Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?

Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?
Eps. 36 Pelayan yang Mencurigakan


__ADS_3

"Perhatian semua! Kumpulkan para pelayan di istana ini tanpa terkecuali!" Titah Duke Kedrey pada pengawal istana. Zack benar-benar di buat bingung oleh Duke Kedrey.


"Kau tau Zack! Yang membuat racikan teh itu adalah aku" Kata Duke Kedrey yang membuat Zack sangat terkejut.


"Tapi bukan aku yang meracuni putra mahkota, untuk apa aku meracuni keponakan kesayangan ku." Sambung nya.


"Jadi... Anda lah tuan Daniel itu?" Tanya Zack. Duke Kedrey menatap mata Zack dan membalas pertanyaan Zack dengan anggukan.


...****************...


"Ssrupt... Hm... Aneh, seperti ada yang kurang dari teh ini?" Kata tuan Daniel yang tengah sendirian di bawah pohon.


Ia merasa aneh pada teh yang baru saja ia racik.


"Oh astaga! Aku lupa menambahkan gula, huft... Karena sudah tua banyak sekali keluhan ku... Eh? Aduh, aku lupa memberitahu teh nya di beri gula. Tapi aku yakin dia pasti menyadarinya"


"Tapi, kalau tidak bagaimana, ishh aku harus bergegas sebelum dia membawa teh itu" Tuan Daniel langsung pergi ke dapur. Melihat di sana sudah tidak ada orang.


Ia kemudian mencari gula di lemari-lemari dan pergi mencari Via.


"Aduh!"


"Hah!? Maaf... Maafkan aku, aku tidak sengaja!"


Itu seperti suara anak tadi. Batin tuan Daniel.


Ketika ia hendak mendekati Via bersama pelayan tadi, tiba-tiba langkahnya kembali terhenti. Ia melihat seorang pelayan datang dari arah belakang Via dengan gerak-gerik yang aneh.


Pelayan itu seperti mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan menaburkan benda itu ke dalam teko berisi teh yang di buat Via.


"Ada apa ini?" Tanya pelayan itu.


"Ini salahku, aku tidak sengaja menabrak nya!" Kata Via.


"Lain kali hati-hati dong bawa troli itu!" Kata pelayan itu.


"Ayo Sesa! Kita pergi saja dari sini!" Pelayan itu merangkul temannya pergi dari tempat itu.


Mereka berdua langsung pergi begitupun juga dengan Via, ia melanjutkan kembali perjalanannya.


Tuan Daniel masih bersembunyi agar tidak di ketahui oleh dua pelayan yang masih ada di dekat dia.


"Kamu juga! Kenapa suruh aku ke sana sih, sudah ku bilang enggak ada!"


"Aku lupa ternyata sapu nya ada di kamar ku, ayolah!"


Hmm... Sepertinya pelayan itu tau kalau anak tadi akan lewat jalan ini, makanya dia menyuruh temannya berada di sana agar terjadi kecelakaan kecil sehingga ia bisa menaburkan sesuatu di sana. Aku harus mencari anak itu! Batin Tuan Daniel.


Setelah situasi aman, ia ke luar dan bergegas mencari Via.


"Oh astaga, aku kehilangan dia, harus cari di mana ini?" Tuan Daniel kembali mencari-cari Via hampir di seluruh ruangan.


...****************...


"Tapi apa anda ingat wajah pelayan itu?" Tanya Zack setelah mendengar cerita lengkapnya dari Duke Kedrey.


"Hmm... Tentu saja... Eh... Eum.. Sepertinya agak samar-samar aku melihatnya... Heheh" Kata Duke Kedrey yang sepertinya terlupa dengan wajah pelayan itu.


Zack hanya menghela nafas panjang melihat Duke Kedrey.


Para pelayan telah berbaris di hadapan mereka. Duke Kedrey dan Zack berjalan di tengah-tengahnya.


"Yah... Walaupun aku agak sedikit lupa dengan wajahnya tapi aku ini cukup pintar..." Kata Duke Kedrey.


WUSHHH!

__ADS_1


Tiba-tiba ia menghilang seperti di lahap oleh angin.


