
"Sepertinya anda sangat sering melakukan ini?" Kata Via.
"Bagaimana kau tau?"
"Eum... Mungkin karena.... anda seperti terbiasa saja melakukan hal ini..."
Zack meminum minumannya dan terdiam sambil memandang langit yang tak berbintang itu.
"Apa kau akan tetap mengikuti ujian terakhir?" Tanya Zack.
"Emm... tentu Duke! Ada apa?" Kata Via.
"Tidak apa.... Sepertinya tidak ada bintang di malam ini..." Ucap Zack mengalihkan pembicaraan. Via mendongakkan kepalanya.
"Ah.. Benar" Kata Via. Setelah percakapan itu mereka hanya saling diam tenggelam dalam pikiran masing-masing.
...****************...
Pagi-pagi sekali, Via telah membawa perlengkapan secukupnya untuk pergi ke kerajaan timur. Zack mengantar Via sampai depan mansion. Via akan menaiki kereta kuda yang telah di siapkan.
"Terimakasih Duke telah mengantarkan saya" Kata Via sambil menunduk sopan.
"...Iya..." kata Zack suaranya hampir tidak kedengaran oleh Via.
"Kau... Hati-hati di sana...." sambungnya. Via yang sudah duduk di kursi melihat sang tuan dari jendela dan tersenyum.
"Baik Duke! Saya akan segera kembali!" Kata Via. kereta kuda itu perlahan berjalan sampai menjauh dari mansion.
Huft... Rasanya masih ngantuk banget karena tadi malam.... Batin Via.
Semalam mereka memakan waktu yang cukup lama menikmati malam dengan coklat panas buatan Zack.
Via yang tidak enak meninggalkan Zack sendiri itu harus menahan kantuk. Zack melihat Via memejamkan matanya lalu membukanya dengan cepat.
"Kau bisa kembali duluan" Kata Zack.
"Ah... Saya... Tidak mengantuk... HOAMMM! UPS...!" Via menguap seketika.
"Sudahlah, melihat dari wajah mu saja sudah kelihatan sekali. Kau bisa terlambat besok. Jangan sampai Lea dan Leo merengek ikut dengan mu, bisa-bisa pertemuan mu dengan pangeran Hans harus di tunda..." Kata Zack.
"Ba... Baik Duke! Saya permisi dulu..." Kata Via sembari meninggalkan tuannya sendiri di sana.
Via hanya tertidur selama di perjalanan yang cukup panjang itu. Sampai akhirnya kereta kuda itu berhenti tepat di depan sebuah bangunan yang besar.
"Hm? Sepertinya sudah sampai..." Gumam Via sambil meregangkan otot-otot nya. Kemudian ia turun dari sana dan melihat istana yang tak kalah megah dari kerajaan barat, raja Claude.
Siapa sangka Via yang bukan dari bangsawan kalangan atas mendapat sambutan dari pemilik kerajaan tersebut. Siapa lagi kalau bukan pangeran Hans sendiri.
"Wah... Akhirnya kau datang juga!" Kata Hans.
"Salam saya kepada pangeran dari timur" Kata Via sembari membungkukkan sedikit badannya.
"Kalau begitu mari kita mas--"
SREK... DUAGH!
Suara itu cukup mengalihkan pandangan Via dan Hans. mereka mencari dari mana arah tersebut.
"Hey... Sempit banget sih! Huft... Akhirnya bisa menghirup udara segar..."
__ADS_1
"Ish! Kamu itu yang kebesaran! Yeayy... Kita sudah sampai"
"Lea?! Leo!?" Pekik Via.
Via terkejut bukan main melihat si kembar berada dengannya sekarang.
Berarti selama ini mereka berdua ada di belakang tempat barang kereta!? Ya ampun... Bagaimana keadaan Duke sekarang? Batin Via.
"Via!" Lea dan Leo berlari ke arahnya dengan senang. Di saat yang bersamaan mereka melihat Hans berada di hadapan mereka.
"Ah... Selamat pagi pangeran!" Kata Lea hormat.
"Selamat pagi pangeran..." Di susul oleh Leo.
"Ah.. Iya, sepertinya Zack berhasil mendidik anak-anaknya" Kata Hans tersenyum pada si kembar.
"Tapi... Via juga mendidik kami untuk berperilaku sopan pangeran..." Kata Lea.
"Ah benarkah? Berarti wanita ini sangatlah hebat bagi kalian?" tanya Hans.
"Eum... Tentu saja! Via wanita yang sangattt hebat!" Kata Leo.
"Hmm... Sepertinya aku tidak bisa membawa Via pergi kalau begini..."
"Apa!? Anda ingin membawa Via?! Tidak... tidak boleh!" Pekik mereka berdua.
