Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?

Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?
Eps. 55 Merlin


__ADS_3

"Maafkan aku Via, sangat susah bertemu Alex akhir-akhir ini" Kata Zack pada Via.


"Benarkah? Tidak apa Duke. Apa anda akan ke istana lagi?" Tanya Via.


"Iya, hari ini aku akan ke sana"


"Bolehkah saya ikut? Hari ini Merlin juga akan di eksekusi kan? Aku ingin bertemu dengannya. Saya mohon Duke" Pinta Via.


"Huft... Baiklah, sebelum itu makan dan minum obatmu dulu" Kata Zack.


"Baik Duke!" Kata Via.


Setelah itu mereka langsung bergegas ke istana.


"Papa!" pekik Lea.


"Papa dengan Via mau ke mana?" Tanya Leo.


"Kami mau pergi ke istana. Kalian tetap di sini saja ya! Jangan kemana-mana!" Kata Zack.


"Baik papa!"


Beberapa saat kemudian mereka telah sampai ke istana. Banyak sekali orang-orang yang ingin melihat Merlin di eksekusi di luar istana.


Mereka berdua memasuki istana untuk pergi ke ruangan Alex. Namun di luar pintu saja ada banyak orang yang juga ingin berurusan dengannya.


"Mereka tidak ada habis-habisnya" Gumam Zack.


"Kau tunggu saja di sini, aku akan mencoba masuk!" Sambungnya.


"Baik Duke!"


Via menunggunya di luar. Ia melihat langit yang begitu biru dari balik jendela besar. Namun Pandangannya teralihkan ketika melihat Merlin dengan beberapa pengawal di sekelilingnya.


"Hah? Itu Merlin! Apa Zack masih lama? Aku harus menghampiri Merlin!" Gumam Via.


Ia terpaksa mengejar Merlin dan meninggalkan Zack di sana.


Merlin di bawa ke tengah kota yang tak jauh dari istana. Di sana sudah ada panggung besar dengan alat hukuman yang berada di atasnya. Merlin akan melakukan pemenggalan kepala dengan alat tersebut.


Via terus mengejar Merlin yang begitu jauh darinya. Ia berusaha memutar roda dengan tangan dengan susah payah.


Merlin sudah berada di atas. Sorak-sorai orang-orang di sana sangat terdengar sampai ke istana.


"Itu dia! Dasar wanita ******!"


"Hukum dia sekarang juga!"


"Dasar wanita bodoh!"


Banyak orang-orang mengatai Merlin. Namun ia hanya menundukkan kepalanya. Mendengarkan ocehan dari mereka.


"Tuan, bisakah anda membawaku ke atas sana?" Pinta Via pada pengawal istana yang ada di dekatnya.


"Untuk apa nona ke sana? Lebih baik lihat dari bawah saja" kata pengawal itu.


"Kumohon tuan!"


"Ba-baiklah! Sebentar saja, setelah itu turun sebelum yang mulia Alex datang"


Pengawal itu membawa Via dengan kursi rodanya ke atas panggung.

__ADS_1


"Terima kasih tuan! Merlin!" Ucap Via.


Merasa ada yang memanggil namanya, Merlin menoleh ke belakangnya.


"Hah? Olivia? Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Merlin.


"Merlin, aku sudah tau semuanya. Kesalahan yang kau lakukan pasti ada alasannya"


"Kau tau apa tentang aku, huh?"


"Semua ini berawal dari kesalahan raja Austin kan"


Merlin terdiam sejenak. Sudah berapa tahun lamanya ia baru mendengar nama itu lagi.


"Apa yang kau katakan? Bagaimana kau bisa mengetahui dia?" Tanya Merlin.


Aku harus bilang apa ya? Kalau aku ngomong melihat masa lalunya, pasti dia akan bingung. Batin Via.


"Aaa.. Eum... Itu tidak penting! Yang jelas kamu tidak harus mati di hukum seperti ini. Aku harap kamu diberikan kesempatan kedua untuk bisa menebus kesalahan mu" Kata Via.


"Untuk apa aku di beri kesempatan kedua? Aku tidak ada alasan lagi untuk hidup setelah kehilangan Blair! Mereka semua.... Pasti menginginkan ku seperti itu!" Kata Merlin. Via hanya bisa diam mendengarkan pernyataan dari Merlin.


Tak lama setelah itu, Alex datang dan menaiki panggung diikuti Zack di belakangnya.


"Via! Apa yang kau lakukan di sini? Aku mencari mu dari tadi" kata Zack.


"Maaf Duke..." kata Via.


"Ah.. Syukurlah keadaan mu mulai membaik" Kata Alex.


