
"Via! Kau tau? Pangeran Hans bercerita tentang wilayah timur! Katanya di sana banyak sekali persaingan pedang di lakukan. Aku jadi ingin melihatnya!" Kata Lea kesenangan.
"Benarkah? Sepertinya kita bisa kapan-kapan pergi ke--"
"Bisakah kalian diam! Jika ada monster di sini aku akan memberikan kalian sebagai makan malam mereka!" Kata Zack yang membuat Lea, Leo, dan Via bergidik ngeri dan bingung dengan tingkah Zack.
Aneh.. Entah sejak Zack jadi sensitif seperti ini? batin Via.
...****************...
Selama seminggu ke depan Via mempersiapkan untuk ujian nanti. Ia harus mempelajari dari banyaknya buku yang di rekomendasikan oleh Dion, asisten Zack.
"Silahkan nona Via buku-buku ini di baca semua dan pelajari" Kata Dion. Saat ini mereka berdua tengah di perpustakaan milik Duke.
"A... Apa! Buku sebanyak ini!?" Pekik Via melihat setumpuk buku-buku yang berada di hadapannya.
"Hahaha ini sedikit saja nona! Ini sangat berbeda ketika saya ujian di bidang hukum loh! Semangat nona Via! Saya tinggal dulu" Dion meninggalkan Via sendiri di perpustakaan.
Mau tidak mau Via harus membacanya satu persatu. Waktu terus berjalan. Sudah hampir tiga jam Via berada di sana dan masih memegang satu buku yang tebal itu.
"Huft... Coba saja ku urungkan niat ku itu..." Via langsung meletakkan buku dan beristirahat sebentar.
Tiba-tiba muncul seseorang menyodorkan beberapa kertas kepadanya.
"Hah?" Via melihat ke arah orang itu.
"Sepertinya kau kesulitan, jadi... Ini hanya rangkuman dari beberapa buku yang pernah ku baca. Kamu bisa membacanya di sini" Kata Zack lalu duduk di sampingnya Via.
"Ah... Terimakasih Duke!" Via menerima rangkuman itu.
Padahal kemarin dia agak kesal dan marah-marah, sekarang kenapa jadi baik sekali? Batin Via.
Astaga!? Kenapa aku jadi membantu dia belajar untuk ujiannya? Harusnya aku tidak membantu agar dia tidak bisa melewati ujian tersebut?! Hah! Dasar bodoh kau zack! Batin Zack.
Mereka hanya saling diam di perpustakaan itu. Tenggelam pada pikiran mereka masing-masing.
...****************...
Ukh! Lebih tegang dari pada ujian di kampus sih ini... Huft... Apa mungkin aku akan selama-lamanya tinggal di dunia ini. Batin Via.
Sekarang Via berada di istana untuk melaksanakan ujian. Bersama Alex yang menjadi pengawas.
"Sudah?" Kata Alex pada Via ketika ia menyodorkan hasil ujian nya.
"Iya yang mulia!" Kata Via.
Setelah ujian pertama berakhir Via yang di temani oleh Stella kembali pulang.
"Akhirnya Via ujian pertama selesai! Bagaimana perasaan mu?" tanya Stella.
"Ah... Sangat tegang sekali Stella! Aku juga masih belum bisa senang dulu karena belum tau hasilnya" Kata Via.
"Tidak apa Via! Aku yakin kamu pasti bisa melewati semua ujian ini. Bagaimana kalau kau ke rumah ku saja?" Ajak Stella.
"Apa Louis sedang bekerja?"
__ADS_1
"Iya, aku jadi sendirian di rumah"
"Eum.. Tapi aku harus menjemput Lea dan Leo..."
"Baiklah kita jemput saja sekarang lalu tinggal dulu di rumah ku! Louis akan pulang bersama Duke, kalian bisa bersama-sama kembali nanti..." Kata Stella.
"Baiklah"
Akhirnya mereka menjemput Lea dan Leo terlebih dahulu dan pergi ke rumah Stella. Tak terasa matahari mulai terbenam. Louis kembali bersama Duke dengan kereta kudanya.
TOK... TOK...
"Stella... Kau di dalam?" Kata Louis.
CEKLEK...
"Hah! Loui! Aku menunggumu..." Kata Stella dan memeluk suaminya itu.
"Oh tidak..." Kata Leo sembari memalingkan wajahnya dan terkekeh geli.
"Loh? Kalian kenapa bisa di sini?" Tanya Zack melihat mereka bertiga berada di rumah Stella.
