mereka berdua Hans dan Zack keluar dari ruangan tersebut.
"Hei Zack! Mau minum terlebih dahulu sebelum melanjutkan pekerjaan?" Ajak Hans tiba-tiba.
"Tumben sekali kau mengajak ku, tapi maaf aku tidak minum lagi sekarang!" Kata Zack tegas.
"Begitu rupanya, sejak kapan kau berhenti minum? Apa setelah kedatangan wanita itu?" Sindir Hans.
"Apa maksudmu? Ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan Via!"
"Benarkah? Hahaha! Huft... Aku selalu saja terlambat satu langkah dengan mu. Kau tau Zack aku pernah berpikir ingin mengambil Via dari mu?"
Mendengar hal itu Zack sangat kesal tetapi ia hanya memilih untuk diam.
"Yah, tapi seperti yang aku bilang tadi, aku terlambat satu langkah oleh mu. Jagalah dia! Kalau sampai dia terjadi sesuatu... aku tidak akan tinggal diam Zack! Mau minum? Tenanglah... Itu bukan alkohol kok" Kata Hans. Akhirnya Zack terima ajakan dari Hans.
...****************...
Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
__ADS_1
Tetap semangat menjalankan puasa ya bagi yang berpuasa 💪
Sampai jumpa lagi 👋