"Iya yang mulia... Apa anda..."


"Ayo kita turun ke bawah" Potong Zack.


"Sudah aku bicarakan tadi dengannya, tapi dia hanya diam saja tidak ada jawaban. Lebih baik kita terima saja keputusan dari dia" Jelas Zack. Ia pun membawa Via turun ke bawah.


"Aku... Alex Lorenzo Beasley! Berada di sini untuk menghukum para orang-orang yang bersalah. Terutama yang telah membunuh anggota kerajaan. Tidak ada ampun bagi dia yang telah melakukan perbuatan tersebut"


"Hukum saja dia!"


"Benar! Kami muak melihat wajahnya!" Para warga masih bersorak-sorai menanti hukuman Merlin.


"Tapi... Aku atas nama kerajaan Lorenzo Beasley meminta maaf pada Merlin atas perbuatan yang telah dilakukan oleh Yang mulia Raja Austin Lorenzo Beasley"


"Apa aku tidak salah dengar?"


"Kenapa Putra Mahkota meminta maaf pada wanita itu?"


"Raja Austin kan kakeknya Putra Mahkota? Ada apa dengannya?" Para warga kebingungan dengan perkataan Alex.


"Aku akan meringankan hukuman dari Merlin. Ku berikan kesempatan kedua untuk mu dan akan diasingkan ke tempat terpencil" kata Alex.


"Apa... Apa yang kau lakukan! Cepat hukum saja aku! Aku tidak ada alasan hidup lagi di sini.. Hiks.. Hiks.." Merlin memohon pada Alex dan tersungkur.


"Cepat bawa dia kesini!" Perintah Alex pada pengawal disebelahnya.


Pengawal tersebut keluar bersama seorang lelaki dengan jalan terpincang-pincang.


"I... Ibu..."


Merlin merasa familiar dengan suara itu. Ia pun mencari ke arah sumber suara tersebut.

__ADS_1


"Hah... Blair? Kau kah itu?"


Blair menghampiri ibunya dan memeluknya. Suasana tersebut berganti haru.


"Blair! Kau masih hidup? Apa yang terjadi sebenarnya?" Kata Merlin kebingungan.


"Selama ini aku membawa Blair ke kediaman ku untuk mengobatinya, lukanya juga cukup parah" Ucap Zack.


"Kalian harus tau semua! Laki-laki ini adalah anak dari raja Austin dan wanita ini"


"Tuh kan benar... Dia menggoda raja kita!"


"Hukum saja dia!"


"Aku tidak tahan melihatnya lagi!"


"Kalian pasti mengira wanita ini yang memulainya, tapi kalian salah! Raja Austin yang memulainya lebih dulu" Kata Alex. Seketika semua orang terdiam dengan apa yang diucapkan Alex.


"Sekarang kalian ikutlah aku!" Titah Alex.


"Ayo ibu!" kata Blair.


"Tidak!" Ucap Merlin.


"Aku tidak bisa menerima ini! Aku tidak pantas untuk hidup lagi..." sambung Merlin.


"Apa yang ibu katakan?! Kita mendapatkan keringanan dari putra mahkota. Mari ibu kita bangun lagi keluarga kita yang hampir rapuh.." Kata Blair.


Merlin melepaskan genggaman dari Blair.


"Maaf sayang, karena ibu telah menghancurkan keluarga kecil kita... Tapi ibu harus membayar semua perbuatan yang telah ibu lakukan.."


KREKK!


Merlin mendorong tuas yang ada di dekatnya. Tuas tersebut mengarahkan pada pisau tajam pada alat hukuman itu.


"IBU! JANGAN!!"


SRUKK!


"TIDAK! IBUUU!!"


"Hah? Merlin?" Kata Via.


Akhirnya Merlin mati di tangannya dia sendiri. Seketika itu muncul aura hitam keluar dari tubuhnya. Aura itu membentuk sosok yang menyeramkan dan menghilang.


"A-Apa itu?"


"Itu... Sihir hitam. Apa kau tau ibumu telah menggunakan sihir hitam selama ini?" Tanya Alex.


"Aku- Aku.. Tidak tau!" Kata Blair. Ia masih memegang tangan ibunya.


"Urusanku telah selesai disini! Sebelum kau diasingkan, kau harus melakukan pemilihan terlebih dahulu disini!" Alex pergi setelah mengatakan itu pada Blair.


Sedikit demi sedikit semua orang meninggalkan tempat itu. Hanya tersisa Blair dan mayat ibunya.


"Hiks... Hiks... Ibu..."


...****************...


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊

__ADS_1


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋


__ADS_2