"Heum... Aku ada keperluan sebentar dengannya..."
"Maaf pangeran tapi Via harus!--"
"Sayang sekali padahal ada banyak kue coklat yang masih hangat di dalam... Andai saj-"
"Coklat?"
"Kami mau!"
"Baiklah... Fugo antarkan anak-anak ini ke ruang tengah. Aku akan menyusul!" Titah Hans.
Pengawal pribadi Hans langsung menjalankan perintah darinya. Mereka bertiga pergi meninggalkan Hans dan Via.
Huft.... Kenapa mereka cepat sekali kalau berhubungan dengan kue coklat... Batin Via.
"Baiklah kalau begitu, karena kamu sudah ada di sini, bukankah sayang sekali kalau tidak berkeliling?" Kata Hans.
"Baik pangeran dengan senang hati"
Mereka berdua juga pergi ke dalam istana tersebut.
Sepanjang menyusuri lorong-lorong di istana banyak sekali interior yang sangat indah dan membuat Via sangat terpukau.
Yang paling ia suka adalah ketika ia melihat dapur milik kerajaan tersebut. Ia juga sambil belajar di sana. Tapi banyak dari sana mengandalkan sihir yang Via tak mampu menggunakan nya.
Selanjutnya ketika hendak menghampiri Lea dan Leo di ruang tengah mereka berjumpa dengan pasangan suami-istri yang baru saja keluar dari perpustakaan.
"Pangeran Hans..." Kata wanita itu.
"Iya bibi! Apa sudah selesai mencari bukunya?" Kata Hans.
"Iya sudah" Wanita itu kembali melihat Via dari ujung rambut hingga ujung kaki.
__ADS_1
"Siapa wanita ini?" Kata lelaki di sebelahnya.
"Namanya Olivia, paman. Dia orang yang sering aku bicarakan..." Kata Hans. Via cukup terkejut mendengar pernyataan dari Hans. Bagaimana bisa dirinya sering di bincang kan di kerajaan ini.
"Wah... Aku sangat senang bisa berjumpa dengan mu! Perkenalkan namaku Janne Colantz dan ini suami ku, Alaric Colantz." Kata Janne.
"Mereka ini keluarga dari ibuku" Jelas Hans. Via yang mendengarnya mengangguk paham.
"Nama saya Olivia, anda bisa memanggil saya Via! Senang berjumpa dengan anda sir Colantz dan madam Colantz..." Kata Via sopan.
Setelah berbincang sebentar, Hans dan Via pergi menuju di mana Lea dan Leo berada. Setelah sampai, Via melihat si kembar tengah tertawa bersama Fugo, pengawal pribadi Hans.
Fugo langsung berdiri tegak melihat kedatangan tuannya.
"Bagaimana? Kalian senang di sini?" Tanya Hans sembari duduk di sofa.
"Iya pangeran, di sini cukup menyenangkan. Tapi rumah kami juga sangat menyenangkan!" Kata Lea.
Mendengar hal itu Via merasa ada yang mengganjal di hatinya.
"Ohh.... Ya ampun!? Apakah Duke tau kalian di sini?" Kata Via yang mulai panik itu.
"Eum...." Lea dan Leo hanya saling pandang dan cengar-cengir pada Via.
Huft... Pastinya Zack terkejut bukan main anak-anaknya bisa bersama ku selama ini.... Bagaimana ini? Batin Via.
...****************...
Setelah mengantarkan Via sampai depan mansion, Zack langsung kembali ke ruangan melanjutkan pekerjaannya. Karena masih pagi ia belum membangunkan anak-anaknya.
TOK...TOK... CEKLEK
"Duke, ini sudah waktunya Lady dan Lord bangun. Perlu saya bangunkan?" Kata Dion.
"Hemm... Boleh" Jawab Zack singkat. Dion langsung pergi ke kamar si kembar yang tak jauh dari ruangan Zack.
DUAGH.... DUAGH... DUAGH...
Dari arah kejauhan Zack bisa mendengar langkah kaki yang berat tengah mengarah ke ruangannya.
CEKLEK
"DUKE!?" pekik Dion.
Zack langsung mengehentikan aktivitasnya.
"Ada apa?"
"Mereka.... Lady dan Lord.... Tidak ada di kamar?!"
"Apa!?" Zack langsung pergi menuju kamar si kembar. Tak ada siapapun di sana.
"Ck! Ke mana anak-anak itu? Dion cepat suruh orang-orang untuk mencari mereka!" Kata Zack.
"Ba... Baik Duke!" Dion langsung meninggalkan Zack sendirian di sana.
...****************...
Terimakasih sudah membaca dan mendukung novel ini 😊
__ADS_1
Tetap semangat dan sampai jumpa lagi 👋