Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?

Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?
Eps. 73 Rindu Ibu


__ADS_3

"Yippii! Saatnya liburan!" Pekik Daisy. Mira dan juga Daisy telah melewati ujian final di kampus mereka. Setelah ujian mereka akan liburan selama 2 bulan lamanya.


"Aku sangat merindukan ibu!" Ucap Mira ketika tengah membereskan pakaiannya. Sudah dua tahun lamanya ia tidak berkunjung ke tempat ibu asuhnya. Daisy dan Mira merupakan anak yatim piatu. Mereka di asuh oleh ibu Linda sejak kecil.


Bisa di bilang ibu Linda merupakan sosok ibu bagi anak-anak yatim piatu atau anak-anak terlantar. Beliau sangat menyayangi mereka seperti anaknya sendiri.


"Apaan kamu ini? Seperti tidak berkunjung selama setahun saja. Bukannya liburan kemarin kita telah mengunjungi ibu!" Ucap Daisy.


"Ah... Hahah yaa maksudku aku begitu merindukan ibu, memangnya salah ya?"


"Hah... Tidak salah, ayo kita bergegas! Bisa-bisa kita akan ketinggalan bis"


Mereka berdua akan berlibur di rumah ibu Linda selama sebulan dan akan kembali untuk bekerja.


Mereka menaiki bis yang mereka tunggu-tunggu. Butuh waktu 4 jam untuk sampai ke rumah ibu Linda.


"Akhirnya kita sampai juga! Memang rumah adalah yang terbaik untuk berlibur..." Ucap Daisy ketika sampai di sana. Mereka hanya perlu masuk lagi ke dalam untuk sampai ke rumah.


"Ohiya apa kamu sudah memberitahu Rian kalau berlibur ke sini?" Tanya Daisy.


"Tanpa aku bilang pun dia tau aku akan ke mana..."


"Haha... Memang sih si Rian itu paling mengenal kamu luar dalam... Hati-hati loh nanti kamu sakit Malarindu... Hahahah" Daisy tak henti-hentinya mengejek Mira.


"Kenapa kamu tidak mau mencari cowok Daisy? Kaisan kan kamu jadi jomblo.. Hahah" Mira pun juga gantian mengejek Daisy.


"Maaf aja ya, tipe cowok aku tuh tinggi banget.. Dan aku juga happy jadi jomblo sampai nikah nanti..."


"Woohhhh.. Menjaga perasaan nih..."


"Iya dong..."


Mereka telah tiba di rumah. Raut wajah mereka sangat senang sekali akan bertemu dengan ibu dan juga adik-adik yang lain.


"Ibu! Kami sudah datang!"


Ibu Linda yang tengah menyapu halaman di kejutkan melihat Daisy dan Mira.


"Daisy? Mira? Akhirnya kalian pulang... Anak-anak kakak-kakak sudah pulang..." Ucap ibu Linda.


"Hah? Mana?"


"Kakak siapa ya?"


"Wah... kak Daisy dan kak Mira! Horeee!"


Anak-anak langsung menyerbu dan berpelukan dengan mereka.


"Siapa yang mau oleh-oleh?" Seru Daisy.


"Aku.. Aku..." Anak-anak paling bersemangat dengan oleh-oleh yang di bawa dari kota.


Sedangkan Mira melepas rindu pada ibu Linda.


"Tumben sekali kamu memeluk ibu lama sekali?" Tanya. ibu Linda sambil terkekeh geli.


"Aku merindukan ibu!"


"Aku juga merindukan mu sayang!"


...****************...


Malam harinya ibu Linda, Mira, dan Daisy memasak makan malam. Anak-anak sangat menanti untuk makan bersama.

__ADS_1


"Makanan sudah datang!"


"Woaaaa!" Mereka tampak senang sekali. Mereka pun memakan makanan dengan lahap sampai habis tak tersisa.


Setelah makan dan membereskan alat makan, Daisy serta anak-anak pergi ke kamar. Sedangkan Mira sedang duduk di luar melihat langit malam.


Hal itu sering ia lakukan berdua dengan Zack. Seketika rasa rindu itu menyelimuti dirinya.


"Huft..."


"Ada apa Mira? Kenapa dari tadi mengehala nafas terus?" kata ibu Linda lembut. Rupanya ia telah memperhatikan Mira dari tadi.


"Ah ibu... Tidak apa-apa... Langitnya sangat cantik sekali..." Ucap Mira.


"Maafkan ibu bertanya seperti ini, apa kamu benar-benar Mira?" Sontak pertanyaan itu mengejutkan Mira.


"Apa maksud ibu? Aku memang Miranda, ibu..." Kata Mira meyakinkan.


"Bukan itu maksud ibu, apakah jiwa mu sudah kembali?"


"Ba-Bagaimana ibu tau?"


Ibu Linda tersenyum dan berpaling melihat ke arah langit.


