Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?

Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?
Eps. 34 Ujian terakhir Via


__ADS_3

"Apa!? Teman belajar! Sepertinya sangat keren. Aku juga mau punya teman belajar papa!" Kata Lea yang mulai bersemangat.


"Bukannya kamu sudah mempunyai nya?" Kata Zack.


"Hah? Siapa?" Tanya Lea. Arah mata Zack berpindah melihat Leo.


"Aihh... Bukan itu yang ku maksud papa! Kenapa harus Leo!" Pekik Lea.


"Hey, jadi kamu tidak senang belajar bersama ku?" Balas Leo yang tidak senang mendengar pernyataan dari adik kembarnya itu.


"Tentu saja! Aku akan mencari teman belajar ku sendiri, kau juga carilah sana!" Kata Lea.


"Ihh.. Awas kau ya!" Kata Leo.


Via tertawa melihat tingkah Lea dan Leo dan tanpa sadar Zack juga memperhatikan Via dari tadi.


...****************...


Setelah kejadian kemarin, kini saatnya Via akan melaksanakan ujian terakhir nya yaitu ujian praktek yang telah di tentukan oleh Alex. Ujian ini sebagai penentu apakah ia layak mendapatkan gelar bangsawan nanti.


"Semangat Via ujiannya!" Kata Lea dan Leo yang telah mengantarkan Via di istana dan sekarang mereka akan pergi ke akademi.


Via membalas lambaian dengan hangat. Setelah itu ia memasuki istana.


"Huft... Deg-degan banget..." Gumam Via. Ia masih berjalan di lorong-lorong yang panjang. Akhirnya Via bertemu Alex yang tengah menunggunya.


"Selamat pagi Via!" Sapa Alex.


"Ah... Salam saya kepada yang mulia putra mahkota" Kata Via sopan.


"Baiklah, kalau begitu aku akan menjelaskan ujian praktek ini" Kata Alex. Ia lalu berjalan lagi, Via mengikutinya dari belakang.


"Jadi ini adalah sesuatu debut yang biasa dilakukan oleh anak bangsawan yang telah berumur 15 tahun. Dimana mereka akan membuat sebuah pesta agar menarik perhatian dari bangsawan lainnya."


"Tapi ujian ini sangat sederhana, kamu akan membuat pesta teh. Dari pesta teh ini aku akan melihat bagaimana kamu menjamu tamu mu, menuangkan teh untuknya dan juga menjaga suasana agar tetap nyaman. Jadi kamu sudah siap?" Jelas Alex yang tiba-tiba berhenti di sebuah pintu yang cukup besar.


"Saya siap yang mulia!" Kata Via tegas.


"Baiklah kalau begitu mari kita masuk!" Ucap Alex sembari membuka pintu tersebut.


Via melihat ruangan tersebut yang sudah tidak asing baginya. Terakhir kali ke sini saat pesta ulang tahun Alex. Hanya saja ruangan itu tidak ada orang sama sekali kecuali mereka.


"Dapur?" Tanya Via.


"Yap! Benar sekali, dapur ini sengaja tidak ada para koki sementara, kamu bisa menggunakan dapur ini untuk menyiapkan pesta teh yang kau buat." Jelas Alex.


"Kalau kau sudah mengerti aku akan pergi, ku tunggu kau di taman" Alex lalu pergi meninggalkan Via sendiri di sana.


"Hm... Kira-kira apa yang bisa kita buat ya..." Gumam Via.


Via mulai meletakkan beberapa alat yang biasanya di gunakan untuk pesta teh. Mulai dari sendok, piring kecil, gelas, serbet dan lain-lain.


Untuk makanan manisnya, telah di siapkan di sana. Jadi Via hanya meletakkan itu semua di atas troli makanan.

__ADS_1


"Sekarang buat teh nya, eum... Aku harus meracik teh nya dengan benar, kalau salah pasti rasanya akan aneh..." Kata Via. Ia mulai mencari di lemari yang ada di sana, tetapi tidak kunjung ketemu.


Tiba-tiba seseorang masuk dari pintu belakang.


CEKLEK...


Sontak Via menoleh ke arah tersebut.


"Oh... Syukurlah ada orang di sini, apa kau sibuk nak?" Kata seorang lelaki tua dan menghampirinya.


"Ah... Tidak tuan, aku hanya sedang mencari teh tapi tidak kunjung ketemu." Kata Via.


"Begitu rupanya, bagaimana kalau kau ikut aku saja dulu" Kata lelaki tua.


"Baiklah" Via mengikuti lelaki tua itu sampailah mereka di sebuah tanah lapang yang cukup luas. Di sana banyak sekali tanaman seperti sayur, buah, dan lain sebagainya.


"Woah... Ternyata di istana juga memiliki ini!" Kata Via takjub.


"Benar sekali nak, jadi apakah kau mau membantu ku? Ohiya aku lupa memperkenalkan nama, kau bisa memanggilku Daniel" Kata tuan Daniel.