"Hah!? Duke Kedrey!" Pekik Zack yang terkejut menghilang nya Duke Kedrey.


Di sisi lain Via masih berharap Zack kembali datang padanya. Seketika itu ia melihat bayangan seseorang yang mulai mendekati sel di mana Via berada.


"Ah.. Duke, anda kembali! Aku pikir anda tidak kembali lagi..." Kata Via sembari menghapus jejak Tangis nya di wajahnya.


"Wah... Wah... Sepertinya kau salah paham Olivia..."


Via tertegun mendengarnya. Suaranya memang lah berat tetapi itu bukan suara milik Zack.


"Oh... Adik ku yang manis, kita bertemu lagi" Kata pria itu dan tersenyum sinis padanya.


Via terkejut melihat pria di hadapannya. Wajah yang selama ini tidak ingin ia lihat kembali. Siapa lagi kalau bukan Blair kakak tiri Via.


"Apa yang kau lakukan di sini!?" Pekik Via.


"Ya ampun, kamu ini tidak ada sopan santun sepertinya pada kakak mu!" Kata wanita yang baru muncul di belakang Blair.


"Kalian? Apakah kalian yang sengaja melakukan ini!?"


"Apa yang kamu bicarakan sayang? Kami baru saja sampai di sini" Kata Merlin dengan nada liciknya.


"Aku sangat berterima kasih pada mu Via karena telah memudahkan kami untuk masuk ke istana..." Kata Blair. Via masih bingung dengan pernyataannya.


"Aku akan mengampuni mu kali ini karena telah berbicara kasar pada anggota kerajaan, tapi lain waktu kami tidak akan melepaskan mu" Merlin dan Blair pergi meninggalkan Via.


"Anggota kerajaan? Apa... Apa yang sebenarnya terjadi?!" Gumam Via.


...****************...


Seorang wanita berpakaian pelayan itu berlari keluar gerbang istana. Nafasnya mulai tidak beraturan. Tiba-tiba ia merasakan seseorang muncul dari arah belakangnya.


"UPS.. Mau lari ke mana kau pelayan licik!" Pekik Duke Kedrey keluar melewati portal buatannya.


KRETEK!!


"Aduh, pinggang ku!" Pekik Duke Kedrey yang lagi-lagi penyakit nya kambuh.


"Dasar kakek tua, anda pikir bisa menangkap ku huh?!" Pelayan itu berhasil melarikan diri lagi dengan keadaan terpincang-pincang.


Duke Kedrey kembali mengejar pelayan itu dan... Akhirnya berhasil ia dapatkan.


"Ukhh!" Belati kecil milik Duke Kedrey berada di leher pelayan itu Hingga ia tidak bisa berkutik.


"Aku memang kakek tua! Karena aku memiliki 4 cucu. Sekarang kau ikut lah aku!" Kata Duke Kedrey.


"Hn... Anda pikir saya mau mengikuti perintah anda, jangan harap!" Kata pelayan itu menatap tajam Duke Kedrey.


"Tenanglah dulu, kamu tidak akan langsung di hukum mati kok, aku hanya ingin bertanya siapa yang menyuruh mu melakukan hal itu..."


"Be... benarkah? Kalau aku memberitahu mu, anda akan melepaskan ku?" Kata pelayan itu.


"Tentu saja" Kata Duke Kedrey.


"Ukh! Dia seorang penyihir, dia yang menyuruhku meracuni putra mahkota!" Kata pelayan itu.


"Hmm... Kalau begitu kau tau namanya siapa?"


"Nama orang itu-- Uhuk--"


"Hey! Kenapa berhenti berbicara? Siapa namanya?"


Pelayan itu memejamkan mata lalu muncul cahaya dari tubuhnya.

__ADS_1


Astaga! Apa jangan-jangan!?


BLUARR!


"Uhuk... Uhuk... Sial!" Duke Kedrey menjauhi pelayan tadi karena tiba-tiba ia meledakkan dirinya.


"Sepertinya pelayan ini terhubung dengan dalang tersebut!" Ia langsung meninggalkan area tersebut dan kembali ke tempat semula.


WUSHHH!


"Huft... Sepertinya aku gagal mendapatkan anak itu!" Kata Duke Kedrey santai.