"Olivia sudah memberitahu ibu yang sebenarnya..."


Mira hanya terdiam.


"Waktu kalian kecil, ibu tau apa yang kalian butuhkan, apa yang kalian inginkan dari sorot mata kalian... Begitu juga ketika ada masalah ibu pasti mengetahui kalau kalian sedang berada dalam masalah..."


"Sama seperti Olivia sendiri, ia berusaha untuk menyembunyikan masalah itu, namun ibu dapat mengetahuinya dari sikap dia yang aneh..."


"Apa ibu percaya apa yang dikatakannya?" kata Mira.


Mira yang terharu mendengar itu langsung memeluk ibunya.


"Sampai sekarang aku tidak tau harus menceritakan semua ini pada siapa? Bahkan Daisy sendiri aku tidak berani" ucap Mira.


"Terima kasih ibu"


"Sama-sama sayang... Pasti banyak hal yang kamu lewati di sana"


"Itu benar ibu... Namun aku bisa melewati itu semua.."


"Apa kamu bahagia di sana?" Entah mengapa pertanyaan dari ibu Linda sangat menyesakkan baginya.


"Apa aku boleh jujur?"


"Tentu saja sayang..."


"Aku bahagia telah kembali ke sini, tapi aku juga bahagia selama di sana..."


"Eumm... Jangan-jangan ada seseorang yang kamu cintai ya?" Goda ibu Linda.


"I-ibu... Apaan sih..." ucap Mira malu.


"Pasti ada seseorang yang membuat mu bahagia kan..." ucap ibu.


"Be-benar ibu.. Tapi aku sudah meninggalkan itu semua, aku tidak bisa kembali lagi."


"Huft... Tapi jika kamu memiliki harapan yang sangat besar, itu bisa saja membuat mu kembali ke sana."


"Tapi ibu, aku juga tidak meninggalkan kalian di sini..."

__ADS_1


"Tidak apa-apa Mira, jika itu membuat kamu senang, ibu juga akan senang. Karena itu semua adalah pilihan mu sekarang."


Mira yang sekarang berada di kamar terus memikirkan perkataan ibunya.


"Harapan ya? Seingat ku, aku kembali ketika aku tenggelam... Apa aku menenggelamkan diri saja ya? Tapi kalau ternyata aku bukan kembali ke sana melainkan ke alam lain kan bahaya juga..." Gumam Mira.


"Bisakah aku kembali ke sana. ibu juga sudah mengetahuinya, dan ini semua adalah pilihan ku... Aku... Hoaammm... Aku ingin..." Mira pun terlelap dalam tidurnya.


...****************...


Mira membuka matanya perlahan. Ia melihat sekelilingnya. Ia berada di tempat asing, tidak lagi berada di kamarnya.


"Aku di mana?" Gumam Mira.


"Kau pasti Miranda!" Ucap seseorang dari belakang.


"Ah... Ku pikir hanya aku saja di sini, Ternyata masi-- Aaaa! A-apa kamu yang bicara tadi?" Mira terkejut ketika berbalik badan. Ia pikir ada seseorang selain dirinya namun itu hanya cahaya.


"Ya itu benar!"


"Hm.. Sepertinya aku pernah melihat mu di suatu tempat?" Ucap Mira yang sedang berpikir.


"Apakah saat aku memberi pilihan untuk mu? Ingin kembali atau mau melihat masa lalu?" cahaya itu mengingatkan Mira.


"Ah benar! Tapi itu di saat aku berada di tubuh Olivia... Kenapa aku bisa bertemu dengan mu?" Ucap Mira setelah mengingat. (Ada di episode 46).


"Aku datang karena harapan besar dari mu"


"Harapan?"


"Kau pasti ingin kembali ke tubuh Olivia, apa aku benar?"


"Ba-Bagaimana bisa kamu tau?"


Tiba-tiba dari kejauhan ada seseorang yang berlari ke arah mereka.


"Hosh... Hosh.. Cepat sekali kau menghilang!" Ucap wanita itu.


Mira melihat wanita itu dengan seksama. Ia seperti pernah melihat wanita itu.


"Olivia, kamu kah itu?" Tanya Mira memastikan.


"Ah... Siapa-- Mira? Bagaimana bisa...?" Tanya Olivia terkejut.


Mereka berdua saling berpelukan.


"Akhirnya aku bisa secara langsung melihat mu" ucap Olivia.


"Aku juga!"


"Nah sekarang kenapa kau membawa kami di sini?" Tanya Olivia pada cahaya itu.


"Eum... Seperti yang aku bilang, aku muncul karena harapan kalian berdua"


"Sebenarnya aku agak bingung, dari tadi dia hanya bilang mengenai harapan!" Ucap Mira.


"Huft... Baiklah aku akan jelaskan ke kalian!" Cahaya itu pun mulai menceritakan semuanya.


...****************...


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋

__ADS_1


__ADS_2