"Baik tuan Daniel aku akan membantu anda" Ucap Via.


"Rekan-rekan ku yang biasanya bersama ku tidak hadir, karena ada yang sakit, ada juga yang istrinya sakit. Jadi aku hanya sendiri di sini memanen sayur dan buah" jelas tuan Daniel.


"Baiklah tuan, saya akan memetik kan untuk anda" Via mulai merogoh keranjang yang tak jauh dari situ. Ia mulai memetik sayur-sayuran yang mudah ia petik. Bersama tuan Daniel yang juga tak jauh darinya.


KRETEK...


"Hah? Ada apa tuan!" Kata Via yang terkejut melihat tuan Daniel memegang punggungnya itu.


"Punggung ku kambuh lagi, huft... Maklum lah sudah tua" Kata tuan Daniel yang menahan sakitnya.


"Kalau begitu biar aku saja tuan yang melanjutkan semua ini!" Kata Via.


"Maafkan aku nak jadi merepotkan mu,"


Via mulai melanjutkan memetik semua yang ada di sana. Ia bahkan sampai lupa waktu untuk ujiannya.


"Hey nak, kemari lah dulu!" Kata tuan Daniel yang telah berteduh di bawah pohon rindang itu.


Kemudian Via menghampiri nya.


"Loh kenapa ada minuman di sini? Apa tuan yang membawanya?" Tanya Via.


"Ahaha, iya membawanya aku bisa saja, tapi tidak bisa membungkuk terlalu lama" Kata tuan Daniel. Via hanya mengangguk-angguk kecil.


"Sekarang kau lihat aku meracik teh ini" Kata tuan Daniel. Ia mulai meracik teh yang sudah ia siapkan bahan-bahannya.


"Terakhir seduh dengan air panas dan... Jadi!" Kata tuan Daniel.


"Woah... Ternyata ribet juga ya! Berbeda dengan kehidupan ku sebelumnya..." Gumam Via.


"Hm? Apa?" Tanya Tuan Daniel.

__ADS_1


"Ah tidak, boleh ku coba?"


"Tentu saja, silahkan!" Tuan Daniel memberikan segelas teh tersebut pada Via. Via mengambil dan mencium aromanya terlebih dahulu.


"Hmm... Hah... Harum sekali!" Kata Via.


"Tentu saja, aku memberikan beberapa bunga melati tadi" Kata tuan Daniel yang bangga pada racikannya.


"Permisi! Apa ada nona Via di sana?" Teriak seseorang yang jauh dari mereka berdua. Via sontak menoleh.


"Ah.. Iya itu saya!" Via berdiri seketika melihat seorang prajurit.


"Putra mahkota mencari anda, apakah sudah selesai katanya?" Kata prajurit itu.


"I.. Iya tunggu sebentar, Tuan sepertinya aku harus kembali" Kata Via yang mulai panik.


"Baiklah nak, terima kasih sudah membantu ku, ini bawalah racikan ini lalu seduh!" Kata tuan Daniel.


"Terima kasih tuan, permisi" Via buru-buru masuk ke dalam dapur lewat pintu belakang sebelumnya. Dengan cepat ia langsung menyeduh racikan tersebut dan membawa troli makanan.


Di perjalanan karena Via sangking cepatnya mendorong trolinya, tanpa sadar seseorang pelayan lewat di hadapannya. Sontak Via harus memberhentikan troli tersebut tanpa membuat kerusakan.


Tapi apalah daya, troli itu menabrak sedikit pelayan tersebut.


"Aduh!" Pekik pelayan itu sambil memegang pinggulnya.


"Hah!? Maaf... Maafkan aku, aku tidak sengaja!" Kata Via panik dan membantu pelayan itu bangun.


"Aish..."


Tiba-tiba datang seorang pelayan lagi menghampiri temannya.


"Ada apa ini?" Tanya nya.


"Ini salahku, aku tidak sengaja menabrak nya!" Kata Via.


"Lain kali hati-hati dong bawa troli itu!" Kata pelayan itu.


"Ayo Sesa! Kita pergi saja dari sini!" Pelayan itu merangkul temannya pergi dari tempat itu.


"Kamu juga! Kenapa suruh aku ke sana sih, sudah ku bilang enggak ada!"


"Aku lupa ternyata sapu nya ada di kamar ku, ayolah!"


Via mendengar bisik-bisik dari kedua pelayan itu. Ia hanya mengabaikan dan melihat ke arah trolinya. Tidak ada yang hancur hanya saja kue-kue itu banyak berantakan. Via memperbaiki kembali susunan kue tersebut.


Via kembali melihat teh nya. "Huft... Untung saja teh nya masih utuh, aku harus bergegas ini!" Via kembali melanjutkan perjalanan nya ke taman di mana Alex berada.


...****************...


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋

__ADS_1


__ADS_2