"Maaf Duke, saya mengajak mereka ke rumah selagi menunggu anda..." Kata Stella.
"Iya Duke setelah pergi dari istana kami langsung menjemput Lea dan Leo lalu ke rumah Stella." Jelas Via.
"Baiklah kalau begitu, mari kita pulang" Mereka bertiga langsung naik ke kereta kuda.
"Hati-hati kalian semua!" kata Louis dan Stella.
Di dalam kereta itu sangat sunyi sekali. Bahkan Lea dan Leo yang biasanya senang mengobrol dengan Zack dan Via lebih mengurungkan niat mereka. Mengingat sang Ayah baru pulang bekerja, mereka tidak mau mengulang kesalahan yang sama.
"Ah.. Ya berjalan dengan baik Duke, besok hasilnya akan di kirimkan oleh putra mahkota" Kata Via.
Zack hanya diam Lalu melihat kedua anaknya itu.
"Lalu kalian? Tumben sekali kalian diam?" Tanya Zack.
"Tidak apa-apa..." Kata Leo.
"Bagaimana pelajaran kalian di sana?" Kata Zack.
"Menyenangkan seperti biasa papa" Kata Lea dengan hati-hati.
"Hm... Baiklah"
Aneh... Kenapa kita semua menjadi canggung seperti ini? Batin Zack.
...****************...
Cahaya mentari bersinar dengan indahnya. Via yang tengah merapikan tempat tidur milik si kembar sambil bersenandung kecil tiba-tiba ada yang memanggil namanya.
"Via! Via!" Pekik Lea sambil berlari ke kamarnya.
"Ya ampun Lea, jangan berlari seperti itu nanti jat--"
__ADS_1
"Lihat ini! Lihat!" Lea memberikan surat pada Via. Seketika wajahnya langsung gembira.
"Wahh, ujiannya lulus!" Mereka berdua kegirangan sampai loncat-loncat. Zack yang mendengar keributan itu langsung melihat ke kamar si kembar.
"Ada apa dengan kalian?" Tanya Zack.
"Via telah lulus ujian pertama papa!" Kata Lea.
Zack terdiam. "Ohh" Kemudian berlalu pergi.
"Kenapa papa, Via?" Tanya Lea.
"Eum... Entahlah"
Lea dan Leo kini bersiap pergi ke akademi bersama Zack. Kereta kuda yang mereka tumpangi pun mulai berjalan.
"Dadah Via!!" Pekik Leo.
"Semangat untuk ujian keduanya Via!" Kata Lea. Mereka berdua melambaikan tangan pada Via. Via pun membalas lambaian mereka.
"Duduklah dengan benar! Kalian bisa jatuh nanti" Kata Zack melihat tingkah laku anak-anaknya.
"Ah... Iya papa, Lea cepat!" Kata Leo. Mereka berdua langsung duduk manis di hadapan Zack.
"Hmm... Enaknya ngapain ya setelah ini?" Kata Via yang hendak menuju kamarnya. Tiba-tiba ia melihat sebuah benda di atas ranjangnya.
"Ini apa? Siapa yang menaruhnya?" Via mengambil barang itu ternyata ada sebuah kotak kecil dan sepucuk surat. Ia lalu membaca surat itu.
Isinya.
Selamat atas ujian pertamanya, Via. Maaf aku tidak mengunjungi mu dulu. Mungkin kau mau berkunjung ke kerajaan timur? Aku akan menyiapkan seseorang untuk menjemput mu dan jangan lupa di pakai hadiah dari ku ya,
^^^^^^Hans ^^^^^^
Via melihat isi kotak kecil itu. Betapa terkejutnya itu adalah sebuah kalung kristal yang sangat cantik.
"Astaga! Ini pasti sangat mahal!" Kata Via.
Tiba-tiba seseorang datang menghampirinya.
"Nona Via, tadi ada-- Ah sepertinya sudah anda lihat ya" Kata Dion.
"Iya tuan, terimakasih sudah mengantarkannya" Kata Via.
"Iya nona, tapi sepertinya surat itu sudah di lihat oleh Duke terlebih dahulu" Kata Dion.
"Ah... Benarkah?"
"Iya Nona, Tapi diam-diam saja, jangan bilang kalau saya mengatakan hal ini" Kata Dion.
"Baik tuan, terimakasih"
Kira-kira reaksi Zack seperti apa ya? Batin Via.
...****************...
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