Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?

Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?
Eps. 74 Tamat-Akhir Bahagia


__ADS_3

Olivia akan segera di eksekusi. Ya hukum mati yang telah di perintahkan oleh Zack, Duke Effenberg. Merasa wanita yang ia cintai terancam dan Olivia sebagai tersangka dalam pembunuhan Stella.


Seperti yang kita tau bahwa itu semua hanyalah kesalahpahaman. Kalau saja Zack bisa mengatasi ego-nya, Olivia pasti tidak harus merasakan sesi yang menyakitkan ini.


Namun ini semua tidak bisa di hindari. Olivia pun pasrah. Belum lagi masalahnya dengan keluarganya. Ia merasa ia pantas mendapatkan hukuman mati.


Tapi siapa yang menginginkan mati di usia muda? Bahkan Olivia belum pernah merasakan cinta dari seseorang setelah kehilangan orang-orang yang ia cintai.


Waktunya telah tiba. Olivia duduk di tempat dengan mata tertutup kain. Badannya gemetaran. Memang tidak ada yang bisa ia lakukan selain berharap suatu keajaiban menimpa dirinya.


"Bisakah aku memperbaiki semua ini? Aku ingin... Memperbaiki semuanya, agar aku bisa hidup--"


SRAKK!


Sudah terlambat. Olivia benar-benar di nyatakan pengkhianat dan telah mati.


...****************...


Di sisi lain, Miranda seorang mahasiswi bersama sahabatnya Daisy. Ia mengakhiri hidupnya dengan menggantikan posisi Daisy yang harusnya tertabrak oleh truk besar.


BRUGHH!


Akh... Apa aku benar-benar... Akan mati? Tapi aku masih ingin hidup... Bagaimana... Apa yang harus aku lakuakan!? (suara hati Mira)


"Aku mendengarnya... Aku mendengar harapan kalian! Satu-satunya cara ialah agar kalian bisa bertahan sesuai apa yang kalian harapkan.. Kalian harus bertukar nyawa, namun ingat! Pada akhirnya ada sesuatu yang berharga yang harus kalian tinggalkan..."


Dan begitulah Mira dan Olivia dengan nasib yang sama harus mati di umur muda, memiliki harapan untuk hidup kembali. Kehidupan Olivia akan terikat oleh nyawa Mira sedangkan kehidupan Mira akan terikat oleh nyawa Olivia.


Mereka berdua akan mengubah nasib mereka sendiri.


...****************...


"Lantas, apa sekarang kami juga bisa bertukar nyawa lagi?" Ucap Olivia.


"Kau ini sangat terburu-buru sekali! Sebenarnya kalian tidak akan bisa kembali, karena itulah yang kalian harapkan dari awal. Namun semua itu berubah seiring berjalannya waktu. Dan kali ini kalian sama-sama memiliki harapan. Jika kalian ingin bertukar kembali, kalian harus saling setuju dan tidak ada yang keberatan satu sama lain..." Jelas cahaya itu.


"Kalau begitu, Mira apa kau mau bertukar lagi Dengan ku?" Tanya Olivia bersemangat. Ia sangat merindukan semua yang ada di sana. Daisy, yang merupakan sahabat yang baik. Ibu Linda, sosok ibu yang hangat dan juga Rian, lelaki yang sangat memahami Olivia.


Olivia melihat raut wajah Mira yang tertunduk lesu.


"Ada apa Mira? Apa kau tidak mau? Jika kau keberatan, tidak apa-apa Mira..." Ucap Olivia.


"Tidak Olivia, aku... Aku mau! Hanya saja aku agak memikirkan bagaimana jika aku bertemu Zack nanti, apa yang harus aku katakan padanya?" Ucap Mira gelisah.


"Kau bisa mengungkapkan semua yang ada di hatimu Mira, aku yakin Zack pasti memahami mu."


"Huft.. Baiklah, terima kasih banyak Olivia, berkat mu kejadian tabrakan itu tidak terjadi" ucap Mira yang mengingat kembali kejadian yang dulu.


"Aku juga Mira, terima kasih sudah menghadapi semua di sana, padahal itu semua adalah permasalahan ku, tapi justru kamu yang--"


"Sudahlah Olivia, semua telah di lewati. Kalau begitu sampaikan salam ku kepada Daisy dan ibu Linda, tolong jaga mereka"


"Baik Mira, Sampaikan salam ku juga pada Duke! Sampai jumpa Mira!"


"Sampai jumpa Olivia"


Mereka berdua saling berpamitan dan seketika semuanya menjadi gelap.

__ADS_1


...****************...


Suara merdu dari sang burung membangunkan Mira dari tidurnya. Ia sangat tidur dengan nyenyak sekali.


Matanya masih sangat berat, namun ia harus bangun. Ia membuka matanya perlahan.


Ia melihat sekelilingnya. Kamarnya tampak beda dari sebelumnya. Mira langsung bangkit dari kasurnya dan melihat dirinya memakai piyama, serta rambut hitam pekat yang dibiarkan terurai.


