Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?

Tiba-tiba Menjadi Pengasuh!?
Eps. 30 Terus Mencoba


__ADS_3

Via melihat isi kotak kecil itu. Betapa terkejutnya itu adalah sebuah kalung kristal yang sangat cantik.


"Astaga! Ini pasti sangat mahal!" Kata Via.


Tiba-tiba seseorang datang menghampirinya.


"Nona Via, tadi ada-- Ah sepertinya sudah anda lihat ya" Kata Dion.


"Iya tuan, terimakasih sudah mengantarkannya" Kata Via.


"Iya nona, tapi sepertinya surat itu sudah di lihat oleh Duke terlebih dahulu" Kata Dion.


"Ah... Benarkah?"


"Iya Nona, Tapi diam-diam saja, jangan bilang kalau saya mengatakan hal ini" Kata Dion.


"Baik tuan, terimakasih"


Kira-kira reaksi Zack seperti apa ya? Batin Via.


...****************...


Setelah Zack mengantar Lea dan Leo. ia kembali lagi ke mansion. Via yang mengetahui Zack telah tiba langsung menghampirinya.


"Duke! Tunggu sebentar!" Kata Via sambil berlari.


Zack sontak menoleh.


"Duke... Saya ingin--"


"Untung saja aku bertemu dengan mu di sini, tolong berikan ini pada Dion. Ada yang harus kerjakan sekarang ini" Kata Zack sambil berlalu pergi. Mau tidak mau Via mengambil berkas itu dengan wajah bingung nya.


Tunggu... Argh! Tadi kan ada yang mau aku omongin sama dia.... Huft... Di tunda dulu... Batin Via. Ia pun pergi mencari Dion.


Malamnya Via mencari Zack lagi di ruang kerja.


TOK... TOK... CEKLEK...


"Permisi, Duke?" Kata Via. Ruangan sangat sunyi. Tidak seorang pun di sana.


"Ah... Nona Via?" Kata Dion dari arah belakang Via. Sontak Via menoleh.


"Tuan Dion?"


"Apa yang anda lakukan malam-malam begini?" Tanya Dion.


"Saya ingin mencari Duke. Ada sesuatu yang ingi--"


"Ohh... Hari ini Duke bertugas sampai besok. Apa nona Via tidak tau?"


"Hah? Tapi beliau belum ada bilang dengan saya..." Kata Via.


"Sepertinya Duke lupa, ohiya dan besok pagi bisakah anda mengantar Lady dan Lord?" Kata Dion.


"Bisa tuan"


"Baiklah, kalau begitu saya pamit terlebih dahulu nona" Dion langsung pergi meninggalkan Via di depan ruangan Zack.


Lagi-lagi Via mengurungkan niatnya. Ia pun kembali ke arah kamarnya. Berharap ia bisa mengatakan hal ini pada Zack.


...****************...


"Pst... Hari ini Via sangat tidak bersemangat..." Bisik Lea pada Leo. Leo melirik Via yang hanya terdiam dari tadi.


"Iya ya?" Kata Leo.


"Eum... Via kau tidak apa-apa kan?" Tanya Lea.


"Ah, saya tidak apa-apa Lea. Terimakasih sudah mengkhawatirkan saya" Kata Via. Ia kembali menatap ke arah jendela.


Malam harinya, Lea dan Leo menanti kepulangan sang ayah. Dan sekarang mereka bertiga tengah berkumpul di ruang kerjanya.


"Lea.. Lihat ini!" Kata Leo yang memperlihatkan sihir barunya pada Lea.


Mereka berdua tengah asyik bermain sedangkan Zack yang baru saja pulang itu langsung di hadapkan kembali dengan tugasnya yang menumpuk.


Leo menyadari sang ayah yang dari tadi sibuk bekerja.

__ADS_1


"Papa, tidak bisakah sehari saja papa tidak sibuk seperti ini? Apa papa tidak lelah?" Tanya Leo.


"Wah, sepertinya kamu menghawatirkan papa rupanya. Sayangnya papa tidak bisa meninggalkan tugas ini. Kalau di tanya lelah atau tidak, tentu saja tidak. Papa bekerja untuk kalian..." Jelas Zack.


"Uuhh... Tapi papa, kita sudah lama tidak jalan-jalan atau piknik seperti dulu..." Kata Lea.


"iya papa, besok juga hari libur... Ini kesempatan yang bagus.." Tambah Leo.


"Hmm... Kalian mau jalan-jalan ya? Baiklah besok kita akan jalan-jalan. Bagaimana?" Kata Zack.


Wajah kedua anak itu langsung ceria. "YEAYY!"


Di saat yang bersamaan. Via baru saja menyelesaikan tugasnya. Ketika mendengar Zack telah kembali, buru-buru ia menemuinya.


Hosh... Aku harus bergegas!


Dari arah kejauhan dari ruangan Zack, terdengar tawa dari si kembar.


Wah, sepertinya ada Lea dan Leo! Aku yakin pasti akan lebih mudah mengatakan hal ini. Batin Via.


TOK... TOK... CEKLEK...


"Permisi Duke" Kata Via.


"Hah! Viaa!!!" Pekik si kembar.


"Ada urusan apa ke sini?" Tanya Zack.


"Ah.. Ini... Saya ingin memin--"


"Via! Besok kau harus ikut kami jalan-jalan bersama!" Kata Leo.