"Apa maksud anda? Tadi tiba-tiba menghilang kemudian datang dan berbicara seperti itu?" Kata Zack yang sedikit kesal padanya.


"Zack, kau adalah Duke sama seperti ku. Seorang Duke harus berpikir kritis apapun keadaannya. Tapi sepertinya pikiran mu sedang kacau. Aku akan mengeluarkan wanita mu keluar dari sel. Setelah itu katakanlah perasaan mu yang sebenarnya, kalau tidak dia bisa saja pergi dari pandangan mu selamanya..." Tutur Duke Kedrey sembari pergi meninggalkan Zack di sana.


Zack hanya terdiam membisu setelah mendengar pernyataan dari Duke Kedrey.


Zack mengikuti Duke Kedrey yang mengarah kamar Alex. Di sana ia berbicara pada sang raja.


"Yang mulia" Kata Duke Kedrey sopan.


"Hah? Kedrey? Sejak kapan kau di sini?" Kata sang raja yang terkejut melihat sepupu dari pihak ibu.


"Sudah dari tadi, tadinya ada urusan pekerjaan dekat istana, jadi sekalian saja aku mampir. Huft... Banyak sekali kejadian menegangkan di sini. Bagaimana kondisi keponakan ku?" Kata Duke Kedrey yang melihat Alex tengah terbaring lemah.


"Entahlah, dia mengonsumsi racun yang cukup berbahaya, itu karena gadis bawahan zack--"


"Sstt... Dia tidak bersalah apa-apa, aku bisa menjamin itu" Kata Duke Kedrey memotong pembicaraan raja.


"Apa maksudmu?"


"Karena teh itu aku yang membuatnya"


Wajah sang raja dan ratu berubah terkejut dan marah.


"Apa!? Jadi kamu--"


"Tunggu sebentar yang mulia ratu, tapi aku tidak niatan meracuni keponakan kesayangan ku, dan juga bukan gadis itu. Melainkan seorang pelayan yang sengaja menaburkan racun ke dalam teko tersebut..." Jelas Duke Kedrey.


"Apa buktinya sampai-sampai kamu berbicara seperti itu!"


Duke Kedrey mengeluarkan sesuatu dari saku mantelnya. Terlihat sebuah bola transparan biasa. Tapi ternyata itu seperti bola rekaman yang bisa merekam sesuatu di dalamnya. Asalkan bola itu di isi oleh sihir, bola itu akan bekerja.


Dalam bola itu, terlihat adegan ketika Via membantu seorang pelayan yang jatuh dan tepat di belakangnya muncul pelayan lain dengan pelan ia menaburkan sesuatu di dalam teko berisi teh itu.


"Bagaimana bisa!? Apa berarti di sini ada para pengkhianat?" Kata raja.


"Sepertinya begitu yang mulia, maka dari itu lepaskan nona Via dia tidak sama sekali bersalah justru ia banyak membantu tadi" Kata Duke Kedrey sembari ia memasukkan kembali bola itu.


"Kenapa anda tidak bilang kalau anda telah merekam di bola itu? Jadi apa gunanya menyuruh para pelayan tadi!" Kata Zack.


"Hohoho... Aku sengaja! Kalau aku menyuruh para pelayan berkumpul, pengkhianat itu pasti tidak akan berkumpul dan justru ia akan melarikan diri. Tapi yang mulia ketika aku mau menangkap nya, tiba-tiba ia meledakkan diri sebelum ia mengatakan nama dari penyihir itu. Sepertinya dia telah memprediksi bahwa hal itu bisa terjadi," Kata Duke Kedrey.


"Huft... Pengawal, segera lepaskan gadis itu dan cepat kalian periksa orang-orang yang ada di sini, jika ada yang di curigai langsung tangkap saja!" Perintah raja.


Para pengawal segera berhamburan mengikuti perintah dari sang raja.


"Tunggu apa lagi Zack, hampiri dia jangan sampai ia di rebut orang... " Kata Duke Kedrey sambil tertawa kecil.


"Ba... Baik, saya permisi!" Zack langsung pergi meninggalkan kamar Alex


...****************...


Terima kasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊

__ADS_1


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋


__ADS_2