"Aku... Aku benar-benar kembai! Apa ini sudah pagi? Oh tidak sepertinya aku bangun agak siangan. Aku harus bergegas bertemu dengan Zack!"


(kita tulis saja dia Via ya)


Via bergegas keluar dari kamarnya dan menuju kamar Zack. Para pekerja yang tengah sibuk dengan aktivitasnya melihat ke arah Via yang tengah berlari dengan piyama.


"Apa itu nona Via?"


"Iya benar! Kenapa dia berlari dengan cepat ya?" Para pelayan saling terheran-heran melihat Via yang tidak biasanya seperti itu.


"Hosh... Hosh... Semoga saja, dia belum berangkat..." Gumam Via. Perlahan ia membuka pintu tersebut.


CEKLEK...


Via masuk ke dalam. Sosok pria yang ia cintai sekarang tengah berada di hadapannya.


"Zack...?"


Zack merasa ada yang memanggil, ia berbalik arah dan melihat Via di hadapannya. Namun ia belum mengetahui mereka telah bertukar jiwa.


"Zack... Ini aku..!" Ucap Via lagi.


"Vi--via? Kau kah itu?" ucap Zack tak percaya. Via menganggukkan kepalanya dan berlari ke arah Zack.


"Aku juga merindukanmu Zack..." Mereka berpelukan melepaskan rindu.


"Aku mencintaimu, Zack!"


"Aku juga mencintaimu, Via..." Begitulah pertemuan mereka di akhiri ciuman manis.


...****************...


"Kepada Duke Zack Effenberg... Apakah anda bersedia menjadi pendamping hidup dari Olivia Chase dan mencintainya seumur hidup?"


"Ya, aku bersedia!"


"Kepada Olivia Chase... Apakah anda bersedia menjadi pendamping hidup serta mencintai pria di hadapan anda?"


"Ya, aku bersedia!"


"Secara sah kalian resmi menjadi sepasang suami istri, sekaligus Duke dan Duchess Effenberg..."


Suara ricuh tepuk tangan bergema di ruangan yang bernuansa putih. Hari ini Zack dan Via resmi menjadi sepasang suami istri.


"Oh tidak... Sesi ciuman papa dan Via! Cepat tutup mata!" Pekik Lea. Namun ia melihat Leo malah melihat dan masih bertepuk tangan.


"Hei! Tutup matamu! Kamu kan pernah bilang jangan melihat hal seperti itu!" Gerutu Lea.


"Aku kan sudah besar! Jadi tidak masalah" Ucap Leo.

__ADS_1


"Ihhh... Kok begitu sih..."


"Hahaha..." Leo tertawa melihat Lea yang kesal.


...****************...


"Mira!" Panggil seorang lelaki dan dia menghampiri Mira dan Daisy.


"Rian! Aku rindu sekali!" ucap Mira.


"Masa sih? Aku juga rindu loh... Gimana liburannya?" tanya Rian.


"Sangat menyenangkan! Eum... Apa kita juga harus berlibur bersama?" Tanya Mira.


"Tentu saja, aku sudah menyiapkan jadwal untuk berlibur dengan mu..."


Sedangkan Daisy terlihat malas sekali melihat dua orang di hadapannya tengah bermesraan.


"Huft... Mulai lagi..." Gumam Daisy.


"Daisy! Kamu juga harus mencari seseorang..." kata Mira.


"Tidak perlu! Sudah ku bilang kan.. Aku--"


"Permisi, apa kamu Daisy flower?" seorang lelaki asing mendekati Daisy.


"Ah iya, tapi itu nama pena ku, ada apa?"


"Wahh tidak ku sangka akan bertemu dengan mu... Aku adalah penggemar novel-novel yang kamu buat.. Apa kamu bisa menandatangani buku ku?"


"Oh iya! Tentu saja..."


"Wah... Langsung di datangi fans Daisy nih..." Ucap Rian.


"Terima kasih!"


"Ya sama-sama... Woahh... Sepertinya aku tidak perlu seperti kalian, huft.. hidup ini terasa indah.... Ayo kita jalan!"


Rian dan Mira tertawa melihat tingkah Daisy seperti itu.


...๐ŸŒบTAMAT๐ŸŒบ...


...๐Ÿ’—...


...****************...


Hai semua! Terima kasih sudah membaca serta mendukung novel ini yaa...๐Ÿ˜„


Akhirnya novel ini tamat juga dan berakhir bahagia semua...๐Ÿ˜Œ


Maaf kalau kesannya seperti terburu-buru ๐Ÿ™๐Ÿป


Aku harap kalian cukup puas dengan berakhirnya novel ini


Aku pasti akan merindukan kalian๐Ÿฅบโ˜บ๏ธ


Terima kasih dan sampai jumpa ๐Ÿ‘‹

__ADS_1


Jangan lupa mampir novel ku yang lain ya... ๐Ÿ™‚


__ADS_2