"Bolehkan papa?" Tanya Lea.


"Iya tentu saja boleh..." Kata Zack.


"Kalian juga boleh mengajak Stella dan Louis!" Sambungnya.


"Yeayy!"


"Baiklah kalau begitu karena ini sudah malam kalian berisitirahat lah, aku juga ingin beristirahat..."


"Terimakasih papa sudah meluangkan waktu untuk kami" Kata Lea.


"Iya sayang! Via tolong antar kan mereka, aku akan segera ke kamar ku"


"Ba... Baik Duke!"


Huft... tidak jadi bilang lagi... Batin Via.


"Ayo Via!" Mereka bertiga pergi menuju kamar Lea dan Leo. Zack yang melihat mereka dari kejauhan tersenyum tipis.


Aku tau apa yang mau kamu bicarakan Via... Tentu saja aku tidak akan membiarkan Hans mengambil diri mu... Batin Zack.


Setelah melihat mereka bertiga telah hilang dari pandangannya, ia pun kembali ke kamarnya.


...****************...


"Stella!" kata Via


TOK... TOK... TOK...


"STELLAA!" Teriak Lea dan Leo.


"Hmm... Aneh, kenapa tidak ada yang membukakan pintunya?" Gumam Via.


Tiba-tiba pintu itu terbuka.


CEKLEK...


"ah.. Maaf lama membuka pintunya"


"Tidak apa-apa Stella... Sudah siap?" tanya Via.


"Iya... Ayo!"


"Tunggu, tapi di mana Louis?"

__ADS_1


"Ah itu... Entahlah, mungkin dia tidak mau ikut, ayo Via kita duluan saja!" Ajak Stella. Via merasa ada yang aneh di antara mereka berdua.


"Stella! Tunggu! Jangan tinggalkan aku!" Pekik Louis dari dalam rumah.


Sayangnya Via, Stella, dan si kembar sudah terlebih dahulu meninggalkannya.


"Ada apa dengan kalian?" Tanya Zack.


"Duke, untungnya saya tidak di tinggal sendirian" Kata Louis.


"Seperti yang anda lihat, Stella marah dengan saya..." Louis langsung cemberut.


"Bagaimana bisa? Pantas saja dia seperti ingin pergi meninggalkan mu sendirian" Kata Zack meledek Louis.


"A... Apa? Tidak Duke! Kemarin itu dia ingin coklat..."


"Kenapa tidak kamu belikan?" Tanya Zack.


"Bukan saya tidak ingin belikan, tapi dia mau saya memberikan coklat itu pada wanita yang sedang bersama kekasihnya. Bagaimana bisa saya memberikan hal seperti itu! Ibu hamil ngidamnya aneh-aneh saja... Seperti mau membuat ku mati..." Kata Louis.


"Ya ampun... Aku turut prihatin..." Zack langsung mempercepat jalannya dan meninggalkan Louis.


"Duke... Saya harus bagaimana..." Louis langsung mengejar Zack.


Mereka berenam berkeliling kota. Sembari berjalan-jalan mereka membeli makanan dan minuman sebagai persiapan piknik di taman.


"Wah... Sepertinya ini enak Stella!" Kata Via.


"Baiklah kita beli ini saja"


"Via aku mau ini"


"Boleh Lea, ambil saja"


Setelah membeli beberapa makanan dan minuman mereka pergi ke taman dan mencari posisi yang rindang di bawah pohon.


Louis dan Zack membuka lebar tikar. Stella dan Via menyusun makanan dan minuman. Sedangkan Lea dan Leo asyik bermain kejar-kejaran di sana.


"Sayang, Jangan marah lagi ya," Kata Louis.


"Huph..." Stella langsung memalingkan wajahnya.


"Baiklah! Aku akan memberikan pada wanita yang mempunyai kekasihnya!" Kata Louis.


"Siapa yang mau kamu berikan?" Tanya Stella.


Louis sempat terdiam sejenak. Lalu melirik Via.


"Via! Tolong terima coklat ini!" Kata Louis. Seketika mereka semua terdiam.


"Kamu bodoh ya! Memangnya siapa pasangan Via!?" Kata Stella marah.


"Eumm... Pangeran Hans?" Kata Louis.


"Uhuk... Uhuk..." Zack langsung tersedak oleh minumannya.


"Papa tidak apa-apa?" Kata Leo.


"Tidak apa-apa... "


"Heh... Kenapa kamu bisa berbicara seperti itu!" Lagi-lagi Louis di marahi oleh Stella.


"Makanya sayang, jangan marah-marah dong... Kamu boleh kok minta aku pergi mencari air mata duyung, Bunga emas yang ada lembah troll atau apapun itu tapi jangan memberi coklat pada wanita yang sudah memiliki kekasih..." Kata Louis.


"Emhh... Ya sudah deh..."


"Enggak marah lagi kan" Kata Louis langsung mendekati Stella.


"Iya...."


"Via yang tadi maaf ya..." Kata Louis.


"Ah.. Iya tidak apa-apa.." Kata Via. Ia sempat melirik Zack setelah tersedak tadi.


Apa Zack tidak apa-apa? Sepertinya dia kaget sekali mendengar hal tadi... Batin Via.


...****************...

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊


Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋


__ADS_2